Jumat, Oktober 16, 2026
BerandaBerandaDi SMK Arrizqi Bina Insani, Kapolsek Sukaratu Jadi Pembina Upacara dan Sampaikan...

Di SMK Arrizqi Bina Insani, Kapolsek Sukaratu Jadi Pembina Upacara dan Sampaikan Pesan Moral

Oleh: Wahid MA
Editor lintasPasundan news. Com
Tasikmalaya, 21 September 2026 — Kehadiran Kepala Kepolisian Sektor Sukaratu, AKP Nurrozi, S.E., di SMK Arrizqi Bina Insani bukan sekadar kunjungan kedinasan. Beliau hadir langsung sebagai pembina upacara dalam upacara bendera yang berlangsung khidmat, sekaligus menyampaikan pembinaan karakter serta pesan moral kepada seluruh warga sekolah. Di Kecamatan Sukaratu, kepolisian hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan pelindung, pembimbing, dan sahabat generasi muda — aset paling berharga bagi masa depan bangsa.

Dunia pendidikan adalah ladang tempat potensi bangsa ditumbuhkan. Ketika aparat keamanan hadir di sekolah untuk membina dan memotivasi dengan kasih sayang, terjalinlah ikatan yang menyejukkan: negara hadir bukan sebagai penguasa, melainkan pelindung masa depan. Kepedulian AKP Nurrozi terhadap 230 peserta didik — termasuk empat siswa yang datang dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di sini — mencerminkan pandangan inklusif: setiap anak adalah tanggung jawab bersama. Menjauhkan mereka dari bahaya narkotika, kenakalan bermotor, perundungan, serta meneguhkan iman dan bakti kepada orang tua, berarti menyelamatkan masa depan bangsa.
Kepala Sekolah SMK Arrizqi Bina Insani, Hj. Neneng Nurlaela, M.Pd.I., menyambut kedatangan beliau dengan rasa syukur dan penghargaan mendalam.

“Atas nama seluruh warga sekolah, terima kasih setulus-tulusnya kepada Bapak Kapolsek. Kehadiran Bapak menjadi perhatian yang menyejukkan hati kami. Semoga nasihat yang didengar anak-anak tertanam kuat, menjadikan mereka pribadi cerdas sekaligus berbudi luhur, berguna bagi nusa, bangsa, dan agama,” ucapnya.

Sebagai pembina upacara, AKP Nurrozi menyampaikan lima pilar pegangan hidup bagi seluruh peserta didik:

Bacajuga:Klarifikasi Nana Juanda: Retribusi Masuk Cipanas Galunggung Berlandas Perda No. 1/2024 — Tidak Ada Komponen Biaya Parkir di Pintu Masuk

Pertama, hormati orang tua dan pendidik.
Guru adalah orang tua di sekolah. Ketaatan dan penghormatan kepada mereka adalah cerminan akhlak yang membawa kesuksesan sejati.

Kedua, jauhi perundungan dan pererat persaudaraan.
Sekolah adalah rumah kedua; teman adalah saudara. Keberagaman menjadi kekuatan, bukan alasan perpecahan.

Ketiga, bertanggung jawablah menggunakan kendaraan.
Knalpot tidak standar, kebut-kebutan, dan berkendara sebelum usia layak mempertaruhkan nyawa sendiri maupun orang lain. Utamakan keselamatan.

Keempat, jauhi narkoba dan minuman keras.
Keduanya merusak pikiran, kesehatan, dan masa depan. Kami memperingatkan karena menyayangi kalian. Fokuslah pada ilmu pengetahuan — itulah pelita masa depan yang sesungguhnya.
Kelima, kokohkan iman dan ketaatan kepada Allah SWT.
Segala usaha bermakna sempurna jika didasari ibadah dan ketaatan kepada Pencipta. Menjaga hubungan baik dengan-Nya mengarahkan hidup menjadi lebih terarah dan penuh berkah.

Di akhir penyampaian, AKP Nurrozi mengingatkan situasi kenakalan remaja di Sukaratu relatif terkendali, namun kewaspadaan tidak boleh dikendurkan. Ia memohon peran aktif orang tua — mengawasi pergerakan dan kebiasaan anak — karena teguran keluarga jauh lebih mendidik daripada sanksi aparat. Kepolisian tetap hadir maksimal, namun peran keluarga adalah fondasi utama yang tak tergantikan.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga