Lintaspasundannews.Ciamis Selatan terkait erat dengan sejarah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Panjalu. Kawasen, yang terletak di sekitar Banjarsari, pernah menjadi wilayah kekuasaan yang diberikan kepada anak-anak Maharaja Sanghyang Cipta Di Galuh, seperti Sanghyang Permana.
Elaborasi:
Kawasan sebagai Bagian Kerajaan Galuh:
Kawasen, termasuk wilayah di sekitar Banjarsari, dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Galuh. Ketika Maharaja Sanghyang Cipta Di Galuh masih berkuasa, ia memberikan wilayah kekuasaan kepada dua anaknya, salah satunya adalah Sanghyang Permana untuk Kawasen.
Sanghyang Permana:
Sanghyang Permana adalah anak bungsu Maharaja Sanghyang Cipta Di Galuh dan berkuasa di Kawasen sejak tahun 1590.
Hubungan dengan Kerajaan Panjalu:
Rahyang Kuning, yang di akhir hayatnya menjadi raja di Kawasen, jasadnya kemudian dibawa kembali ke Panjalu dan dimakamkan di Kapunduhan Cibungur, Desa Kertamandala,
Bacajuga:Ki ACEP AAN DAN KANG ARIP SUTRISNA NGANJANG KA KAMPUNG NAGA SALAWU*
Panjalu. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara Kawasen dan Kerajaan Panjalu.
Silsilah Penguasa Kerajaan Panjalu:
Untuk silsilah penguasa Kerajaan Panjalu secara lebih detail
Adipati Panaekan:
Keturunan Adipati Panaekan, yang juga memiliki kekuasaan di daerah tersebut, juga berperan dalam menyebarkan Islam ke wilayah utama, termasuk Kertabumi, Bojongmalang, dan Kawasen.
Kesimpulan:
Silsilah raja-raja Kawasen tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Panjalu. Kawasen, khususnya di sekitar Banjarsari, pernah menjadi wilayah kekuasaan yang diberikan kepada anak-anak Maharaja Sanghyang Cipta Di Galuh, seperti Sanghyang Permana.
Hubungan yang erat antara Kawasen dan Panjalu juga terlihat dari kisah Rahyang Kuning yang kemudian dimakamkan di Panjalu setelah menjadi raja di Kawasen
Kang Darsa Putra Kawasen (Aksara sunda”‘(ᮊᮀ ᮓᮁᮞ ᮕᮥᮒᮢ ᮊᮝᮞᮨᮔ᮪)



