lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(16 APRIL 2026) ~ Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Euis Sintawati mengaku merasa tersakiti atas pemberitaan yang menyorot dirinya. Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti rapat kerja bersama Sekda dan Komisi I hari ini.
Namun publik tentu berhak bertanya, mengapa ruang klarifikasi baru dibuka setelah sorotan media mengeras. Saat pejabat mengatakan tidak menolak jurnalis tetapi “belum ada kesempatan”, alasan tersebut justru terdengar sebagai dalih klasik birokrasi yang terlalu nyaman bersembunyi di balik kesibukan.
Jabatan publik bukan ruang sensitivitas pribadi, melainkan posisi yang wajib siap diuji, dikritik, dan dimintai keterangan kapan saja demi kepentingan masyarakat. Jika merasa tersakiti oleh pemberitaan, jalan keluarnya bukan mengeluh, melainkan membuka diri, menjawab lugas, dan membuktikan kinerja secara nyata.
Bacajuga:Ketika Regulasi Tak Konsisten: PNS Dibatasi, Kepala Daerah Dibiarkan
Catatan penting untuk “Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Euis Sintawati”.
Ibu dengarlah – ukuran kelayakan menduduki jabatan bukan ditentukan oleh gelar atau kedekatan, melainkan kemampuan memahami tugas, keberanian mengambil keputusan, keterbukaan kepada publik, serta kecakapan menjawab persoalan strategis daerah.
Bila komunikasi dengan masyarakat dan media saja tersendat, publik wajar mempertanyakan apakah penempatan jabatan tersebut sudah berdasarkan kompetensi atau sekadar formalitas birokrasi. Jabatan strategis menuntut kapasitas nyata, karena jika tidak mampu, yang dirugikan bukan hanya citra pejabat, tetapi laju pembangunan daerah itu sendiri.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#BUPATITASIKMALAYA,#PENJABATSEKDA,#ASISTENDAERAH1,#BKPSDM,#DISHUBKOMINFO,#INSPEKTORAT,#PUBLIK,#SEMUAORANG,#FYP,#VIRAL,#INDONESIANTOPOFTHEWORLD



