TASIKMALAYA | Lintaspasundan-news — Kabar baik datang dari SDN Karamat Jaya. Sekolah tersebut mendapatkan bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi kegiatan, revitalisasi SDN Karamatjaya dilaksanakan oleh P2SP dengan waktu pelaksanaan selama 114 hari kalender, terhitung Agustus hingga November 2026. Adapun nilai bantuan yang tercantum sebesar Rp900.144.436. Selasa 01/09/2026.
Komite sekaligus pelaksana P2SP SDN Karamatjaya, Supyan Suganda, mengatakan bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membenahi sejumlah bagian bangunan sekolah.

Menurutnya, terdapat sekitar tujuh lokal yang menjadi bagian dari pekerjaan revitalisasi. Pekerjaan meliputi perbaikan atap, jendela dan pintu, pemasangan rangka baja ringan serta penggunaan genteng metal.
Selain itu, sekolah juga memperoleh bantuan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 12 meter. Saat ini, progres pekerjaan TPT disebut telah mencapai sekitar 90 persen.

“Alhamdulillah, sekarang pekerjaan sudah berjalan. TPT kurang lebih sudah 90 persen. Saat ini juga sedang dilakukan persiapan untuk pemasangan baja ringan,” ujar Supyan.
Dalam revitalisasi tersebut, sejumlah ruangan turut mendapatkan penanganan, di antaranya ruang kelas VI, ruang guru serta tiga ruang WC.
Namun demikian, Supyan menyebutkan bahwa pengajuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang disampaikan pihak sekolah belum terealisasi pada program tahun ini.
“Kalau pengajuan RKB ada, tetapi belum terealisasi,” katanya.
Supyan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah serta seluruh pihak terkait yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi SDN Karamat Jaya.
“Terima kasih kepada pemerintah dan pihak terkait yang telah membantu memberikan revitalisasi kepada SDN Karamat Jaya. Alhamdulillah, pekerjaan dikerjakan sesuai SOP. Mudah-mudahan ke depannya berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia berharap, bagian-bagian sekolah yang belum mendapatkan bantuan dapat kembali diajukan sehingga pada tahun berikutnya memperoleh dukungan untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Selain pembangunan fisik, Supyan menilai kebutuhan mebel sekolah juga menjadi perhatian penting. Pasalnya, sejumlah mebel di sekolah tersebut sudah mengalami kerusakan.
“Setelah bangunannya selesai, harapan kami bukan hanya bangunannya yang bagus, tetapi mebelnya juga bisa mendapat bantuan karena banyak yang sudah rusak,” tuturnya.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas sarana pendidikan diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
“Sebagai perwakilan masyarakat, harapan kami setelah bangunannya selesai dan kondisinya bagus, kualitas kegiatan belajar mengajar juga semakin ditingkatkan. Itulah harapan masyarakat,” pungkas Supyan Suganda.
*Aris



