Selasa, September 15, 2026
BerandaBerandaLiterasi Informasi di Era Digital: Tantangan Memilah Fakta dan Hoaks dalam Isu...

Literasi Informasi di Era Digital: Tantangan Memilah Fakta dan Hoaks dalam Isu Kebencanaan

Oleh wahid MA

Editor: Lintas Pasundan news. Com

Tasikmalaya, 15 September 2026 — Suasana berlangsung hangat dan akrab di ruang kantor Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Di tengah obrolan yang mengalir secara alami dan penuh kebersamaan, terungkap sebuah kekhawatiran mendalam yang dirasakan para pemangku kepentingan desa ini terhadap perkembangan zaman yang kian bergerak cepat. Tanpa kesan kaku ataupun formalitas berlebih, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mekarjaya, H.A.M. Guntur, dengan tulus menyampaikan keprihatinannya menyaksikan bagaimana kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi di era modern justru melahirkan kerentanan baru di tengah masyarakat.

“Sejujurnya, saya melihat perkembangan zaman dan kemajuan teknologi ini memang sesuatu yang patut disyukuri. Namun di sisi lain, ada hal yang sangat saya sayangkan,” ujar H.A.M. Guntur dalam perbincangan santai namun sarat makna tersebut. Beliau menyampaikan, di mana setiap orang kini begitu mudahnya menyebarkan berita di berbagai aplikasi media sosial, banyak di antaranya berisi informasi yang belum tentu benar—terutama yang berkaitan dengan isu-isu kebencanaan.

Fenomena ini semakin mengkhawatirkan ketika banyak penggiat media sosial sengaja menyusun dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, bahkan berupa berita bohong, semata-mata untuk menarik perhatian penonton dan memperbanyak jumlah penayangan. Demi meraih perhatian dan jumlah penonton yang sebanyak-banyaknya, dampak yang ditimbulkan oleh penyebaran informasi yang menyesatkan justru sering kali diabaikan. Berita-berita yang tidak jelas sumbernya itu tersebar begitu cepat, menimbulkan kecemasan yang berlebihan, bahkan sering memicu kepanikan yang sebenarnya tidak perlu.

“Kita harus bijak membedakan mana informasi yang dapat dipercaya dan mana yang sekadar dugaan atau bahkan rekayasa semata,” tambahnya dengan nada menasihati namun tetap lembut.

Meski demikian, H.A.M. Guntur tak lupa menyampaikan apresiasi yang tulus kepada lembaga-lembaga resmi yang bekerja secara profesional, khususnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Saya sangat mengapresiasi BMKG. Mereka memberikan data yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Justru lembaga seperti inilah yang patut kita jadikan pegangan utama, bukan berita-berita yang belum tentu kebenarannya,” ungkapnya.

Pandangan senada turut disampaikan oleh Fuad Aminudin, tokoh pemuda yang juga menjabat sebagai perangkat Desa Mekarjaya. Dalam perbincangan yang sama, beliau menyampaikan bahwa masyarakat kini seolah-olah merasa lebih dulu mengetahui adanya bencana—baik gempa bumi yang berpotensi tsunami, tanah longsor, maupun bencana lainnya—hanya karena berita itu tersebar di media sosial, bahkan sebelum ada pernyataan resmi. Padahal, kesiapsiagaan menghadapi bencana memerlukan informasi yang akurat dan terpercaya, bukan dugaan yang menyesatkan.

“Belum lagi, belakangan ini kita juga disibukkan dengan bencana kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di berbagai tempat,” tutur Fuad dengan nada prihatin. “Semua bencana ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa terkecuali. Di tengah situasi yang serba tidak pasti ini, yang kita butuhkan adalah informasi yang benar, bukan berita bohong yang justru memperburuk keadaan.”

Perbincangan yang berlangsung sederhana namun penuh bobot di ruang kantor Desa Mekarjaya ini akhirnya bermuara pada satu kesepakatan bersama: kemajuan teknologi adalah anugerah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, namun kemudahan itu harus disertai dengan kebijaksanaan dalam menerima dan menyebarkan informasi. Masyarakat diharapkan semakin cermat dalam menyaring berita, senantiasa merujuk kepada sumber-sumber yang resmi, dan menjadikan kesiapsiagaan serta persatuan sebagai benteng utama dalam menghadapi segala kemungkinan yang datang dari alam.

 

 

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga