Oleh wahid MA : editor Lintaspasundannewa.com
Tasikmalaya, 30 September 2026 — Di tengah hiruk-pikuk dinamika kehidupan bermasyarakat, sosok yang hadir bukan sekadar sebagai penegak aturan, melainkan sebagai pelindung, pembimbing, dan sahabat bagi generasi muda, sungguh layak diangkat menjadi teladan. Salah satu sosok tersebut adalah AKP Nurrozi, S.E., Kepala Kepolisian Sektor Sukaratu. Di balik langkah tegasnya, tersimpan perjalanan panjang yang ditempa dalam kesederhanaan, dirajut dengan ketulusan, dan diarahkan sepenuhnya untuk pengabdian.
Dari Tanah Petani Demak: Akar yang Tak Pernah Luntur
AKP Nurrozi lahir pada 31 Desember 1974 di Demak, Jawa Tengah. Beliau tumbuh dalam keluarga yang hidup sederhana namun kokoh berdiri di atas nilai kejujuran dan kerja keras — keluarga petani. Ayahanda tercinta, H. Sarmani, dan ibunda tercinta, Hj. Alfiah, mendidik kesepuluh anaknya dengan penuh ketulusan. Sebagian besar saudara kandungnya mengikuti jejak orang tua sebagai petani dan pelaku usaha swasta. Hanya beliau — anak kesepuluh dari sepuluh bersaudara — yang melangkah masuk ke jajaran Kepolisian Republik Indonesia.
“Keluarga kami hidup dari tanah dan keringat sendiri,” ujarnya. “Dari sanalah saya belajar bahwa setiap amanah harus diemban dengan tanggung jawab yang utuh, setiap langkah dijalani dengan ketulusan layaknya petani yang merawat tanamannya.” Nilai inilah yang senantiasa mengakar dalam setiap penugasannya hingga kini.
Meniti Pengabdian: Disiplin sebagai tanggungjawab
Perjalanan pengabdiannya dimulai sejak masuk pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto, Jawa Tengah, pada tahun 1993–1994. Sejak hari pertama mengenakan seragam, beliau memegang teguh prinsip: setiap tugas adalah kepercayaan, dan setiap kepercayaan harus dijaga dengan pertanggungjawaban yang tak tergoyahkan.
Langkah demi langkah beliau lalui dengan kesungguhan:
– Lulus Sekolah Inspektur Polisi tahun 2013, lalu ditempatkan di Polres Banjar selama hampir lima tahun, menduduki jabatan Kanit Reskrim Polsek Kota Banjar, KBO Reskrim, hingga KBO Binmas.
– Tahun 2018 pindah ke Polres Tasikmalaya Kota, dipercaya menjabat Kasubbag Humas hingga akhir 2019.
– Kemudian mengemban amanah sebagai Kapolsek Tamansari selama empat tahun tiga bulan, lalu Kapolsek Cibeureum selama dua tahun.
– Sejak 21 Januari 2026 menjabat Kasubbag Dal Ops Bag Ops Polres Tasikmalaya Kota, sebelum akhirnya dipercaya memegang amanah sebagai Kapolsek Sukaratu terhitung mulai 12 Mei 2026.
Bacajuga:Ketika Sejarah Islam Juga Pernah Diliputi Tragedi: Belajar dari Fitnah, Karbala dan G30S/PKI “
“Di setiap tempat yang saya pijak, saya tidak pernah merasa menempati kursi kekuasaan,” ungkap beliau. “Saya merasa sedang memegang titipan warga. Maka di mana pun saya ditempatkan, tanggung jawab saya sama besarnya: hadir, mendengar, dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya.”
Keluarga: Sumber Kekuatan dan Cermin Nilai
Di sela kesibukan mengabdi, beliau tidak pernah melupakan bahwa keluarga adalah fondasi utama. Beliau menikah dengan Erna Marlina, seorang ASN yang berbakti di lingkungan TNI, tepatnya di Kodim 0612 Tarumanegara, Koramil Indihiang. Istrinya bukan sekadar pendamping, melainkan rekan seperjuangan yang memahami sepenuhnya makna pengabdian kepada negara.
Dari pernikahan itu, lahir tiga putri yang menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa keteladanan orang tua mewarisi semangat prestasi:
– Ajeng Meydeta Nurlianasari — putri pertama, lulus S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi melalui jalur prestasi tanpa ujian, kini mengabdi di Puskesmas Kahuripan, Kecamatan Tawang.
– Adisha Nur Syafira — putri kedua, tengah menyelesaikan skripsi di Fakultas Hukum UIN Sunan Gunung Jati Bandung, masuk melalui jalur prestasi sebagai atlet basket andalan Kota Tasikmalaya.
– Ghaisanni Nur Latifah — putri bungsu, duduk di kelas XI SMAN 2 Kota Tasikmalaya. Beliau belum mengizinkan putri tercintanya mengendarai sepeda motor karena belum cukup usia; setiap pagi beliau dan istrinya mengantar jemput secara bergantian. “Kehadiran kami di sampingnya adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai orang tua,” tegasnya.
Mengabdi untuk Olahraga: Menjaga Ikon Kota Bulutangkis
Selain tugas utama di kepolisian, semangat pengabdiannya meluas ke dunia olahraga. Sejak tahun 2023, beliau dipercaya menjabat Bendahara Umum Pengurus PBSI Kota Tasikmalaya. Bagi beliau, ini bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan amanah untuk menjaga dan meneruskan kebesaran Tasikmalaya sebagai Kota Bulutangkis.
“Kami berupaya melahirkan bibit-bibit unggul yang dapat melanjutkan jejak para legenda,” ujarnya dengan harap. “Alhamdulillah, kini telah tumbuh atlet muda seperti Dendi yang mulai berkiprah di panggung internasional. Itulah bukti bahwa dengan kesungguhan, tanah ini senantiasa melahirkan kebanggaan.”
Kapolsek Sukaratu: Hadir di Hati Masyarakat
Kini, sebagai Kapolsek Sukaratu, AKP Nurrozi menegaskan kembali arah langkahnya: mengedepankan pendekatan persuasif, membangun kepercayaan, dan merajut kembali kedekatan antara Polri dengan masyarakat.
“Kami sadar, masih ada masa lalu yang perlu kami perbaiki,” ucapnya tulus. “Maka kami hadir langsung ke sekolah-sekolah, menjadi pembina upacara, menyampaikan pesan moral, mengajak generasi muda menjauhi narkoba, rokok, perundungan, dan segala hal yang dapat merusak masa depan mereka. Bukan dengan ketakutan kami mendekati mereka, melainkan dengan keteladanan.”
Beliau meyakini bahwa menanamkan nilai moral sejak dini — di SD, SMP, hingga SMK — adalah investasi paling berharga. “Pendidikan yang baik harus berjalan beriringan dengan akhlak yang luhur. Itulah fondasi bangsa yang kokoh.”
Di setiap langkah tugasnya, satu hal tak pernah luntur: tanggung jawab adalah harga yang tak dapat ditawar. Baik saat berdiri di lapangan upacara, duduk berdialog dengan warga, maupun membimbing anak-anak sekolah, beliau selalu hadir seutuhnya — sebagai pelindung, pembimbing, dan teladan.
Demikianlah sosok AKP Nurrozi, S.E. — seorang putra petani dari Demak yang kini menanamkan harapan di tanah Sukaratu. Sederhana namun teguh, mengabdi tanpa pamrih, dan meyakini bahwa jejak yang paling indah bukanlah yang terukir di batu, melainkan yang tertanam di hati mereka yang menerima manfaatnya*”



