TASIKMALAYA | Lintaspasundan-news — Kabar baik datang dari SDN Puspasari. Sekolah tersebut mendapat bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan mencapai Rp858.689.961.00.- Selasa 01/09/2026.
Program tersebut merupakan bantuan pemerintah dalam rangka revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh P2SP. Rehab kini mulai memasuki tahap konstruksi karena keterbatasan lahan sekolah.
Komite SDN Puspasari, Endang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah serta seluruh masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.

“Atas nama sekolah, warga masyarakat dan pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan revitalisasi untuk SDN Puspasari. Alhamdulillah, sekarang Rehab sudah mulai berjalan,” ujar Endang.
Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sekolah. Karena itu, Rehab ruang kelas harus dilakukan dengan konsep bertingkat.
“Di SDN Puspasari ini sudah tidak ada lahan lagi untuk perluasan. Jadi untuk penambahan RKB memang harus ke atas atau bertingkat,” harapnya.
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi rehab tiga ruang kelas, satu ruang administrasi, dan RKB tiga unit WC, serta pembenahan pagar dan lapangan sekolah.
Revitalisasi tersebut dinilai sangat dibutuhkan mengingat sebelumnya terdapat ruang kelas yang kondisinya sudah lama dibongkar karena mengalami kerusakan dan lapuk.
“Memang sudah selayaknya diperbarui. Ada satu lokal yang sudah lama dibongkar karena kondisinya sudah lapuk. Alhamdulillah tahun ini mendapat bantuan pemerintah sehingga bisa dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih baik,” katanya.

Endang berharap pembangunan tersebut tidak berhenti pada pekerjaan yang saat ini berjalan. Ia berharap konstruksi bertingkat yang mulai disiapkan dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya sehingga sekolah memiliki tambahan ruang, termasuk perpustakaan yang hingga kini belum tersedia.
“Harapan kami ke depan, konstruksi yang sudah dimulai ini bisa dilanjutkan untuk pembangunan ke atas. Mudah-mudahan nantinya bisa ada perpustakaan, karena sampai sekarang perpustakaan belum ada di sini,” ungkapnya.
Selama proses rehab berlangsung, kegiatan belajar mengajar para siswa untuk sementara dipindahkan ke sejumlah lokasi agar proses pendidikan tetap berjalan.
Para siswa mengikuti pembelajaran sementara di Madrasah Al Ikhlas di Kampung Bakom dan Madrasah Kholifatunnajah di Kampung Cipari, Desa Sundawenang.
Endang berharap revitalisasi ini dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan tenang bagi para siswa.
“Yang terpenting bagi kami adalah anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman. Kalau sebelumnya kondisi bangunan sudah banyak yang lapuk, sekarang dengan adanya pembangunan dari pemerintah, mudah-mudahan ke depan anak-anak didik kami bisa belajar dengan lebih tenang dan nyaman,” pungkasnya.
Bantuan revitalisasi tersebut diharapkan menjadi momentum pembenahan sarana pendidikan di SDN Puspasari sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan belajar bagi para peserta didik.
*Aris



