Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(21/12/2025) ~ Jika kita menyimak peristiwa utama secara ringkas, yang membentuk suasana dunia secara politik, ekonomi, dan geopolitik adalah ::
1. Politik Global 2025 — Ketegangan, Konflik & Perubahan Arah Kebijakan
Kembalinya Donald Trump & Dampaknya.
Donald Trump memasuki masa jabatan kedua sebagai Presiden AS dengan agenda besar, termasuk pemangkasan birokrasi, kebijakan imigrasi ketat, perang dagang, dan kebijakan luar negeri yang agresif. Hal ini membawa ketentuan politik dan ekonomi yang signifikan, sekaligus menimbulkan kritik domestik maupun internasional karena penurunan dukungan publik dan polarisasi politik.
Politik Uni Eropa & Isu Perdagangan.
Negosiasi besar terkait free trade agreement antara Uni Eropa dan blok Mercosur (Amerika Selatan) terancam gagal karena keberatan dari negara-negara seperti Prancis dan protes petani Brussel yang khawatir tentang persaingan dan keseimbangan regulasi.
Dukungan EU ke Ukraina.
Uni Eropa menyetujui paket bantuan besar €90 miliar untuk Ukraina guna memperkuat ekonomi dan pertahanan di tengah perang yang masih berlanjut, meskipun ada perbedaan pendapat antar negara anggota soal sumber pembiayaan.
Konferensi Keamanan & Isu Global.
Pembicaraan seperti Munich Security Conference menyoroti meningkatnya multipolaritas dunia — dengan negara-negara Eropa didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam pertahanan regional sementara hubungan dengan AS dan konflik di Ukraina mendominasi agenda keamanan global.
BRICS & Multipolaritas.
Pertemuan puncak BRICS di Rio de Janeiro menekankan kerja sama di Global South, terutama dalam perdagangan, investasi, dan regulasi kecerdasan buatan, sambil menyerukan reformasi struktur pemerintahan global.
2. Ekonomi Global 2025 — Perlambatan, Ketidakpastian & Tantangan Baru.
Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi.
Bank Indonesia dan IMF menyoroti perlambatan ekonomi global di bawah 3 % pada 2025 karena tarif perdagangan AS, risiko geopolitik, dan ketidakpastian pasar.
Banyak negara, termasuk Indonesia, telah menyesuaikan target pertumbuhan dan mengantisipasi dinamika global yang tak menentu.
Bisnis Ekonomi.
Ekonomi China yang Menantang
China, meskipun masih menghasilkan surplus perdagangan besar, menghadapi perlambatan konsumsi domestik, krisis properti yang berlanjut, dan tekanan struktural yang membatasi pertumbuhan secara signifikan.
Ketegangan Perdagangan & Fragmentasi Sistem Keuangan.
Tingkat tarif tinggi dan ketegangan perdagangan AS-China telah mendorong negara untuk mencari jaringan finansial alternatif di luar sistem barat seperti SWIFT — sebuah tren menuju fragmentasi ekonomi global.
3. Indonesia 2025 — Politik & Ekonomi Domestik
Pemerintahan Baru & Stabilitas Politik.
Indonesia berada di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah pemilu sebelumnya. Kritik dan pendapat masyarakat beragam tentang kinerja pemerintah di berbagai sektor sepanjang tahun.
Kinerja Ekonomi Indonesia.
• Ekonomi Indonesia tumbuh moderat dengan pertumbuhan PDB sekitar 5 % di pertengahan tahun.
• Bank Dunia dan lembaga internasional memasang proyeksi yang sedikit lebih rendah dibanding target nasional, seiring dengan tantangan global yang berdampak pada ekspor dan permintaan luar negeri.
Daya Beli & Kelas Menengah.
Beberapa catatan sosial menunjukkan dampak tekanan ekonomi domestik terhadap daya beli kelas menengah, dengan diskusi tentang masalah pengangguran dan konsumsi turun di masyarakat.
4. Isu Lainnya yang Mempengaruhi Politik & Ekonomi.
Isu Pemuda & Ketidakpuasan Sosial.
Protes berbagai kelompok seperti generasi muda Gen Z di negara-negara seperti Maroko menunjukkan gejolak sosial akibat ketidaksetaraan, pengangguran, dan layanan publik yang dirasa kurang memadai.
AI & Teknologi sebagai Faktor Geopolitik.
Kecerdasan buatan (AI), terutama generative AI, semakin dilihat sebagai alat strategis dalam persaingan global — memengaruhi kebijakan industri, kontrol data, dan daya saing ekonomi.
Kesimpulan Kaleidoskop 2025 :
Politik Global: ditandai oleh kebangkitan kekuatan nasionalisme (AS), multipolaritas yang meningkat (BRICS, EU), dan konflik geopolitik yang masih berkelanjutan.
Ekonomi Global: menghadapi perlambatan pertumbuhan, tekanan perdagangan, dan fragmentasi sistem keuangan.
Indonesia: stabil secara politik, tetapi tetap menghadapi tantangan ekonomi global dan kebutuhan memperkuat konsumsi domestik serta daya saing ekspor.
Sumber : Dari berbagai literatur dalam & luar negeri & pustaka pribadi.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#DPRRI,#DPRDPROVINSI,#DPRDKABUPATENDANKOTA,#PEMERINTAHINDONESIA,#GUBERNURSELURUHINDONESIA,#BUPATIWALIKOTASELURUHINDONESIA
#INTERNASIONAL,#NASIONAL,#INDONESIANTOPOFTHEWORLD,#BERITAPOPULERTAHUN2025,#PUBLIK,#SOROTANTAJAM,#FYPVIRAL,#SEMUAORANG



