TASIKMALAYA – 21/4/2026 lintaspasundanews. Com Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Tasikmalaya akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-16 pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Forum tertinggi dalam struktur organisasi ini diikuti oleh enam orang calon ketua yang dinilai memiliki kapabilitas dan kompetensi memadai, serta didukung oleh partisipasi luas yang terdiri dari 118 Organisasi Kepemudaan (OKP) sebagai Peserta Penuh, 8 OKP sebagai Peserta Undangan, dan 39 Perwakilan Komite (PK) KNPI.
Secara substantif, Musda ini diposisikan bukan sekadar sebagai mekanisme pergantian kepengurusan, melainkan sebagai gerbang strategis dalam melahirkan figur kepemimpinan yang kredibel, berintegritas, dan berorientasi masa depan. Kegiatan ini diharapkan berfungsi sebagai katalisator efektif bagi pengembangan potensi pemuda serta penguatan peran generasi muda sebagai mitra strategis pemerintah dalam konteks pembangunan daerah.
Dalam konteks tata kelola demokrasi internal, terdapat penekanan kuat agar proses seleksi berjalan secara objektif, bersih, dan bebas dari intervensi negatif. Prinsip utama yang diusung adalah terciptanya kepemimpinan yang berbasis pada kapasitas intelektual dan praktis, bukan dominasi modal finansial atau praktik politik uang.
Bacajuga:Selamat Memperingati Hari Kartini Tahun 2026 – Hak Wanita Semakin Meningkat “
Nandang Nur Fajar, selaku Wakil Ketua 2 Bidang Organisasi dan Kaderisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Tasikmalaya yang juga menjabat sebagai anggota Steering Committee (SC) Musda KNPI XVI periode 2026-2029, menegaskan pentingnya transformasi fokus dalam penyelenggaraan forum ini. Menurutnya, proses pemilihan harus menolak segala bentuk kontribusi finansial yang berindikasi transaksional dan sebaliknya mengutamakan substansi berupa gagasan, ide, serta kolaborasi program yang strategis.
“Harapannya adalah terpilih sosok pemuda yang bersih, memiliki kemampuan nyata, dan kapasitas untuk membawa perubahan, bukan sekadar bermodal uang. Fokus pada program dan visi,” ungkap Nandang.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Musda idealnya difungsikan sebagai ruang kompetisi gagasan dan formulasi kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan pendampingan kebijakan publik daerah serta pemberdayaan ekonomi pemuda, termasuk inisiatif di sektor ekonomi kreatif. Forum ini tidak boleh direduksi menjadi ajang yang bertentangan dengan etika organisasi dan prinsip demokrasi yang sehat.
“Musda seharusnya menjadi ajang adu program pendampingan pemerintah dan pemberdayaan ekonomi pemuda, bukan ajang bagi-bagi uang,” tegasnya.
Sebagai penutup, mandat utama bagi pemimpin yang terpilih nantinya adalah melakukan konsolidasi dan menyatukan berbagai elemen organisasi. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menghindari fragmentasi kepemimpinan serta memastikan keberlanjutan gerakan organisasi yang solid dan berorientasi pada kemaslahatan bersama, demi terwujudnya kemajuan yang berkelanjutan bagi pemuda dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Narasumber:
Nandang Nur Fajar
Wakil Ketua 2 Bidang Organisasi dan Kaderisasi Pemuda Pancasila Kabupaten Tasikmalaya
– Panitia Steering Committee (SC) MUSDA KNPI XVI 2026-2029 Kabupaten Tasikmalaya
Kordinator lintaspasundanews com wahid MA



