Tasikmalaya, Lintaspasundan-news – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan peningkatan kapasitas perempuan dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Masyarakat Damai: Penguatan Peran Perempuan dalam Mencegah Radikalisme.” Rabu (7/10/2026)
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya tersebut turut dihadiri istri Wakil Bupati Tasikmalaya, Hj. Kifayati Nursetiana, S.Pd., serta diikuti perwakilan berbagai organisasi perempuan dan unsur terkait menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus mencegah berkembangnya paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan masyarakat.

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Piping Noviati, S.IP., M.M., mengatakan kegiatan tersebut memiliki kaitan erat dengan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) penanganan ekstremisme berbasis kekerasan.
Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyusun langkah-langkah strategis sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026, termasuk membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam melakukan pencegahan sejak dini.
“Sekarang kita sedang menyusun rencana aksi daerah penanganan ekstremisme berbasis kekerasan. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu melakukan pencegahan dan deteksi dini,” ujar Piping.
Ia menjelaskan, perempuan dipilih sebagai sasaran strategis karena memiliki posisi penting, baik sebagai pengurus organisasi maupun sebagai ibu dalam keluarga.
Peran tersebut dinilai sangat efektif untuk menyampaikan edukasi mengenai bahaya radikalisme mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian diteruskan ke lingkungan organisasi dan masyarakat.
“Kenapa kita mengambil organisasi perempuan? Karena mereka memiliki posisi yang strategis. Selain aktif sebagai pengurus organisasi, mereka juga memiliki peran sebagai ibu rumah tangga. Apa yang disampaikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat diteruskan minimal di lingkungan keluarga dan kemudian di organisasi masing-masing,” katanya.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai organisasi perempuan dan unsur terkait, di antaranya PKK, Dharma Wanita (DW), Fatayat, Srikandi, PUI, Persistri, Puspagar, perwakilan Dinas Sosial, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, serta unsur Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu, materi kegiatan menghadirkan Umi Pipit, seorang motivator, founder Satelit sekaligus praktisi parenting. Materi lainnya berkaitan dengan pencegahan radikalisme disampaikan oleh unsur Densus/Idensos, dengan fokus pada upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan anak.
Piping berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman, tetapi mampu menjadi fasilitator di organisasi masing-masing.
“Harapannya peserta bisa menjadi fasilitator di organisasinya. Target minimalnya adalah mampu menerapkan di keluarga, tetapi lebih besar lagi mereka dapat membantu organisasi melakukan deteksi dini terhadap berkembangnya paham radikalisme, khususnya yang menyasar anak-anak,” tuturnya.
Kaban Kesbangpol: Kondusivitas Berawal dari Keluarga
Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Asep Darisman, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa ketahanan dan kondusivitas wilayah tidak terlepas dari kondisi lingkungan keluarga.

Menurut Asep, keluarga merupakan lingkungan paling kecil sekaligus fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran penting dalam membimbing dan membina generasi muda.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, dengan tema perempuan berdaya, kondusivitas wilayah itu akan lahir dari lingkungan keluarga, dari lingkungan yang terkecil yaitu keluarga,” kata Asep.
Ia menambahkan, orang tua, khususnya ibu, diharapkan mampu membimbing anak agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter baik serta mampu menangkal berbagai pengaruh negatif.
“Para orang tua, khususnya ibu-ibu, harus bisa membimbing, membina dan mengantarkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang saleh dan salehah,”ujarnya.
Selain penguatan ketahanan keluarga, Asep juga berharap organisasi-organisasi perempuan di Kabupaten Tasikmalaya dapat terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Harapan yang kedua tentunya bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya perempuan yang tergabung dalam organisasi-organisasi kewanitaan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kesbangpol berharap terbentuk jejaring perempuan yang memiliki kemampuan melakukan edukasi, pencegahan, serta deteksi dini terhadap potensi berkembangnya paham radikalisme, dimulai dari keluarga hingga lingkungan organisasi dan masyarakat.
*Aris



