Lintaspasundannews.com Kabupaten Tasikmalaya,Cilambu terletak di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat,di Cilambu Kanjeng Dalem Soekapura mempunyai aset /kekayaan kedaleman-kebupatian daerah Cilambu berupa Situ/Danau ,Sawah,Kebun,seluas kurang lebih 2(dua)hektar,kini tinggal kenangan karena saat ini sudah di miliki oleh perorangan di miliki warga masyarakat.13/01/2026
Aset Situ/Danau ,Sawah ,kebun,adalah milik Kedaleman/Kebupatian Soekapura yang harus di jaga ,dirawat ,sejengkal tanah pun jangan hilang.
Pasca Kedaleman/Kebupatian Soekapura adalah aset yang diurus oleh Nadzir atau Yayasan yang dimandatkan menjaga semua aset tersebut .Diduga alih-alih oleh turunannya di jual .” Ketika saya masih menjabat menjadi Kepala Desa Margahayu selama 3(tiga)pereode,pernah kedatangan tamu dari Jakarta ,beserta rombongan tiga mobil ,bersilaturahmi ke kantor Desa Margahayu,menanyakan eksistensi/keberadaan aset Soekapura yang ada di Cikembu,berupa Situ/Danau,Sawah,Kebun.Saya jawab selama saya menjabat Menjadi Kades ,data kepemilikan aset/soekapura sudah berganti nama perorangan baik berupa SPPT/sertifikat kepemilikan Tanah,kurang lebih ada 200 orang ,sudah menjadi milik pribadi” tutur Harun Mantan Kades/Kuwu Margahayu
Peninggalan /Petilasan (Atsar)Keluarga Sukapura yaitu Situ/Danau ,sawah,kebun,Keris,Goong,Kujang,pedang dan lain-lain.Adalah milik aset Soekapura ,merupakan atsar leluhur pada masa hidup dengan karyanya ,guna menegakan kebenaran (ADEG DAHA),demi kemanusiaan,drmi persatuan,demi keadilan masyarakat dengan bijaksana dan sejahtera.
Situ/Danau ,sawah,kebun,keris,kujang ,Goong adalah atsar yang mati yang tidak bisa bicara ,tidak bisa mendengar,tidak bisa berbuat apa-apa.
Sedangkan atsar yang nasih hidup (yang di tulis di Lauh Mahfudz)adalah anak keturunan Soekapura yang masih memiliki telinga dengan pendengarannya ,masih memiliki mata dengan penglihatannys,masih memiliki hidung dengan nafasnya,masih memiliki mulut dengan ucapannya
Untuk di baca di hayati Al Qur’an surat Ar Rum : 50 dan surat Yaasiin : 12.
Pegangan anak keturunan Soekapura terhadap leluhur Soekapura:
– Al Baqoroh : 154
– Ali Imron : 170
Merawat ,melestarikan peninggalan /petilasan (atsar )leluhur Sukapura
Selain berdasarkan wasiat leluhur Sukapura untuk merawat ,melestarikan atsar leluhur soekapura,perbuatan itu adalah Sunnatulloh,dimana Alloh pun menjaga ,merawat dengan menuliskannya didalam kitab Lauh Mahfud,bukan malah menuduh musrik,bukan malah berebut harta pusaka,Karena Nabi Muhammad SAW telah sempurna mengajarkan Islamnya.Nabi SAW bersabda dari Uqbah bin Amr Ra: ” Demi Alloh Aku tidak khatirkan kamu sekalian akan menyekutukan Alloh sepeninggalanku,ajan tetapi aku khawatirkan kamu sekalian akan perebutan harta di dunia dibumi ini( HR .Iman Bukhori)
Soekapura Ngadain Ngora
Atsar /peninggalan Leluhur Soekapura yang Hidup(manusia)wajib menegakan kebenaran (Adeg Daha)kembali,demi kemanusiaan kembali dengan penuh bijaksana,sehingga menjadi Soekapura Ngadaun .Bukan berarti membangun sistem kerajaan /kedaleman kembali ,bukan berebut harta pusaka,bukan membuat negara didalam negara.Tetapi berebut membangun kembali Nilai-nilai luhur Sukapura dalam jiwa anak Keturunan Soekapura sebagai peninggalan/petilasan /atsar yang Hidup di bawah naungan NKRI.
Firman Alloh SWT :Ath-Thuur:21,yang artinya: ” Dan orang-orang yang beriman,dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan .Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka,dan Kami tiada mengurangi amal mereka.Tiap-tiap manusia terkait dengan apa yang dikerjakannya”.Derajat manusia Dimata Alloh adalah sama kecuali yang bertaqwa dan Allohpun menjadikan manusia bersuku-suku,berbangsa-bangsa,supaya manusia saling mengenal dan hidup rukun di bumi ini,diperjelas dalam AL Qur’an Al Hujuraat;13.
Bupati Soekapura ka-VIII R.Tumenggung Wiradadaha Dalem Pasirtando R.Adipati Wiratubaya puputra 37 anak/putra.Wafat Dalem Pasirtando digentos ku putrana namina R.Anggadipa(Dalem Dipati Sepuh.Kabupaten Soekapura ngalih ka Tanah Galuh lebah leuweng tembong gunung distrik Pasir Panjang dinamian NAGARA HARDJA WINANGUN,tahun 1832 kenging opat taun pancen tugas,wafat katelah Dalem Dipati Sepuh ,puputra 14 anak/putra .
Bupati Soekapura ka -IX
Wafat Dalem Dipati Sepuh.Tahun 1836 digentos ku Rai namina R.Tanduwangsa sok disebut Dalem Temenggung Atawa Dalem Sepuh Atawa Dalem Danuningrat.ZAMAN BUPATI IEU TAHUN 1836 NAGARA DIGANTI NGARAN” MANONJAYA”.Dalem Danuningrat puputra 13 anak /putra.
Bupati Soekapura Ka-X
Wafat Dalem Danuningrat digentos ku putra namina R.RG.WIRADIMANGGALA ,sok disebut Dalem Sumeren ( heunteu jagungan putra)
Bupati Soekapura XI
Wafat Dalem Sumeren,tahun 1855 digentos ku Rai namina R.TANUWANGSA,jumeneng tahun 1855,Dina tahun 1865 gentos Nami R.Tumenggung Wiradadaha.Dina tahun 1872 kenging gelar Adipati ,Dina tahun ieu keneh liren/pensiun,linggih di Bogor katelah” DALEM DIPATI BOGOR” Puputra 37 anak/putra
Bupati Soekapura Ka-XII
Liren Dalem Dipati Bogor digentos ku Rai namina R.D.Danukusumah,gelar R.TUMENGGUNG WIRAHADININGRAT,
– 1889 kenging gelaran Adipati
– 1893 kenging gelaran Bintang Mas
– 1898 kenging gelaran Padjeng (payung)Kuning
– 1900 kenging gelaran Bintang
– 1900 wafat sok disebut” DALEM BINTANG”,puputra 19 anak/putra.
Bupati Soekapura Ka-XIII
Wafat Dalem Bintang di gentos ku putra saderek namina R.ARJA PRAWIRADININGRAT ,diangkat Bupati ti Manonjaya tanggal 28-2-1900,kabupaten Soekapura terus ngalih ka TASIKMALAYA Tahun 1900 anu sok disebut ” Dalem Ardja”,puptra 9 anak/putra.
Bupati Soekapura Ka-XIV
Wafat Dalem Ardja keur lalandong di mertua Dalem Cianjur ,malam kamis jam 4.30 subuh tanggal 18-6-1908/Jumadi awal 1326H.Dimakamkeun di pasarean Cianjur.Digentos kuputrana namina R.WIRATUNINGRAT ,Jumeneng Bupati tanggal 24 -8-1908.Ageung jasana ka nagara/rakyat,dadameulanana leukeun tur rajin.Diantawis padamelanana ngeplak/ngabukbak SAWAH LAKBOK,puluhan rebu hektar ranca-ranca di daerah Banjar ku anjeuna dipelakan lauk sepat Siem .Anjeuna puputra 16 anak/putra.
Bupati Soekapura Ka-XV
Wafat Dalem Adipati Wiratuningrat dinten Salasa tanggal 4-5-1937 digentos ku paman ti misan Rama putra Dalem Bintang namina R.Tg.Wiradiputra,bisluit Bupati no.5 tanggal 6-6-1938,garwaan KA saderek misan TI Rama nyaeta putra Dalem Bogor Nami NYI R.Bentang Radja kenging gelar Adipati.Puputra 3 anak/putra.
Bupati Soekapura Ka-XVI
Kalayan pamundut ku anjeunDalem Adipati Wiradiputra liren/pensiun,digentos ku Rai namina R.MAS SUNARJA(tilas Bupati Ciamis)puputra teu kacatur.
Bupati Soekapura Ka-XVII
Sangalihna Dalem Sunarja KA Bandung digentos deui ku R.Tg.WIRADIPUTRA(tilas Bupati Soekapura ka-XV),kinten-kinten Dina tahun 1949 Dalem Wiradiputra mundur liren kalayan pensiun.Ti wangkid ieu PUTRA-PUTRA SOEKAPURA TEU ACAN AYA ANU JANTEN BUPATI DI SUKAPURA.( Berakhirnya jaman Dalem Langsung dari Keturunan Soekapura)
Tasikmalaya dalam lingkungkunan NKRI ,Undan -undang No .1/1945 tanggal 23 Nopember 1945 dan Undang -undang no.22 tgl 10 Juli 1948 dan Undang Undang tahun 1950 tgl .8 Agustus 1950.
Sejak R.A.A.Wiratuningrat ,nama Kabupaten disebut Tasikmalaya
Bupati era NKRI yang pertama:
– R.Abas Wilagasomantri 1948-1951M.
Ketetapan Alloh,menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku -suku supaya kamu saling mengenal .YANG PALING MULIA ADALAH YANG TAQWA
– Wajib memelihara identitas Bangsa
– Wajib memelihara identitas suku
Siapa yang peduli Bangsa Indonesia => ORANG INDONESIA
Siapa yang peduli Pasundan=>ORANG SUNDA /SUKU SUNDA
Siapa yang peduli Keluarga Sukapura=>KETURUNAN KELUARGA SOEKAPURA.
Banyak aset -aset Soekapura yang perlu dijaga /dirawat tetap utuh sampai kiamat.
Aset -aset Soekapura: Pendopo Lama(kota Tasik),Lapang Dadaha,Situ Cibeureum,Tanah sawah di Sukaraja dan lain nya.
“Aset Soekapura yang keberadaannya perlu di telesuri seperti di Desa Cilangkap,Desa Pasir Panjang.Katanya penguasaan situ ,sawah,kebun cilambu pada jaman R.Junaedi(une),H.Odid.Ketika saya menjabat Kades Margahayu ,keberadaan situ dan tanah udah milik perorangan (diduga dijual oleh para turunan nya ).Bukti SPPT/sertifikat sudah dimiliki perorangan(ratusan orang)arsip data ada di Kantor Desa Margahayu,ketika ada pihak keluarga lain dari Jakarta menanyakan keberadaan itu situ,sawah,kebun wilayah Cilembu ,saya jelaskan apa adanya” ujar Harun Mantan Kades Margahayu (tiga periode)
” SITU/TANAH TEH,LAIN WARISAN TAPI AMANAH ,MUN AMANAH KUDU DI JAGA ,DIRIKSA,KU SEWE SIWINA/TEUREUHNA SAJENGKAL TANAH GE ULAH LEUNGIT” tutur Ki Acep Aan Keluarga Besar Bani R.Singamanggala bin R.Anggadipa Dalem Sawidak Bupati Soekapura ka-3.
Sumber:
– R.H.Abdullah Soleh /KD Kertinegara-Pensiunan Wadana Galonggong Manonjaya (1889)
– Sejarah Soekapura Manonjaya
( B.009)
” Oktober 2023″
[7/11/2023 18.36] Ki Acep Aan 1973: _”Manusia Sajati Ningrum”_
@Terompah Langit
_”Pastinya orang yang lebih manusia adalah orang yang di anggap seperti bukan manusia oleh manusia mereka ikhlas dan ridho apapun yang terjadi dalam dirinya. Mereka hidup dalam pelajaran hidup dari TuhanNya Bukan hidup untuk mengajari hidup, mereka di bentuk dengan kehidupan yang keras sampai menemukan arti kebenaran hidup yang hati dan jiwanya tetap dalam bimbingan TuhanNya, setiap gerak, Nafasnya dan darahnya selalu mengalir nama TuhanNya yang tak henti…”_
_”Apa yang mereka alami adalah sebuah kenyataan dan dinikmati dengan sempurna walau itu ujian yang harus dilewatinya, bukan kebenaran yang perlu di artikan lagi dalam ruang dimensi kata dan maknanya, seperti halnya orang terdahulu, panutan dari segala panutan Mereka di bentuk hingga menjadi orang orang pilihan dari TuhanNya, dengan berbagai macam hidangan kehidupan di nikmatinya, tanpa adanya rasa takut dan kata menyerah, karena pertemuan dengan Allah baginya lebih indah, dia menikmati setiap proses kaderisasi dari TuhanNya, dibanding hidup mencari keistimewaan di dunia yang hanya sementara, dia ikhlas dan Ridho atas apa yang dialaminya walau itu pahit, yang diharapkannya hanya satu bisa berjumpa kembali kepada TuhanNya dengan senyuman terbaiknya…”_
@Terompah Langit
[30/11/2023 14.52] Ki Acep Aan 1973: . *T͟I͟P͟S͟ S͟E͟D͟E͟R͟H͟A͟N͟A͟*
*MANFAATNYA LUAR BIASA*
Oleh dr.H.Helmi Djafar, DTPH
dokter senior Kaltim. Usia 90 tahun, alhamdulillah masih sehat walafiat. Berada di Jakarta komplek Ancol Jakarta utara, adalah sbb :
1. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ j͟a͟n͟t͟u͟n͟g͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ k͟e͟l͟e͟b͟i͟h͟a͟n͟ g͟a͟r͟a͟m͟.
2. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ h͟a͟t͟i͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ b͟e͟r͟l͟e͟m͟a͟k͟.
3. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ p͟e͟r͟u͟t͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ d͟i͟n͟g͟i͟n͟.
4. J͟i͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ u͟s͟u͟s͟, g͟a͟n͟t͟i͟ j͟u͟n͟k͟ f͟o͟o͟d͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟a͟y͟u͟r͟a͟n͟
5. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ p͟a͟n͟k͟r͟e͟a͟s͟, h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟ k͟e͟n͟y͟a͟n͟g͟.
6. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ G͟i͟n͟j͟a͟l͟, m͟i͟n͟u͟m͟l͟a͟h͟ b͟a͟n͟y͟a͟k͟ a͟i͟r͟ d͟i͟ s͟i͟a͟n͟g͟ h͟a͟r͟i͟, m͟i͟n͟u͟m͟ l͟e͟b͟i͟h͟ s͟e͟d͟i͟k͟i͟t͟ a͟i͟r͟ d͟i͟ m͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟r͟i͟, k͟o͟s͟o͟n͟g͟k͟a͟n͟ k͟a͟n͟d͟u͟n͟g͟ k͟e͟m͟i͟h͟ a͟n͟d͟a͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ t͟i͟d͟u͟r͟.
7. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ O͟t͟a͟k͟, t͟i͟d͟u͟r͟l͟a͟h͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ d͟e͟l͟a͟p͟a͟n͟ j͟a͟m͟.
8. J͟i͟k͟a͟ a͟n͟d͟a͟ m͟e͟r͟a͟w͟a͟t͟ j͟i͟w͟a͟, m͟i͟l͟i͟k͟i͟ h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ I͟n͟t͟i͟m͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ S͟a͟n͟g͟ P͟e͟n͟c͟i͟p͟t͟a͟, A͟l͟l͟a͟h͟ Y͟a͟n͟g͟ M͟a͟h͟a͟ K͟u͟a͟s͟a͟.
H͟i͟d͟u͟p͟ i͟t͟u͟ s͟e͟d͟e͟r͟h͟a͟n͟a͟,
y͟a͟n͟g͟ r͟u͟m͟i͟t͟ i͟t͟u͟ p͟i͟k͟i͟r͟a͟n͟ k͟i͟t͟a͟.
H͟i͟d͟u͟p͟ i͟t͟u͟ m͟u͟r͟a͟h͟,
y͟a͟n͟g͟ m͟a͟h͟a͟l͟ i͟t͟u͟ g͟e͟n͟g͟s͟i͟ k͟i͟t͟a͟.
M͟a͟r͟i͟l͟a͟h͟ k͟i͟t͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ p͟a͟n͟d͟a͟i͟ b͟e͟r͟s͟y͟u͟k͟u͟r͟.
9. J͟i͟k͟a͟ A͟n͟d͟a͟ p͟e͟d͟u͟l͟i͟ p͟a͟d͟a͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟/t͟e͟m͟a͟n͟, b͟e͟r͟i͟t͟a͟h͟u͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ t͟i͟p͟s͟ i͟n͟i͟.
S͟e͟m͟o͟g͟a͟ B͟e͟r͟m͟a͟n͟faat…🙏
[9/12/2023 13.58] Ki Acep Aan 1973: *Ustadz Abdul Somad*
Yang Sedang Online Mohon Aamiin kan
KITA BUKTIKAN BENER APA TIDAK..
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim …
1. Yaa siin
2. Walqur`aanil hakiim
3. Innaka laminal mursaliin
4. ‘Alaa siroothim mustaqiim
5. Tanziilal ‘aziizir rahiim
6. Litunziro qaumam maaa unziro
aabaaa-uhum fahum ghaafiluun
7. Laqod haqqol qaulu ‘alaa
aktsarihim fahum laa
yu’minuun…
8. Innaa ja’alnaa fii a’naaqihim
aghlaalan fahiya ilal adzqooni
fahum muqmahuun.
9. Waja’alnaa min baini aidiihim
saddau wamin kholfihim saddan
fa aghsyainaahum fahum laa
yubshiruun.
10. Wasawaaun ‘alaihim a
andzartahum amlam
tundzirhum laa yu’minuun.
11. Innamaa tundzirumanit taba’adz
dzikro wakhosyiyar rohmaana
bil ghoiib, fabasysyirhu
bimaghfirotiu wa ajrin kariim.
12. Innaa nahnu nuhyil mautaa
wanaktubumaa qoddamu wa
aatsaarohum wakulla syai in
ahshoinaahu fii imaamim
mubiin.
Kirim potongan Surat Yasin ini seiklas hati, Insya Allah 2 jam kemudian akan mendengar kabar baik & mendapat kebahagiaan
Ini amanah & sebisanya jangan dihapus sebelum disebar.
YA ﺍﻟﻠّﻪُ Ya Tuhanku.
Muliakanlah yang membaca
pesan ini
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya, dan
Luaskan rezekinya seluas lautan
yang engkau ciptakan
Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari segala Penyakit,
Fitnah, Prasangka Keji, Berkata
Kasar, dan Mungkar
Jauhkan dari segala Musibah
Serta terimalah semua amal
ibadahnya, dan
Kelak jadikanlah dia sebagai
penghuni Surga-MU.
ﺁﻣِّﻴْﻦَ ﻳﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ
Kirim ke semua orang dalam contact. Doakan mereka, dan mudah²an doa kita dikabulkan.
Aamiin Ya Robbal’alaamiin..
Jangan disimpan untuk diri sendiri tapi bagikan kepada orang lain
KIRIM KE 5 GRUP KALIAN AKAN TERUS MEMBUKA NAMA ANDA…….
INSYA ALLAH SAYA SUDAH MENCOBA…REZKY TIDAK TERDUGA DATANG AAMIIN AAMIIN
Jadi sungguh ajaib. Mula2 ga percaya – Subhanaallah..🤲🤲🤲🤲
[16/12/2023 14.27] Ki Acep Aan 1973: Priayi adalah istilah dalam kebudayaan Jawa untuk kelas sosial dalam golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, priayi adalah orang yang termasuk lapisan masyarakat yang kedudukannya dianggap terhormat. Dibawah ini adalah foto tahun 1913, seorang perempuan priayi pada zaman Hindia Belanda.
📸wikipediaPriayi adalah istilah dalam kebudayaan Jawa untuk kelas sosial dalam golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, priayi adalah orang yang termasuk lapisan masyarakat yang kedudukannya dianggap terhormat. Dibawah ini adalah foto tahun 1913, seorang perempuan priayi pada zaman Hindia Belanda.
📸wikipediaPriayi adalah istilah dalam kebudayaan Jawa untuk kelas sosial dalam golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, priayi adalah orang yang termasuk lapisan masyarakat yang kedudukannya dianggap terhormat. Dibawah ini adalah foto tahun 1913, seorang perempuan priayi pada zaman Hindia Belanda.
📸wikipedia
[19/12/2023 15.42] Ki Acep Aan 1973: Masjid ini didirikan di alun-alun Manonjaya pada tahun 1883, ketika tempat ini masih menjadi ibukota Tasikmalaya, atau “Sukapura” saat itu. Bentuk mesjid ini cukup menarik karena bagian atasnya bukan kubah, tapi disain atap Sunda/Jawa bertingkat. “Menara” pendek di kiri dan kanan juga cenderung berdisain Eropa dengan jendela bergaya kolonial. Tiang-tiang penyangga juga tampak jelas merupakan gaya Eropa.
Fotografer: A.E.F. Muntz
Source : Universiteit Leiden
[21/12/2023 08.04] Ki Acep Aan 1973: Temuan 2023 Arkeolog, mata tombak dalam ekskavasi tahap 6. Situs Bhre Kahuripan (Tribhuwanatunggadewi).
Situs Bhre Kahuripan terletak di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dan dikenal juga dengan nama Situs Yoni klinterejo, disebut demikian karena dikaitkan dengan keberadaan sebuah yoni yang berada dilokasi ini.
Ukuran yoni ini cukup besar dengan panjang 191 cm, lebar 184 cm dan tinggi 121 cm yang salah satu sisinya terdapat cerat yang disangga oleh pahatan bermotif naga. Badan yoni dihiasi dengan pahatan yang sangat raya, seperti pada bagian pelipit, berhias pola geometris, sulur dan daun-daun lotus. Salah satu sisi yoni terdapat bingkai kecil berisi pahatan angka Jawa kuno 1294Ç (1372 M), tahun ini sama dengan tahun wafatnya ibunda Raja Hayam Wuruk, Tribhuwanatunggadewi atau Bhre Kahuripan yang termuat dalam Kitab Pararaton.
Dalam kitab ini juga disebutkan lokasi pendharmaan dari Tribhuwanatunggadewi (Bhre Kahuripan) yaitu di Panggih.
Toponim
daerah dengan nama Penggih merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah barat Desa Klinterejo. Diperkirakan pada masa lampau lokasi Situs Bhre Kahuripan juga masuk ke dalam wilayah administratif Panggih.
Sumber Kemdikbud
[21/12/2023 19.46] Ki Acep Aan 1973: Potret lawas 1865
●Maha karya Era Clasik NUSANTARA yang menjadi rebutan orang-orang Eropa.
●Asal Candi Jago, Jawa Timur, Periode Singasari ca. 1265, Yang menyimpan Informasi Penting Prasasti Manjusri 1344 AD.
●Prasasti ini terdiri dari dua bagian, pertama terdapat di bagian muka di atas Boddhisattwa yang terdiri dari tiga baris tulisan. Bagian kedua dipahat pada bagian belakang arca dengan tujuh baris tulisan. Prasasti ini berangka tahun 1265 Śaka (sekitar 25 Januari 1343-14 Maret 1344 M)
Aksara Jawa Kuno dan bahasa Sanskerta.
●Alih aksara:
Āryyavaṅśādhirājena
Mañjuśrīs supratiṣṭhitaḥ /
pañcaṣaḍdviśaśāṅkābde
dharmmavṛddhyai Jinālaye //
Rājye Śrīvararājapatniwijite[ḥ] tadbaṅśajaḥ suddhadhīḥ
cakre Jāvamahītale varaguṇair Ādityavarmmāpy asau /
mantrī prauḍhataro Jinālayapure prāsādam atyādbhutam
mātātātasuhṛjjanān samasukhaṃ netum bhavāt tatparaḥ
//i śaka 1265 //
●Terjemahan Prasasti Mañjuśrī:
“Sebuah arca Mañjuśrī ditempatkan di candi Jinalaya oleh Arya Wangsadiraja. Dalam kerajaan yang dikuasai oleh Rajapatni yang utama, Adityawarman, tadbaaṅśajaḥ (lahir dari keluarganya) mantri Praudhatara, di Bhumi Jawa, mendirikan suatu candi di Jinalayapura, agar membawa ayah ibu dan nenek moyang ke bahagia yang sempurna, pada tahun 1265 Śaka.”
●Bahan Batu kapur; ukiran Buddha duduk dalam pose Maravijaya.
●Sekarang bersemayam di Hermitage Museum, St Petersburg, Russia. Setelah sebelumnya sejak 1865 berada di Ethnologie Museum, Berlin, Jerman sampai jatuhnya Berlin di PD II.
Sumber:
De inscriptie op het Manjuçri-beeld van 1265
[21/12/2023 19.46] Ki Acep Aan 1973: Temuan 2023 Arkeolog, mata tombak dalam ekskavasi tahap 6. Situs Bhre Kahuripan (Tribhuwanatunggadewi).
Situs Bhre Kahuripan terletak di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dan dikenal juga dengan nama Situs Yoni klinterejo, disebut demikian karena dikaitkan dengan keberadaan sebuah yoni yang berada dilokasi ini.
Ukuran yoni ini cukup besar dengan panjang 191 cm, lebar 184 cm dan tinggi 121 cm yang salah satu sisinya terdapat cerat yang disangga oleh pahatan bermotif naga. Badan yoni dihiasi dengan pahatan yang sangat raya, seperti pada bagian pelipit, berhias pola geometris, sulur dan daun-daun lotus. Salah satu sisi yoni terdapat bingkai kecil berisi pahatan angka Jawa kuno 1294Ç (1372 M), tahun ini sama dengan tahun wafatnya ibunda Raja Hayam Wuruk, Tribhuwanatunggadewi atau Bhre Kahuripan yang termuat dalam Kitab Pararaton.
Dalam kitab ini juga disebutkan lokasi pendharmaan dari Tribhuwanatunggadewi (Bhre Kahuripan) yaitu di Panggih.
Toponim
daerah dengan nama Penggih merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah barat Desa Klinterejo. Diperkirakan pada masa lampau lokasi Situs Bhre Kahuripan juga masuk ke dalam wilayah administratif Panggih.
Sumber Kemdikbud
[21/12/2023 19.47] Ki Acep Aan 1973: Indonesia Tempoe Doeloe Pusat Dokumenter Dan Nostalgia
●Prasasti ini adalah sumber primer arkeologi yang menyebutkan nama kerajaan Majapahit (dalam prasasti ditulis Majhapait)
●Nagarakretagama menyebut kerajaan itu dengan nama krama desanya, yaitu Wilwatikta (wilwa = buah maja, tikta = pahit).
●Prasasti ini juga menyebut tentang tiga tokoh penting Majapahit, yaitu Hayam Wuruk (dalam prasasti ini ditulis Ayam Wuruk), Gajah Mada, dan Adityawarman.
●Hayam Wuruk disebutkan bergelar Rajasanagara; ia telah dinobatkan sebagai raja muda (kumararaja) dengan daerah kekuasaan (lungguh) di Jiwana (Kahuripan).
●Gajah Mada (ditulis Pu Gajah Mada) ketika itu sudah menjadi patih Majapahit (rake mapatih ring Majhapait), serta Adityawarman (ditulis Aryyadewaraja Pu Aditya) menjadi menteri senior (wreddhamantri)
●Prasasti Prapancasarapura adalah sebuah prasasti dari zaman Majapahit yang bertarikh 1337 Masehi.
●Pembuatan prasasti ini bertepatan dengan masa pemerintahan ratu Tribhuwanottunggadewi (1328-1350 Masehi).Prasasti ini ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno.
:MNI
[21/2 20.40] Ki Acep Aan 1973: MUN TEU WANOH MOAL BOGOH” Mencintai Bahasa Ibu”
Bahasa Sunda merupakan bahasa daerah terbesar dengan jumlah penutur kedua terbanyak di Indonesia setelah bahasa Jawa.Bahasa Sunda dituturkan oleh penduduk dihampir semua wilayah Jawa Barat,Banten ,serta sebagian wilayah Jawa Tengah mulai dari kali Brebes dan kali serayu (sungai ciserayu)diKabupaten Cilacap ,serta disebagian kawasan Jakarta.Namun saat ini ,namun saat ini ,banyak kalangan yang mulai mengkhawatirkan eksistensi dan masa depan bahasa Sunda,sehubungan dengan semakin berkurangnya jumlah penuturnya dalam kehidupan sehari-hari .Memang ,tidak ada angka yang pasti yang menggambarkan jumlah penurunan tersebut. Namun gejala terasa nampak jelas,tidak sedikit kalangan generasi muda ,bahkan masyarakat umum Jawa Barat yang pergaulan sehari-harinya tidak lagi menggunakan bahasa sunda sebagai alst komunikasinya.Selain itu ,banyak juga keluarga Jawa Barat yang tidak menjadikan bahasa sunda sebagai bahada IBU untuk anak -anaknya.
Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi .Perlu penelitian dan kajian yang komrehensif untuk dapat menjelaskan secara akedemis.Dilihat secara sepintas ,sebagai prawacana dapat diungkapkan penyebab kobdisi tersebut diantaranya adalah :
1.Mulai luntut rasa kecintaan dan kebanggaan (kareueus)orang sunda terhadap bahasanya sendiri,khususnya kalangan generasi muda.Seolah ada perasaan tidak percanya diri dan minder ketika menggunakan bahasa daerah (bahasa Sunda)dalam pergaulan sehari -hari.bahkan ada anekdot sterotife negatif bicara bahasa daerah sering dianggap kampungan dan konservatif.
Orang Sunda harus menegaskan dan memahami KAAINGAN ,bukanlah rasa ego dan individualisme ,melainkan kesadaran orang Sunda akan eksistinsi atau jatidiri kesundaannya.Hilangnya rasa kaaingan akan memudahkan budaya luar mengobrak-abrik budaya sendiri dan akhirnya terjadi apa yang dinamakan hegemoni”JATI KASILIH KU JUNTI”
2.faktor teknis ,yaitu kesukaran dalam penggunaannya ,khususnya dalam penerapan (ngalarap-keun)undak usuk basa (unggah-ungguhing basa).Tidak semua orang Sunda memahami dan menguasai kaidah penerapan undak usuk tersebut,kendati hah tersebut diajarkan disekolah-sekolah.
Ada ungkapan bahasa Sunda ” mun teu wanoh moal bogoh”,bagaimana kita dapat mencintai bahasa Sunda ,kalau kita tidak mengenalnya.Banyak cara yang bisa kita lakukan ,salah satunya adalah banyak membaca dan mempelajari buku-biku yang berbahasa Sunda dan tentang budaya atau bahasa Sunda.Membentuk komunitas-komunitas berbahasa Sunda ,termasuk di dunia maya,bisa dilakukan.
Dibutuhkan komitmen dan upaya (tarekah)yang kreatf untuk menjaga dan merawat bahasa Sunda agar tetap lestari,adaptif dan selaras dengan perkrmbsngan zaman yang selalu berubah dengan cepat.” NAJAN PESBUK MENANG NYIEUN BATUR,URANG SUNDA KUDU BISA APDET STATUS KU BASA SUNDA”
Coba sekali -kali generasi muda nulis status di facebook,whatsApp,twitter atau caption dalam Instragam menggunakan bahasa Sunda.
Orang Sunda mempunyai jiwa rancage,akan menciptakan bentuk atau buah-buah budaya yang sesuai dengan zamannya.
Tanggal 21 Pebruari yang diperingati UNESCO sebagai bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day) adalah momentum yang tepat untuk kita semua melakujan refleksi ,sampai sejauhmana kecintaan kita terhadap bahasa Sunda SEBAGAI BAHASA INDUNG dan sejauhmana pula tarekah kita dalam upaya menjaga dan merawatnya.
Bahasa bukanlah sekedar alat kominikasi di dalamnnya terkandung nilai nilai budaya ,identitas makna filosopis yang sangat kaya bagi sebuah bangsa.” BASA TEH CICIREN BANGSA,LENGIT BADANA ILANG BANGSANA”
MUN TEU KU KURING TEK KUDAHA,MUN TEU AYEUNA REK IRAHA.
Selamat Bahasa Ibu Internasional .Basa Indung masing nanjung,basa Sunda sing Jamuga.
” Sunda Kuno,adalah sekmpulan orang Sunda bersih,bodas,wening,berani,ksatria…..hilang beberapa kurun waktu….lalu mencul menjadi peradaban budaya Dunia,ditiap-tiap Negara”
SELAMAT HARI BAHASA IBU INTERNASIONAL
21 Pebruari 2024
Rahayu….Rahayu….Rahayu…. ᮓᮁᮞ ᮕᮥᮒᮢ ᮊᮝᮞᮨᮔ᮪: 🙏🏻♥️🙏🏻
[5/3 21.55] Ki Acep Aan 1973: JEJAK RAJA GALUH ADIMULYA PERMANADIKUSUMAH DI GUNUNG PADANG SINDANGKASIH
Adimulya Permanadikusumah /Pandita Ajar Sikaresi lahir tahun 683 M.( memimpin Kerajaan Galuh 1 tahun ,732M),Beliau putra Wijaya Kusumah yang menjadi Patih di Saung Galah(Kuningan).Ketika Rahyang Demunawan/Sang Paramarta memegang Pemerintahan ,adalah adik Purbasora ,sedangkan Wijaya Kusuma adalah anak dari Purbasora ,dengan demikian Rahyang Demunawan adalah pamannya Wijaya Kusumah
Adimulya Sejaman dengan Sanjaya( memerintah di kerajaan Galuh 725-732M).Sanjaya Putra Bratasena mengangkat Adimulya menjadi Raja Galuh dengan maksud untuk menghilangkan ketidak simpatisan para Tokoh Galuh terhadap dirinya ,terutama turunan Batara Guru Semplak Waja (Galunggung)dan Resi Guru Jantaka(Tasik Selatan).
Adimulya Permanadikusuma menikah dengan Naganingrum .Naganingrum adalah anak Sekar kencana,sedangkan sekarkencana adalah anak Bimaraksa/Balanganteang,sebagai hasil perkawinan dengan adik Purbasora dengan demikian Naganingrum adalah cucu Bima Raksa,sedangkan Bima Raksa adalah Pamannya Adimulya Permanadikusumah.Adimulya dan Naganingrum mempunyai anak yang bernama Ciung Wanara/Sang Manarah(Prabu Suratama).
Untuk memperkuat kedudukannya Sanjaya membuat suatu strategi dengan cara menjodohkan Adimulya dengan putri Patih Aganda dari kerajaan Sunda bernama pangrenyep masih saudara sepupu istri Sanjaya.Dengan demikian Adimulya mempunyai istri dua:
1.Dewi Naganingrum
2.Dewi Pangrenyep
Setelah melangsungkan pernikahan yang kedua
,Adimulya Permanadikusuma,pergi bertapa ,ketika itu beliau baru menjalankan pemerintahan 1 tahun.Saat anak pertamanya ciung Wanara berumur 5 tahun ia melakukan tapa ke Gunung Padang (Sindangkasih)karena merasa bingung dalam memerintah ,Kerajaan Galuh harus tunduk kepada kerajaan Sunda.Keadaan ini mungkin bertolak belakang dengan pribadinya sendiri ,apabila mengingat perjuangan leluhurnya yaitu Wretikandayun yang telah bersusah payah mendirikan Galuh(bukan warisan).Sedang ketika itu Kerajaan Tarumanegara yang telah berganti nama kerajaan Sunda(606M)yakni ketika Raja Tarusbawa yang menjadi menantu Linggawarman raja Tarumanegara ke-12.
Setelah kekuasaan kerajaan dititipkan kepada Patihnya dengan gelar Raja Bondan/Tamperan Barmawijaya/rakeyan Panaraban,memerintah 14 tahun,dari tahun 725-739M.Tahun 725-732 M.berkedudukan sebagai wali Nagara,sedangkan tahun 732-739M.resmi sebagai raja di Galuh.Bondan mengkhianati Prabu Adimulya,dengan cara membuat skandal,dengan pangrenyep .Hubungan gelap berputra Banga/Kamarasa.Dalam memerintah Aria Bondan lebih mementingkan diri sendiri dan banyak terjadi kekacauan .
Ketika Kerajaan Galuh sedang dilanda kekacauan,tersebut lah disebuah gunung yang bernama gunung Padang ,konon disitulah tempat yang dipakai oleh sang Raja Galuh Adimulya untuk bertapa,mensucikan diri.Beliau mendapat gelar Pandita Ajar Sukaresi,pandita yang sakti weruh sedurung Winara(tahu kepada kejadian yang belum terjadi)/saciduh metu sakecap nyata(apa yang dikatakannya menjadi kenyataan).
Bacajuga:PENGUKUHAN KEPALA PERWAKILAN BANK INDONESIA CIREBON
Setelah tahu ibunya Dewi Naganingrum ,menikah lagi dengan Bondan/Tamperan .Ciung Wanara melarikan diri ke Geger Sunten(Rancah/Tambaksari)untuk menemui Ki Balangantrang/Bimaraksa.Setelah usianya dewasa ,Bimarakaa memberitahukan rahasia negara.Bimaraksa melatih Ciung Wanara beladiri Kanuragan,tata Nagara,juga Ciung Wanara menekuni cara-cara binatang,harimau,ciung,moyet.Ciung Wanara mengetahui keadaan kerajaan Galuh,seolah-olah seperti yang sedang dijajah ,maka Ciung Wanara berkeinginan mengembalikan wibawa kerajaan Galuh kepada semula yang adil dan
makmur.Ketika Ki Balangantrang dan ciung Wanara berburu di hutan melihat seekor kijang.Maka mereka mengejarnya.Ki Balangantrang dan ciung terus memburunya tapi tidak berhasil juga,sampai turun gunung ,naik gunung ,tenaga terkuras,buruanpun tidak kelihatan,sudah sama lelahnya maka sampailah disebuah hutan yang hutannya terawat .Ki Balangantrang melihat buruannya kijang,ketika di bidik ,ada keanehan ketika bidikan sumpitannya mengena kijang menghilang,lalu muncul seorang Pandita memakai pakaian serba putih ,beliau adalah pandita Sikaresi dari Gunung Padang(Prabu Permana Dikusumah)sang Ayah.Ciung Wanara tinggal berbulan-bulan bersamanya,bahkan lebih dari satu tahun,diberi wejangan-wejangan dan ilmu-ilmu persilatan.Ki Balangantrang dengan tekun menunggunya.Ciung Wanara ketika berdiam beberapa waktu di Gunung Padang,tidak tahu sebetulnya beliau pandita tersebut Ayahnya.
Diperjalanan pulang Ciung Wanara banyak menceritakan tentang pandita malah lebih dari itu menanyakan tentang dirinya,tapi Ki Balangantrang /Bimaraksa belum juga memberitahu nanti juga tahu sendiri katanya.
Ditengah perjalanan pulang ke geger Sunten(Rancah/Tambaksari)Ciung Wanara bersama Bimaraksa banyak rintangan ,begal/perampok sering mencegatnya,tapi semua itu bisa dikalahkan oleh Ciung Wanara.Sampailah Ciung Wanara ke tempat Nini Balangantrang,yang sudah lama menunggunya.
Ciung Wanara mempunyai Ayam sakti,yang bermula telurnya dierami oleh seekor ular naga.
Raja Bondan kegemarannya menyambung ayam.
Dilain pihak ciung Wanara diperkampungan ketika ada sambung ayam selalu menang,sehingga banyak orang yang iri.Terdengarlah berita anak muda tersebut ke raja Bondan,sehingga memuat siasat licik.upaya agar Ciung Wanara ikut perlombaan sambung ayam yang ia rencanakan ” Apabila menang separoh kerajaan hadiahnya ,tapi kalah nyawa taruhannya.ketika ikut ayam raja Bondan terdesak dan kalah sampai mati di terjang ayam jago ciung Wanara.
Disisi lain Ki Balangantrang/Nini Balangantrang,menyiapkan barisan sekitar kerajaan bersama barisan prajuritnya.
Pada waktu Tamperan dinobatkan pada tahun 732 M.Manarah /ciung Wanara telah berusia 14 tahun ,sedangkan Banga berumur 8 tahun.
Ketika Ciung Wanara berusia 22 tahun (739M).Ciung Wanara bersama pasukannya yang masih setia ke Prabu Adimulya ,menyerang kerajaan Galuh.Kerajaan Galuh di lumpuhkan oleh Ciung Wanara.Coung Wanara memerintah 44 tahun.(739-783M).
Setelah diketahui oleh para menteri ,maka kelompok kerajaan Galuh yang sementara dipercayakan kepada Bondan.Pangrenyepin mengetahuinya kejadian ini.Maka terjadi perselisihan yang berujung perkelahian dan peperangan antara kelompok Dewi Naganingrum dan pangrenyep .Pada suatu saat Ciung Wanara dan Banga sudah sampai di pinggir sungai dan keduanya mendengar suara menggema ,suara itu menerangkan bahwa perkelahian itu antar saudara,yang ternyata yang memberi keterangan itu Pandita Ajar Sikaresi Gunung Padang.
Nama Adimulya Permanadikusumah atau disebut Begawan Sajala-jala atau Ajar Sukaresi beliau disebut juga Raja Galuh.
Situs Gunung Padang terletak di Sindangkasih Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Kuncennya bernama Ambu Emil dan Jupelnya Bunda Iin Karina(adik kakak).
Setiap tahun pra Ramadhan ,selalu diadakan acara Ngikis bersama warga masyarakat dilokasi Situs tersebut.
ASAL USUL KELUARGA CIUNG WANARA (Anak Adimulya Permanadikusumah)
Raja Tarumanegara ke-5,Raja Suryaman(535-561M)=>Tirta Kencana x Manik Maya(pendiri kerajaan Kendan ,wafat 568M)=>Suraliman Sakti=>Kandiawan/Sang Layu Watang=>WRETIKANDAYUN(pendiri Galuh/bukan warisan)=>Batara Guru Resi Semplak Waja(Gunung Agung Galunggung)=>Rahyang Purbasora( 716-723M)=>Wijaya Kusumah=>ADIMULYA PERMANADIKUSUMAH(Ajar Sukaresi Gunung Padang Kab.Ciamis)=>PRABU SURATAMA(Bengawan sejala jala/Ajar Sukaresi)( 739-783)
Asal Usul Sang Banga
WRETIKANDAYUN=>Mandiminyak=>Brata Sena=>Sanjaya x Cucu Tarusbaya(pendiri kerajaan Sunda)=>Aria Kebondan Tamperan(732-739M)=> Hariyang Banga
Wretikandayun menikah Candra Resmi,berputra:
1.Semplak Waja(702-709M),beristri Pwah Prababu)
2.Rahyang Resi Jantaka(702-729M)/Rahyang Kidul(Tasik selatan),beristri Dewi Sawitri
3.Mandiminyak(702-709M)
Disusun,oleh::
Ki ACEP AAN Santana ,Ingsuning Galunggung
NGALAKSANAKEN ACARA NGIKIS, Maret 2024 di Situs Gunung Padang Sindangkasih Kab.Ciamis Jawa Barat.
[18/3 21.24] Ki Acep Aan 1973: KONTROL ABRASI
OLEH MANUSIA
Oleh : ACEP AAN,S.AG.
Singamanggala Soekapura
Membangun kesadaran manusia untuk saling mengingatkan dan peduli terhadap lingkungan memang tidak mudah ,terlebih lagi jika keegoisan manusia dan tuntunan ekonomi semakin tinggi.Manusia terus merusak alam ,baik dengan menghilangkan vegetasi alami,seperti tumbuhan bakau atau melapisi permukaan tanah dengan paving blok atau bahkan gedung-gedung tinggi,hal.itu akan meningkatkan persentase abrasi.Kontrol abrasi yang dapat di lakukan oleh manusia :
– Membangun Pemecah Gelombang.Meskipun pemecah Gelombang tidak mampu menghentikan abrasi,namun pemecah gelombang bc
[18/3 21.24] Ki Acep Aan 1973: ……,namun pemecah gelombang akan menurunkan gelombang dan meminimalisir dampak abrasi.
– Memahami abrasi dengan baik
– Memperbanyak Sumber Daya Alam
– Pemugaran Pantai
Cara ini mungkin membutuhkan regulasi yang rumit dan kerjasama dengan berbagai pihak ,namun cukup efektif untuk mencegah laju abrasi yang berkepanjangan ,selain pantai akan terlihat indah kembali.
– Membangun Pemecah angin.yaitu dibuat dengan mendirikan bambu-bambu agar terbentuk seperti pagar
– Membangun Baririer.Membuat penahanan
– Mengganti material yang hilang
-Melakukan penanaman .Penanaman tumbuhan dipasir pantai sebenarnya mampu membentuk sand dunes yang berfungsi sebagai penahan pasir agar tidak terbawa angin.
– Pemeliharaan terumbu karang.
Faktor bahan pertimbangan sebagai penentu solusi terhadap abrasi:
– Iklim Pantai
– curah hujan dan intensitas hutan
– Jenis tanaman yang hidup
– Topografi area
– Karejteristis jenis tanah
Mengatasi Abrasi ada 3 kontrol Tegas:
1.Kontrol tegas Abrasi
Melalui Undang-undang dan regulasi pemerintah.U U yang mengatur pesisir yaitu UU Nomor 27 Tahun 2027 tentang pesisir dan pulau -pulau kecil pengamanan garis pantai.
2.Kontrol Abrasi Kesadaran Manusia.Membangun kesadaran manusia untuk peduli lingkungan Alam
3.Reklamasi
Reklamasi menjadi alternatif ketika langkah antisipasi dan regulasi ketat tidak dapat diterapkan secara maksimal .Reklamasi juga dapat dilakukan jika keadaan pantai sudah mengalami kerusakan parah serta sulit dipulihkan kondisinya semula.
Dampak yang ditimbulkan dari abrasi:
– Kehilangan proferti atau tempat tinggal
– Kerugian dibidang pariwisata
– Kerusakan Situs bersejarah,misalkan : Situs bersejarah di pantai Alaska,dan diduga di kabupaten Tasikmalaya (Tasela)ada situs Syech Abdurohman dekat pantai yang eksistensinya harus di jaga,oleh pemerintah dan masyarakat
– Perkembangan industri .seperti sampah/limbah yang harusnya dibuang justru dapat masuk kembali ke lingkungan dan menjadi bahan pencemaran.
Pantai adalah wilayah perbatasan antara daratan dan lautan .Pantai dibedakan menjadi dua,pantai dalam dan pantai curam.Pantai juga merupakan daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai ,minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah,darat ( berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2027)
Indonesia sendiri mempunyai garis pantai yang terpanjang didunia yaitu 81.000 km,kurang lebih 25% dari bibir garis sebuah pantai diseluruh dunia.
Abrasi merupakan proses terkikisnya pantai karena kekuatan gelombang laut serta arus laut yang memiliki Sipat perusak,abrasi dikenal erosi pantai.
Solusi dan penangannya memerlukan kerjasama dari semua pihak pemerintah dan masyarakat,untuk kebaikan dan berlangsungnya hidup kita sebagai mahluk sosial dan beradab.
Sumber:
Indaniati,Bandung
Tasikmalaya,18 Maret 2024
( Ki Acep Aan )



