Kamis, Oktober 15, 2026
BerandaBerandaPenjaga Masa Depan Bangsa: Kapolsek Sukaratu Hadir Langsung Membina Karakter Siswa di...

Penjaga Masa Depan Bangsa: Kapolsek Sukaratu Hadir Langsung Membina Karakter Siswa di SMP Negeri 1 Sukaratu

Oleh wahid MA editor :
lintas Pasundan news. Com

Tasikmalaya senin 28 September 2026
Di tengah arus perubahan zaman yang kian menuntut kekokohan jati diri, kehadiran tokoh penegak hukum di lingkungan pendidikan bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah kehadiran yang menyemaikan harapan. Di Kecamatan Sukaratu, kabupaten tasikmalaya sebuah langkah mulia senantiasa dijalankan secara konsisten: Kepala Kepolisian Sektor Sukaratu rutin hadir di setiap sekolah pada hari Senin, tak hanya untuk menyaksikan, melainkan turun langsung menjadi Pembina Upacara Bendera, sekaligus memberikan arahan dan koreksi agar pelaksanaan upacara berjalan tertib, khidmat, dan penuh makna.

Kegiatan ini menjadi agenda berkelanjutan yang menyelimuti seluruh satuan pendidikan di wilayah hukum Sukaratu. Tujuannya bukan lain: membangun fondasi karakter sejak dini, agar para peserta didik mampu memilah mana jalan yang mengantar pada kebaikan, dan mana pula yang membawa kerugian bagi diri sendiri maupun sesama.

Kali ini, di hadapan 735 peserta didik SMP Negeri 1 Sukaratu, AKP Nurrozi, S.E. — Kapolsek Sukaratu — menyampaikan pesan-pesan mendalam yang meresap ke dalam sanubari setiap siswa. Dalam pembinaan karakternya, beliau menegaskan lima hal utama yang menjadi penyangga kehidupan bermasyarakat:

*Pertama, hentikan segala bentuk perundungan.
“Jangan biarkan kelebihan kekuatan atau status membuat kalian menindas sesama. Sekolah adalah rumah kedua, bukan medan persaingan yang menyakitkan. Eratkan persaudaraan, karena kekuatan sesungguhnya tumbuh dari kebersamaan, bukan dari menindih yang lemah,” tegasnya.

*Kedua, junjung tinggi kepatuhan dan penghormatan — cermin kemuliaan jiwa.
“Kepatuhan bukan tanda kelemahan, melainkan bukti keagungan budi pekerti. Kepada kedua orang tua, berbaktilah sepenuhnya; merekalah yang menitipkan kehidupan dan merawat kalian dengan kasih tanpa batas. Hormatilah mereka selagi ada waktu, karena ridha Tuhan pun menyertai keridhaan orang tua. Demikian pula kepada para pendidik: hormatilah sebagaimana kalian menghormati orang tua sendiri. Di tangan merekalah diletakkan amanah membimbing jalan hidup kalian. Anak yang tahu menghormati, akan tumbuh menjadi pribadi yang dihormati; anak yang tahu patuh, akan diayomi oleh keberkahan sepanjang langkahnya.”

*Ketiga, jauhi narkoba, minuman keras, dan rokok — gerbang yang memadamkan masa depan.

“Ketahuilah, anak-anakku, narkoba bukan sekadar benda terlarang. Ia adalah bayang-bayang yang perlahan namun pasti memadamkan cahaya harapan. Ia merusak akal sehat, menggerus kesehatan, memutuskan ikatan kasih, dan menghapus segala cita-cita yang telah kalian rajut. Tak ada satu pun kebahagiaan yang lahir darinya — yang ada hanyalah luka mendalam bagi diri sendiri, air mata keluarga, serta kehilangan kesempatan untuk membangun masa depan yang cerah. Begitu pula minuman keras, yang mengaburkan nurani hingga hilang kendali atas diri sendiri. Dan rokok — yang kerap dianggap sepele — sesungguhnya adalah awal dari kerusakan perlahan: menyusutkan kekuatan tubuh, menguras rezeki yang seharusnya bermanfaat, dan membuka pintu kebiasaan buruk yang sukar ditutup kembali. Jagalah tubuh dan pikiran kalian, karena keduanya adalah modal utama untuk meraih mimpi. Menjauhi ketiganya bukan berarti lemah, melainkan tanda kekuatan jiwa yang memilih hidup yang terhormat, sehat, dan bermanfaat.”

Keempat, taati aturan berkendara.
Kapolsek menyentuh langsung masalah yang kian meresahkan: penggunaan knalpot tidak standar dan gaya berkendara yang ugal-ugalan. “Jalan raya bukan arena pamer keberanian. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan tidak hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi juga melanggar hukum. Bagi yang belum cukup usia, tunda keinginan berkendara hingga waktunya tiba. Keselamatan kalian jauh lebih berharga daripada sekadar ingin tampil di mata teman.”

*Kelima, jangan tinggalkan kewajiban kepada Tuhan.

.”Di tengah kesibukan dan kesenangan dunia, jangan pernah lupa kepada Pencipta. Salat lima waktu adalah tiang agama, pelindung di kala jiwa sedang goyah. Tegakkan ibadah, maka hidup kalian akan tegap dan terarah.”


*Pemanggilan Langsung: Pembinaan yang Menyentuh Langsung

Di akhir penyampaian, Kapolsek Sukaratu memanggil ke depan para siswa yang kedapatan menggunakan kendaraan bermotor dengan knalpot tidak standar dan belum memenuhi syarat usia berkendara. Bukan untuk menghukum di hadapan khalayak, melainkan untuk memberikan pemahaman secara langsung — bahwa aturan dibuat bukan untuk mengekang, melainkan untuk melindungi nyawa dan masa depan mereka.

Apresiasi Mendalam dari Pimpinan Sekolah

Kepala SMP Negeri 1 Sukaratu, Tan Tan Suhartana, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat sekaligus menyampaikan apresiasi yang tulus atas kehadiran dan ketulusan pembinaan tersebut.

“Kami sangat menyambut baik dan merasa berterima kasih atas perhatian yang diberikan Bapak Kapolsek. Sesungguhnya, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendirian. Perlu ada pihak eksternal yang hadir dengan wibawa, ketegasan, sekaligus kasih sayang untuk mengingatkan anak-anak tentang mana yang benar dan mana yang keliru.

Kehadiran Bapak Kapolsek melengkapi apa yang selama ini kami tanam. Semoga ini menjadi akselerasi nyata: perbaikan sikap, peningkatan kesadaran, dan terbentuknya generasi yang tidak hanya cerdas secara pikiran, tetapi juga kokoh secara akhlak,” ujarnya dengan penuh harap.** Semoga *

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga