Senin, September 14, 2026
BerandaBerandaPenyaluran Bansos Pangan di Cilampung Hilir Berjalan Lancar, Sekdes Imbau KPM Manfaatkan...

Penyaluran Bansos Pangan di Cilampung Hilir Berjalan Lancar, Sekdes Imbau KPM Manfaatkan Bantuan

Tasikmalaya Lintaspasundan-news | Penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan di Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung lancar pada Senin (14/9/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan antrean berdasarkan wilayah serta nomor dan urutan yang telah ditentukan petugas. Hal tersebut dilakukan agar proses penyaluran berjalan tertib dan masyarakat dapat menerima bantuan sesuai jadwal.

Sekretaris Desa (Sekdes) Cilampung Hilir Jamaludin S. Sos mengatakan, masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat dapat langsung datang ke lokasi penyaluran sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Namun, bagi penerima yang berhalangan hadir karena kondisi tertentu, seperti sakit, pengambilan bantuan dapat diwakilkan oleh anggota keluarga yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK).

“Kalau yang bersangkutan sedang sakit atau ada kendala lainnya, bisa diwakilkan oleh keluarga yang tercatat dalam KK. Misalnya ibunya sakit, bisa diambil oleh anak yang tercatat dalam KK,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah penerima manfaat di Desa Cilampung Hilir mencapai kurang lebih 1.284 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan jumlah tersebut, proses penyaluran diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu hari.

“Kurang lebih ada 1.284 KPM. Kalau dalam satu hari sepertinya tidak akan selesai, karena ada juga masyarakat yang sedang bekerja atau masih berada di luar. Kemungkinan besok penyaluran akan dilanjutkan,” katanya.

Pemerintah Desa Cilampung Hilir juga mengimbau seluruh KPM agar memanfaatkan bantuan yang telah disalurkan pemerintah dan mengambilnya sesuai waktu serta jadwal yang telah ditentukan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar bansos ini dimanfaatkan dan diambil sesuai waktu serta jadwal yang telah ditentukan. Sayang apabila pemerintah sudah menyalurkan bantuan, tetapi masyarakat tidak mengambilnya,” ungkapnya.

Data Penerima Mengacu Desil
Sementara itu, Pendamping Sosial Kecamatan Padakembang, Dikdik Anwar Sidik, menjelaskan bahwa bantuan beras tersebut merupakan program yang berkaitan dengan Badan Pangan Nasional dan Kementerian Sosial.

Ia menerangkan, kriteria penerima bantuan beras secara umum memiliki kemiripan dengan sejumlah program bantuan sosial lainnya, seperti Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH), khususnya masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai 4.

Namun, menurut Dikdik, karena program bantuan beras tersebut berada di luar mekanisme program Kementerian Sosial tertentu, pihak pendamping sosial di tingkat kecamatan tidak mengetahui secara pasti seluruh proses awal penetapan data penerima.

“Kami hanya mencarikan solusi apabila ada hal-hal yang memang perlu dibantu, baik terkait perbedaan data, penerima yang sudah pindah, meninggal dunia dan sebagainya,” jelasnya.

Dikdik menambahkan, data desil yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) kini menjadi salah satu rujukan penting dalam berbagai program bantuan pemerintah.

Tidak hanya untuk bantuan sosial seperti sembako, PKH maupun bantuan beras, data tersebut juga menjadi salah satu rujukan dalam berbagai program pemerintah lainnya, termasuk bidang pendidikan dan kesehatan.

“Desil menjadi satu rujukan, bukan hanya untuk bantuan sembako, PKH atau beras. Bantuan lainnya seperti KIP Kuliah dan kesehatan juga merujuk kepada desil,” katanya.

Pengawasan Data Dinilai Penting
Dikdik mengatakan, pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus melakukan pemutakhiran serta pemanfaatan data sosial ekonomi masyarakat dengan melibatkan BPS.

Menurutnya, pendataan kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat penting untuk memastikan program pemerintah dapat diberikan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Meski demikian, ia menilai pengawasan terhadap data penerima tetap diperlukan. Sebab, di lapangan masih ditemukan kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi masyarakat dengan posisi desil dalam data.

“Masih ada yang memang tidak sesuai.

Ada yang tergolong mampu tetapi masih berada di desil satu sampai empat. Sebaliknya, masyarakat yang sebenarnya perlu dibantu justru bisa berada di desil enam sampai sepuluh,” ungkap Dikdik.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dan pembaruan data secara berkelanjutan agar penyaluran bantuan sosial dapat semakin tepat sasaran.

Penyaluran bansos pangan di Desa Cilampung Hilir diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan bagi keluarga penerima manfaat.

*Har

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga