Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(09/04/2026) ~ Sorotan tajam kini mengarah pada kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Isu kurangnya fokus dalam menjalankan tugas jabatan baru mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan internal hingga eksternal.
Sejumlah sumber di lingkungan kerja sangat dipercaya mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa transisi jabatan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas kerja yang dinilai tidak konsisten, termasuk intensitas keberadaan di luar unit kerja utama, memunculkan pertanyaan serius: apakah jabatan yang diemban benar-benar dijalankan secara penuh, atau justru masih terikat pada pola kerja lama?-masuk ruangan kerja tak lama pergi kembali ketempat sebelumnya.
Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyentuh aspek mendasar birokrasi—disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab. Dalam sistem pemerintahan yang menuntut akuntabilitas tinggi, setiap pejabat struktural semestinya menunjukkan komitmen total terhadap posisi yang dipercayakan, bukan setengah hati.
Dari sisi pelayanan publik, kritik juga datang dari kalangan jurnalis. Akses informasi yang seharusnya menjadi bagian dari fungsi pelayanan justru dinilai berbelit. Alih-alih memberikan penjelasan, pihak terkait kerap mengarahkan pertanyaan ke pejabat diatasnya (Setwan), yang mencerminkan lemahnya penguasaan fungsi atau minimnya kesiapan dalam menghadapi peran strategis.
Praktisi administrasi publik menilai fenomena ini sebagai sinyal lemahnya manajemen internal dan pengawasan. “Jika seorang pejabat tidak segera beradaptasi, maka dampaknya bukan hanya pada dirinya, tetapi pada kinerja organisasi secara keseluruhan,” tegasnya.
Lebih jauh, kondisi ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif daerah yang seharusnya menjadi representasi akuntabilitas dan pelayanan. Ketika birokrasi di dalamnya tidak berjalan optimal, maka yang dipertaruhkan adalah kredibilitas institusi.
Ketika dikonfirmasi penulis setwan H. Opan Sofyan diharapkan tidak menutup mata akan hal ini dan minta diberi peringatan kepada bawahannya seorang kasubag. Evaluasi menyeluruh, penegasan disiplin, hingga langkah pembinaan atau penataan ulang menjadi keniscayaan. Sebab, membiarkan kondisi ini berlarut hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa standar profesionalisme ASN masih jauh dari harapan.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#KETUADPRDKABUPATENTASIKMALAYA,#BUPATITASIKMALAYA,#SEKRETARISDAERAHKABUPATENTASIKMALAYA,#KEPALABKPSDM,#ASNSETDA,#SETWAN,#PUBLIK,#FYPVIRAL,#SEMUAORANG,#SOROTANTAJAM



