Rabu, Oktober 14, 2026
BerandaBerandaREVITALISASI SDN SUKASARI: FONDASI BARU PENDIDIKAN DI PEDESAAN, HARAPAN YANG BELUM TUNTAS

REVITALISASI SDN SUKASARI: FONDASI BARU PENDIDIKAN DI PEDESAAN, HARAPAN YANG BELUM TUNTAS

Oleh: Wahid MA
Editor — Lintas Pasundan News.com
Tasikmalaya, 8 Oktober 2026 — Kualitas sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu pilar paling mendasar yang menopang tegaknya mutu pembelajaran. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan memadai bukan sekadar kebutuhan fisik semata; ia adalah prasyarat mutlak untuk menumbuhkan semangat belajar, mengasah konsentrasi peserta didik, serta mendorong kinerja tenaga pendidik agar dapat berbakti secara optimal. Menyadari hakikat tersebut, program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan pemerintah menjadi langkah strategis yang menjawab kebutuhan pembenahan fasilitas secara menyeluruh, khususnya di daerah-daerah yang telah lama mendambakan pembaruan.

Salah satu satuan pendidikan yang kini mulai merasakan kesejukan dari langkah pemerintah tersebut adalah SDN Sukasari. Berdasarkan papan identitas resmi sekolah, lembaga pendidikan ini beralamat di Kampung Ciburuy, Desa Sukasukur, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya — dengan nomor statistik sekolah 101021206042 dan NPSN 20210990, yang telah terakreditasi dan menjadi rumah kedua bagi putra-putri warga di wilayah tersebut.

Bacajuga:Pengantar Nota Keuangan Tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2027, Tasikmalaya, 29 September 2026 “

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan ini merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Dasar. Kegiatan ini dibiayai sepenuhnya dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp971.079.375, dilaksanakan oleh tim pelaksana P2SP dalam jangka waktu 120 hari kalender.

Dalam kesempatan konfirmasi, Kepala Sekolah SDN Sukasari, Dede Darusman, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terealisasinya program ini.

“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Daerah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Pusat. Atas perhatian dan kepedulian yang telah diberikan, permohonan kami untuk memperbarui bangunan sekolah yang sudah lama memerlukan pembenahan akhirnya terwujud. Hal ini sungguh menjadi anugerah yang membuat kami semakin teguh dalam mengemban amanah mendidik putra-putri di sini. Semoga pembaruan gedung ini menjadi fondasi yang kokoh bagi kenyamanan proses belajar-mengajar, agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang layak, aman, dan membanggakan,” ujar Dede Darusman dengan nada haru dan tulus.

Sekolah ini kini menaungi 127 peserta didik — putra-putri warga yang berharap masa depan mereka terang melalui pendidikan. Jajaran tenaga pendidik dan kependidikan di SDN Sukasari terdiri dari: 3 orang guru berstatus ASN, 1 orang PPPK penuh, 2 orang PPPK paruh waktu, 3 orang tenaga pengajar berstatus honorer, serta 1 orang tenaga penjaga sekolah yang senantiasa menjaga keutuhan lingkungan pendidikan ini.

Di tengah rasa syukur atas perbaikan gedung yang telah berjalan, Dede Darusman juga menyampaikan harapan yang tulus dan mendalam kepada para pemangku kebijakan.

“Kami memohon perhatian lebih lanjut dari Dinas Pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, maupun para anggota Dewan yang terhormat. Sekolah kami berada di lokasi yang agak jauh dari pemukiman warga, sehingga kami sangat memerlukan pembangunan pagar keliling guna menjaga keamanan dan ketertiban dari pihak-pihak yang berniat kurang baik. Ini bukan sekadar soal pembatas fisik, melainkan perlindungan bagi anak-anak kita yang sedang menuntut ilmu di sini.”
Lebih lanjut, Kepala Sekolah ini juga menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan yang mendalam terkait nasib para pendidik yang hingga kini masih berstatus honorer.

“Kami sangat prihatin menyaksikan pengabdian para tenaga pengajar yang masih berstatus honorer. Mereka hadir dengan kedisiplinan yang tinggi, ketulusan yang tulus, dan dedikasi yang tak diragukan dalam membimbing anak-anak setiap hari. Kami memohon kepada pemerintah agar dapat melirik dan mengangkat status mereka, mengingat karakter, kesetiaan, dan semangat pengabdian yang telah mereka tunjukkan selama ini. Bagaimanapun juga, masa depan pendidikan kita tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan mereka yang berdiri di barisan terdepan,” pungkasnya.

Harapan besar ini kini tergantung sebagai doa sekaligus permohonan yang tulus: agar langkah revitalisasi yang telah dimulai menjadi awal perhatian yang utuh — tidak hanya pada bangunan fisik, tetapi juga pada manusia-manusia yang menjaga dan menerangi peradaban di sekolah ini.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga