Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(27 APRIL 2026) ~ Menurut UU No. 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan pasal 2, tujuan pemasyarakatan adalah sistem pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk warga binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana sehingga dapat kembali diterima di masyarakat.
Oleh karena itu “Hari Pemasyarakatan Indonesia”, atau dikenal sebagai Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP), diperingati setiap 27 April. Ini adalah momen untuk memperingati perubahan sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, bertujuan membina warga binaan agar kembali ke masyarakat dan berkontribusi positif, serta ajang refleksi institusi.
Seperti diketahui, Hari Pemasyarakatan Indonesia untuk kali pertama diperingati pada tahun 1964. Peringatan tersebut merupakan konsep dan istilah baru yang diutarakan oleh *Dr. Saharjo, SH sebagai Menteri Kehakiman RI pada tanggal 5 Juli 1963, pada saat itu.
Namun sebelumnya disebut istilah kepenjaraan berubah menjadi pemasyarakatan yang bertujuan untuk mencapai reintegrasi sosial bahwa tujuan pidana adalah pembinaan kepada narapidana.
Hari Pemasyarakatan merupakan refleksi dari perjalanan pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan melalui sistem yang lebih berkualitas, profesional dalam mewujudkan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM).
|Menurut pendapat ahli apakah sudah terwujud menjadi manusia seutuhnya.|
Menurut Abraham Maslow, masyarakat dikatakan berhasil bila kebutuhan dasar, rasa aman, penghargaan, hingga aktualisasi diri warga dapat terpenuhi.
Sedangkan Erich Fromm menilai manusia seutuhnya lahir ketika seseorang tidak hanya mengejar materi, tetapi juga memiliki kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Jika melihat kondisi sekarang, semangat hari kemasyarakatan belum sepenuhnya terwujud, karena masih ada ketimpangan, individualisme, dan lemahnya solidaritas. Artinya, peringatan seperti ini seharusnya menjadi pengingat agar manusia kembali memuliakan sesama, menegakkan keadilan, dan hidup bergotong royong sebagai manusia seutuhnya.
” SELAMAT HARI BHAKTI KEMASYARAKATAN INDONESIA ”
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#PUBLIK,#SEMUAORANG,#FYP,#VIRAL,#INDONESIANTOPOFTHEWORLD,#SOROTANTAJAM



