lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(10/04/2026) ~ Padamnya listrik dari jaringan PLN hari Jumat ini, seharusnya bukan menjadi alasan lumpuhnya aktivitas di Kantor Sekretariat DPRD. Namun fakta di lapangan justru memalukan: genset yang mestinya menjadi garda terakhir penyelamat operasional, justru tak berfungsi. Ini bukan sekadar gangguan teknis, ini adalah potret telanjang dari kelalaian yang sistemik. Bagian Pemeliharaan seakan hidup tanpa rasa tanggung jawab—anggaran rutin habis, tapi hasil nihil. Publik berhak curiga: apakah perawatan hanya formalitas laporan di atas kertas?
Lebih ironis, lembaga yang seharusnya menjadi simbol pengawasan justru gagal mengawasi rumah tangganya sendiri. Ketika listrik padam, pelayanan berhenti, kerja mandek, dan kepercayaan publik runtuh. Genset yang mangkrak bukan sekadar mesin mati—ia adalah simbol matinya disiplin dan akuntabilitas. Jika bagian Pemeliharaan tak mampu menjalankan fungsi dasarnya, maka pertanyaannya sederhana: untuk apa mereka dipertahankan?
Kondisi ini tak bisa lagi ditutupi dengan alasan klasik. Harus ada audit terbuka, evaluasi menyeluruh, dan jika perlu, pencopotan pejabat yang lalai. Kegagalan ini bukan kesalahan kecil, ini bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawab publik. Jika dibiarkan, maka yang padam bukan hanya listrik—tetapi juga integritas lembaga itu sendiri.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#KETUADPRDKABUPATENTASIKMALAYA
#BUPATITASIKMALAYA
#SETWAN,#BAGIANUMUM,#PUBLIK,#SEMUAORANG,#FYP,#VIRAL



