Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(21/12/2025) ~ Kondisi politik dan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya tahun 2025, mencakup peristiwa utama, tren perkembangan, serta tema-tema penting yang memengaruhi dinamika wilayah sepanjang tahun ini :
1. Politik Daerah: Stabilitas dan Transformasi Kepemimpinan.
Pilkada dan Pergantian Kepala Daerah.
• Tahun 2025 diwarnai tahap pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan karena sengketa hasil pemilu sebelumnya. Tahapan PSU berjalan dengan aman dan partisipasi masyarakat diharapkan tetap tinggi seperti sebelumnya (~68% partisipasi) meskipun tantangan pelaksanaannya tetap ada.
• Ade Sugianto, yang telah menjabat Bupati sejak Desember 2018, berakhir masa jabatannya pada pertengahan 2025, kemudian digantikan oleh Cecep Nurul Yakin sebagai kepala daerah baru.
• RPJMD dan Perubahan APBD
Pemerintah Kabupaten bersama DPRD telah mengeluarkan APBD Perubahan 2025 yang fokus pada penguatan infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan kesehatan untuk merespons kebutuhan riil masyarakat.
• RPJMD 2025–2029 disahkan sebagai pedoman pembangunan jangka menengah daerah, mempertegas arah kebijakan pemerintah selama lima tahun ke depan.
Isu Strategis Pemerintah Daerah.
• Pemerintah mengidentifikasi sejumlah isu strategis, termasuk peningkatan SDM, percepatan pembangunan desa berbasis potensi lokal, penanganan kemiskinan, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif—yang semua dimasukkan dalam arah kebijakan RPJMD dan APBD.
2. Ekonomi: Tantangan, Stabilitas Harga, dan Digitalisasi.
Pertumbuhan Ekonomi.
• Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya di Triwulan III-2025 diproyeksikan sebesar 3,76% YoY, lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat (~5,20%). Hal ini mencerminkan tekanan ekonomi regional yang mengharuskan pemulihan dan diversifikasi sektor industri lokal.
Kemiskinan & Kesejahteraan.
• Data BPS menunjukkan penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Tasikmalaya menjadi sekitar 10,15% pada Maret 2025, sedikit turun dibanding tahun sebelumnya, menandakan perbaikan akses ekonomi dan upaya nyata pengentasan kemiskinan.
Inflasi & Stabilisasi Harga.
• Kebijakan pengendalian harga menjadi fokus penting pemerintah daerah dengan peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan penghargaan sebagai daerah terbaik pengendali inflasi dan dalam akselerasi digitalisasi ekonomi di tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2025.
Digitalisasi Ekonomi.
• Pemerintah daerah juga mendapat apresiasi karena langkah progresif dalam digitalisasi ekonomi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), yang membantu memperkuat ekosistem UMKM dan transaksi digital lokal.
Dukungan Pembiayaan UMKM.
• Penyaluran pembiayaan kredit usaha produktif seperti KUR dan Ultra Mikro (UMi) di wilayah Priangan Timur, termasuk Kabupaten Tasikmalaya, terus meningkat, mendukung pelaku UMKM sebagai penopang ekonomi lokal.
3. Fokus Pemerintah dan Tantangan Kedepan.
• Penguatan Ketahanan Sosial-Ekonomi
Pemerintah daerah menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan dan penanggulangan inflasi untuk mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok serta menjaga daya beli masyarakat.
Target Pembangunan SDM.
• Peningkatan kualitas sumber daya manusia dilihat sebagai faktor penting dalam jangka panjang, termasuk melalui investasi pendidikan, peningkatan rata-rata lama sekolah, serta program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Kesenjangan Ekonomi.
• Tantangan utama tetap pada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan merata, khususnya memperkuat sektor unggulan lokal (pertanian, UMKM, dan industri kreatif), serta menciptakan lapangan kerja baru untuk menurunkan angka kemiskinan lebih signifikan.
Kesimpulan Tahun 2025.
1. Politik lokal Kabupaten Tasikmalaya relatif stabil dengan pelaksanaan PSU Pilkada, pergantian kepemimpinan bupati, dan penetapan tata kelola pemerintahan melalui APBD dan RPJMD.
2. Ekonomi daerah menunjukkan perbaikan di beberapa indikator (penurunan kemiskinan, stabilitas harga) meskipun pertumbuhan masih di bawah rata-rata provinsi.
3. Upaya digitalisasi dan pengendalian inflasi menjadi tema penting yang dibangun sebagai modal untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
4. Tantangan ke depan meliputi perluasan investasi, peningkatan keterampilan SDM, dan penguatan sektor ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Sumber : Dari berbagai literatur dan pustaka pribadi.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#DPRDPROVJABAR,#PEMPROVJABAR,#DPRDKABTASIKMALAYA,#BUPATITASIKMALAYA,#KOMINDIGIDANHUMASPROVJABAR,#KOMINFODANDOKPIMSEKRETARIATDAERAHKABTASIKMALAYA,#MASYARAKATJAWABARAT,#PUBLIK,#SEMUAORANG,#SOROTANTAJAM,#FYPVIRAL,#INDONESIANTOPOFTHEWORLD



