Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA. (03/12/2025) – Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, kini berada dalam kondisi memalukan: pinggir jalan berubah menjadi lautan sampah, bau busuk menyergap setiap orang yang melintas. Fakta ini bukan baru terjadi kemarin—dan yang membuatnya lebih keji, Bidang Lingkungan Hidup Dinas PUPRTLH terus saja berpura-pura tidak melihat.
Tidak adanya TPS (Tempat Pembuangan Sementara) adalah bukti telanjang dari buruknya tata kelola lingkungan. Warga akhirnya membuang sampah di mana saja karena pemerintah tidak menyediakan fasilitas paling dasar sekalipun. Kelalaian seperti ini bukan sekadar kekurangan—ini adalah bentuk nyata kegagalan struktural.
Bacajuga:Â PHBM Sanghyang Gelar Aksi Jumsih di Situ Ciloa, Warga Sukawening Garut Bersatu Atasi Tumpukan Sampah
Saat hujan turun, tumpukan sampah itu berubah menjadi kubangan busuk yang menyebarkan aroma kematian, meracuni udara desa. Ketika masyarakat terpaksa membakar sampah, asapnya menyebar sebagai racun pelan-pelan yang mengundang ISPA, merusak paru-paru anak-anak, bahkan meningkatkan potensi kanker.
Ironisnya, kondisi ini tampaknya tidak cukup penting bagi instansi yang seharusnya menjaga lingkungan kita. Mereka memilih diam. Mereka memilih tidak bergerak. Mereka memilih membiarkan masyarakat menanggung akibatnya.
Neglasari bukan hanya sedang kotor—
Neglasari sedang diabaikan.
Dan selama pihak terkait terus bersembunyi di balik meja kantor, menjauh dari realitas bau busuk di lapangan, maka sampah akan terus menumpuk, penyakit akan terus mengancam, dan kepercayaan publik akan terus terkikis.
Ini bukan sekadar masalah sampah.
Ini adalah aib tata kelola.
Narasumber : Yosep.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#BUPATITASIKMALAYA,#HCECEPNURULYAKIN
#DPUORTLHKABUPATENTASIKMALAYA
#KOMINFOKABUPATENTASIKMALAYA
#KECAMATANSALAWU,#DESANEGLASARI,#PUBLIK,#SOROTANTAJAM



