TASIKMALAYA –lintaspasundannews
Di kawasan objek wisata Cipanas Galunggung, tinggal seorang tokoh masyarakat yang sangat dihormati dan dikenal luas. Beliau adalah Haji UAS Resita, sosok yang kini dinobatkan sebagai Sesepuh Galunggung.
Lahir di kabupaten tasikmalaya tgl – 8 -1945, usia Haji UAS kini sudah mencapai senja. Namun, meski fisik telah menua, kemampuan dan skill yang dimilikinya tetap luar biasa dan menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu kelebihan utama yang dimiliki beliau adalah kepiawaiannya dalam merangkai dan menyusun kata-kata. Gaya bahasanya begitu indah dan memukau, bak seorang penyair ulung yang mampu memikat hati siapa saja yang mendengarnya.
Komunitas dan Ribuan Sahabat
Selain kemampuan bahasanya, Haji UAS juga dikenal sangat giat menjalin hubungan baik dengan sesama. Beliau mendirikan sebuah perkumpulan atau komunitas dengan tujuan utama untuk mempererat tali silaturahmi.
Berkat ketekunannya dalam bersilaturahmi itulah, hingga saat ini Haji UAS memiliki ribuan sahabat dari berbagai kalangan. Jejaring pertemanannya sangat luas, terbukti dari koleksi dokumen-dokumen kenalan yang ia simpan di kediamannya, mulai dari orang biasa hingga tokoh-tokoh penting dan berpengaruh.
Pujangga Berhati Mulia yang Tinggi Jiwa Sosialnya
Mengenal sosok Haji UAS Rosita lebih jauh, beliau dikenal sangat mahir merangkai kata-kata bak seorang pujangga ulung. Hampir dalam segala hal dan kategori apa saja seperti sebuah nama atau daerah dan yg lainnya.beliau mampu mengungkapkan makna melalui susunan kalimat yang indah, berirama, dan sangat memukau siapa saja yang mendengarnya.
Di balik kepiawaiannya dalam berbahasa, Haji UAS juga memiliki kesadaran sosial yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kepedulian yang konsisten ditunjukkannya setiap tahun. Beliau rutin menggelar kegiatan sosial, salah satunya adalah pelaksanaan santunan untuk anak-anak yatim.
Tak hanya itu, kebiasaan baik ini juga ia lakukan dengan selalu berbagi rezeki bersama sahabat-sahabatnya. Sungguh sebuah keteladanan, meski kehidupan sehari-hari Haji UAS Resita terbilang sangat sederhana, namun niat tulus dan iktikad baiknya tidak pernah terhalang untuk terus berbuat kebaikan bagi sesama.
Mengabdi di Tanah Galunggung
Bacajuga:Dandim 0612/Tasikmalaya Pimpin Apel Pagi dan Halalbihalal, Tekankan Disiplin dan Integritas Prajurit
Meski terlahir di Kecamatan Rajapolah, namun di akhir masa tuanya, hati Haji UAS tertambat di Galunggung. Beliau memilih tinggal dan mengabdikan diri di daerah tersebut.
Kiprah dan ketokohannya begitu diterima dengan baik oleh masyarakat setempat, sehingga Haji UAS Resita kini bukan hanya sekadar penduduk, melainkan telah menjadi Tokoh Masyarakat Galunggung yang dihormati, dicintai, dan menjadi panutan bagi banyak orang.
Suara Aspirasi Masyarakat
Tidak hanya dikenal sebagai sosok yang pandai merangkai kata, Haji UAS juga sangat peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Beliau pun tak ketinggalan memberikan aspirasi dan pertanggungjawaban sosial kepada masyarakat sekitar terkait rencana Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Hal ini berkaitan dengan wacana pengelolaan Objek Wisata Cipanas Galunggung yang rencananya akan dipihak ketigakan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menanggapi hal tersebut, Haji UAS memberikan masukan kepada Bupati Tasikmalaya. Ia meminta agar pihak pemerintah terlebih dahulu melakukan komunikasi yang terbuka dan melaksanakan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan wisata tersebut.
“Kepada Bupati Tasikmalaya, kami berharap agar rencana ini didahului dengan dialog dan sosialisasi yang baik kepada warga sekitar. Agar apa yang menjadi kebijakan dan rencana tersebut dapat berjalan dengan lancar, aman, dan diterima oleh semua pihak,” tegas Haji UAS. ( Kordinator
Wahid MA )



