Kamis, April 30, 2026
BerandaBerandaSelamat Memperingati Hari Kartini Tahun 2026 - Hak Wanita Semakin Meningkat "

Selamat Memperingati Hari Kartini Tahun 2026 – Hak Wanita Semakin Meningkat “

lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(21 APRIL 2026) ~ Hari Kartini tahun 2026, warisan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dan hidup dalam realitas modern. Perempuan Indonesia kini semakin nyata mengambil peran di pendidikan, birokrasi, politik, bisnis, sains, hingga kepemimpinan publik. Semua Itu menunjukkan bahwa gagasan tentang akses pendidikan, martabat, dan kesempatan setara bukan sekadar simbol sejarah, melainkan proses sosial yang terus bergerak.

Meski tantangan seperti kesenjangan upah, representasi jabatan strategis, dan beban sosial masih ada, capaian hari ini membuktikan bahwa perjuangan Kartini telah memberi fondasi kuat bagi kemajuan hak-hak perempuan di Indonesia.

Namun di banyak daerah, peluang perempuan untuk menduduki jabatan sekretaris daerah memang masih relatif terbatas. Faktor utamanya sering bukan kemampuan, melainkan kombinasi budaya birokrasi yang masih maskulin, pola promosi jabatan yang dikuasai jaringan lama, pertimbangan politik, serta minimnya kaderisasi perempuan di posisi strategis menengah sebagai jalur menuju pucuk administrasi.

Bacajuga:Realita Pengelolaan Kawah Galunggung: Evaluasi Kinerja di Tengah Isu Kerusakan Lingkungan dan Belum Optimalnya Tata Kelola

Padahal secara kompetensi, banyak perempuan telah terbukti mampu memimpin organisasi besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesetaraan formal sudah ada, tetapi kesetaraan akses menuju jabatan tertinggi birokrasi daerah masih perlu diperkuat melalui sistem merit yang konsisten dan objektif.

Menurut pemerhati pemerintahan mengatakan alasan perempuan belum banyak menduduki jabatan sekda umumnya bukan karena kapasitas, melainkan hambatan struktural. Jabatan sekda biasanya diisi dari jalur karier birokrasi yang panjang, sementara perempuan sering lebih sedikit ditempatkan di posisi strategis sebagai batu loncatan.

Selain itu masih ada bias bahwa jabatan tinggi membutuhkan figur “keras” atau lebih cocok untuk laki-laki, ditambah proses seleksi yang kadang dipengaruhi jaringan politik dan kedekatan elite. Beban ganda pekerjaan dan tanggung jawab keluarga juga kadang membuat sebagian perempuan menghadapi tantangan tambahan. Jadi persoalannya lebih pada akses, budaya organisasi, dan sistem promosi, bukan kemampuan.

IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#DPRDKABUPATENTASIKMALAYA,#BUPATITASIKMALAYA,#,SEKDAKABUPATENTASIKMALAYA,#ASN,#PERANWANITA,#PUBLIK,#SEMUAORANG,#FYP,#VIRAL,#INDONESIANTOPOFTHEWORLD

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga