Asal Usul dan Masa Awal.Kota Tasikmalaya Lintaspasundannews
Kawasan ini awalnya dikenal sebagai Desa Sinjang Moyang, yang konon sudah ada sejak abad ke-16 Masehi, bahkan ada yang menyebut sejak masa Kerajaan Tarumanegara.
Konon,
Desa ini pernah menjadi tempat persembunyian bagi orang-orang yang dianggap “koruptor” atau pelanggar hukum dari kerajaan-kerajaan sekitar, seperti Kerajaan Galuh. Hal ini membuat wilayah ini dicurigai dan akhirnya diserang oleh pasukan kerajaan pada tahun 1501 M, yang menyebabkan banyak warga tewas.
Legenda Eyang Prabudilaya
Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil yang menjadi lokasi makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Eyang Prabudilaya, tokoh yang sangat dihormati masyarakat setempat.
Menurut legenda, Prabudilaya memiliki dua istri yang saling bersaing. Suatu hari ia ditemukan tewas di suatu tempat yang kemudian dinamakan Situ Cibeureum. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke pulau di tengah danau yang kini menjadi Situ Gede.
Hingga kini, makam tersebut sering dikunjungi orang untuk berziarah, dan kisahnya menjadi bagian dari kearifan lokal Tasikmalaya.
Situ Gede memiliki luas sekitar 47 hektare dan merupakan sumber air penting bagi warga sekitar, selain menjadi tempat wisata alam yang populer.
Seiring waktu, danau ini berubah dari wilayah yang memiliki sejarah kelam menjadi tempat rekreasi, olahraga air, dan pusat kegiatan masyarakat, serta menjadi simbol keindahan alam Tasikmalaya yang dijuluki “Sang Mutiara dari Priangan Timur”.
( Red Ade S )



