Lintaspasundannews.Garut, 28 November 2025 — Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kembali digaungkan melalui kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) yang digelar di kawasan Situ Ciloa, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Aksi gotong royong ini difokuskan di jalur menuju Pemandian SS Kampung Sagaranten, kawasan yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan volume sampah akibat pembuangan liar oleh oknum masyarakat yang melintas.
Situ Ciloa merupakan salah satu ruang publik yang banyak digunakan warga untuk aktivitas harian, jalur akses wisata, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, kondisi kebersihan yang semakin menurun membuat berbagai pihak merasa terpanggil untuk melakukan penanganan segera. Melihat situasi tersebut, PHBM Sanghyang menginisiasi kegiatan bersih-bersih dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat setempat.
Dipimpin langsung oleh Ketua PHBM Sanghyang, Endang Hermawan, kegiatan jumsih ini berjalan sejak pagi hari. Aksi tersebut turut didukung oleh Pjs Desa Persiapan Sagara Inten, Dindin Ahmad Kurniawan, Ketua LMDH Purkon Rosidi, kader desa, tokoh masyarakat, perwakilan RW, RT, serta warga Kampung Sagaranten yang ikut terjun langsung membersihkan area situ dan jalur menuju pemandian.
Dalam keterangannya, Endang Hermawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PHBM Sanghyang dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi.
“Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tetapi kewajiban seluruh warga. Situ Ciloa adalah aset lingkungan yang bermanfaat untuk masyarakat. Sudah seharusnya kita menjaga dan merawatnya,” ujarnya.
Pjs Desa Persiapan Sagara Inten, Dindin Ahmad Kurniawan, memberikan apresiasi atas antusiasme warga dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak desa mendukung penuh kegiatan kebersihan rutin sebagai upaya menjaga wajah lingkungan desa.
“Gotong royong hari ini membuktikan bahwa bila masyarakat bersatu, masalah lingkungan dapat diatasi. Pemerintah desa akan terus mendukung aksi-aksi positif seperti ini, sebab kebersihan adalah salah satu wajah peradaban,” tuturnya.
Bacajuga: “RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN TASIKMALAYA HANYA DIHADIRI 1/3 UNDANGAN EKSEKUTIF “
Senada dengan itu, Ketua LMDH Purkon Rosidi menambahkan bahwa kegiatan jumsih bukan hanya sekadar pengangkatan sampah, tetapi juga momentum membangun kesadaran kolektif.
“Situ Ciloa memiliki nilai ekologis, sosial, bahkan ekonomi. Jika dibiarkan kotor, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat sendiri. Peran serta warga dalam menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta jumsih membersihkan sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Mulai dari pinggiran situ, jalur menuju Pemandian SS, hingga area yang tertutup semak dan rumput tinggi akibat sampah yang menumpuk. Setelah dikumpulkan, sampah kemudian dipilah sebelum diangkut ke tempat pembuangan sementara yang sudah disiapkan oleh desa.
Warga berharap kegiatan jumsih dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengingat kawasan Situ Ciloa merupakan salah satu aset alam yang patut dijaga agar tetap bersih, aman, dan nyaman untuk dimanfaatkan. Mereka optimistis bahwa melalui aksi bersama, lingkungan Kecamatan Sukawening dapat kembali asri serta terhindar dari potensi pencemaran yang lebih besar.
Dengan adanya kolaborasi antara PHBM Sanghyang, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat, kegiatan ini bukan hanya berhasil mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga menguatkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan hidup.
*(D’Redi + Deden)



