Oleh: Wahid MA
Editor: Lintas Pasundan news. Com
Tasikmalaya, 14 September 2026 — Pendidikan sejati tidak hanya melahirkan kecerdasan intelektual, melainkan juga membentuk kesadaran moral, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun sesama. Pemahaman inilah yang mendorong jajaran Kepolisian Sektor Sukaratu secara berkelanjutan menyelenggarakan pembinaan karakter di satuan-satuan pendidikan di wilayahnya — sebuah langkah strategis yang menjembatani peran institusi keamanan, dunia pendidikan, dan keluarga dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif zaman.
Bertepatan dengan pelaksanaan upacara rutin di SMP–SMK IT Daarul Falaah, Kecamatan Sukaratu, AKP Nurrozi, S.E., selaku Kapolsek Sukaratu, hadir langsung sebagai pembina upacara sekaligus memberikan penyuluhan kepada seluruh peserta didik, baik jenjang SMP maupun SMK. Dalam penyampaiannya yang sarat nilai dan disampaikan dengan bahasa yang mendalam namun mudah dipahami, beliau menegaskan empat pilar utama yang harus menjadi pedoman hidup setiap pelajar:
Pertama, hentikan segala bentuk perundungan atau bullying. Kapolsek mengajak seluruh siswa untuk membangun komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai. “Mari kita berjanji untuk saling menyayangi, saling menghargai, dan menjadikan sesama teman sebagai sahabat terbaik untuk meraih prestasi. Tidak ada tempat bagi perundungan di antara kita,” pesannya yang disambut kesadaran bersama.
Kedua, taati aturan berlalu-lalang dan berkendara. Beliau secara khusus mengingatkan agar tidak menggunakan knalpot bising, memodifikasi kendaraan tanpa standar keselamatan, melawan arus, maupun mengemudi dengan kecepatan berlebihan. “Kendarailah sesuai ketentuan yang berlaku. Pastikan kalian cukup umur, mahir mengemudi, dan senantiasa membawa Surat Izin Mengemudi. Kepatuhan adalah cermin kedewasaan,” tegasnya.

Ketiga, jauhi segala bentuk zat adiktif. Penggunaan minuman keras, narkoba, maupun psikotropika ditekankan sebagai pintu masuk kehancuran masa depan.
Generasi muda harus mampu menjaga diri dari jerat yang merusak fisik, akal, dan potensi diri. “Masa depan kalian terlalu berharga untuk dikorbankan demi sesaat kesenangan yang semu,” ujarnya dengan nada mengingatkan yang tulus.
Keempat, hargai guru dan berbakti kepada orang tua. Beliau menekankan bahwa keberhasilan sejati tidak lepas dari doa dan bimbingan kedua pihak. “Hormatilah gurumu, taatilah orang tuamu. Karena di dalam doa mereka terdapat keberkahan dan jalan yang mustajab menuju kesuksesan. Tak ada keberhasilan yang dapat menggantikan kasih sayang dan doa mereka,” ungkapnya menyentuh hati.
Kapolsek juga menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini dilaksanakan secara terjadwal, bergilir, dan berkesinambungan di berbagai sekolah bersama Kanit Binmas. “Apabila sewaktu-waktu saya berhalangan hadir, tim yang telah ditunjuk akan mewakili untuk menyampaikan pesan-pesan yang sama, sehingga pembinaan ini tidak terputus dan tetap merata hingga ke seluruh satuan pendidikan di wilayah kami,” ungkapnya.
Menyambut kegiatan tersebut, Sipa Saripah, S.Pd., Kepala Sekolah SMK IT Daarul Falaah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang sedalam-dalamnya atas perhatian dan kehadiran langsung Kapolsek Sukaratu di tengah para peserta didik. “Kehadiran Bapak Kapolsek bukan sekadar penyuluhan semata, melainkan sebuah perhatian tulus dari institusi kepolisian untuk ikut serta membentuk karakter anak-anak kami. Apa yang beliau sampaikan hari ini, kami yakini akan menjadi bekal dan fondasi yang kokoh bagi mereka dalam melangkah ke masa depan.
Atas nama seluruh keluarga besar SMP–SMK IT Darul Falah, para pendidik, maupun para peserta didik, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Semoga setiap kata yang beliau titipkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir dan menjadi cahaya yang senantiasa menuntun langkah anak-anak kami menuju kesuksesan,” ujarnya dengan penuh haru dan penghargaan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudi pekerti luhur dan taat hukum, bukan semata-mata tanggung jawab sekolah maupun keluarga, melainkan tanggung jawab bersama antar seluruh elemen masyarakat — termasuk institusi kepolisian yang hadir bukan sekadar sebagai pengayom, melainkan juga sebagai mitra setia dalam mendidik dan membimbing generasi penerus bangsa.



