Lintaspasundannews.Garut
Rabu 25 Maret 2026 kordinasi ini yang di laksanakan di kantor UPT pertanian lewigoong kab.garut program ini merupakan bentuk antisipasi kejadian kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan
Turut hadir dalam acara ini.
Kementrian pertanian
Kementrian BBWS pusat
Kementrian dalam negeri
Kadis pertanian provinsi Jawa Barat Dinas pertanian kab.garut serta UPT empat(4) kecamatan di antara kec.leles kec.lewigoong kec.Banyuresmi kec.cibatu serta kades Sindangsari dan kades Dungusiku juga banyak anggota yg
hadir pada kesempatan ini
Dalam sambutannya Mentri pertanian Ir.H.Nandang Sudrajat,MH
“Menyatakan perlunya kordinasi antar sektor untuk menghadapi musim kemarau (MK) mendatang.
Mempertahankan swasembada pangan karena sudah tugas seluruh stakeholder.
Oleh karena itu kementrian pertanian kembali mengajak untuk bersama sama menentukan strategi menghadapi musim kemarau supaya tidak terjadi kekeringan .salah satu strateginya melalui percepatan ber cocok tanam serta perlu bimbingan agar air dapat di kelola semaksimal mungkin.
Terdapat indikasi akan terjadi EL Nino lemah-di bulan mei-juli dengan peluang 50-60% prediksi awal musim kemarau.
Bahkan Kementan menggenjot program pompanisasi kelahan tanah hujan terutama di wilayah yang terdampak El Nino agar dapat mendorong para petani padi supaya masih dapat ber cocok tanam
Dalam menghadapi kondisi tersebut Ir.H.Nandang S MH. Menekankan pentingnya pemantauan dini melalui teknologi termasuk penggunaan data satelit untuk memantau kelembaban tanah dan kesehatan vegetasi
Menurutnya tersebut menjadi dasar bagi petani dan pemerintah dalam strategi pengelolaan air serta waktu tanam yang lebih adaptif.
Lebih jauh,iya mengingatkan bahwa fenomena El Nino menunjukan keterkaitan erat antara sistem iklim global dengan kondisi lokal di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas “pungkasnya”
Sebagai negara agraris,indonesia perlu memperkuat strategi menghadapi kemarau,mulai dari konsverasi air pengelolaan tanah,hingga peningkatan kewaspadaan terhadap kekeringan dan terjadi kebakaran lahan
Karena ketahan panganan sangat di butuhkan oleh warga masyarakat di keseluruhan.
Hingga harus betul-betul mengoptimalkan pertanaman di wilayah daerah irigasi dengan percepatan tanam sehingga bisa segera tanam sebelum debit air makin berkurang.
“D’Redi”



