Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerandaYayasan Seni Budaya Pasundan Kiwari Di ketua Ade Ridwan Surayanto

Yayasan Seni Budaya Pasundan Kiwari Di ketua Ade Ridwan Surayanto

  1. Kabupaten Tasikmalaya Lintaspasundannews –Semboyan: Nata Diri, Nata Rasa, Nata Raga, Nata Buana

Artinya: memperbaiki diri, memurnikan rasa, menata raga, melestarikan alam dan semesta — landasan untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seluruh seni budaya Sunda yang ada di Tatar Sunda, agar tidak hilang dan tetap lestari selamanya.

Tujuan & Misi

Menggali, merawat, dan mengembangkan warisan leluhur: seni musik, tari, sastra, teater, adat, bahasa, dan nilai hidup Sunda .
Menjadikan budaya sebagai identitas, jati diri, dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Bacajuga:ACARA MILANGKALA TATAR SUNDA,MULANG KA SALAKA..KIRAB MAHKOTA KEMAHARAJAAN SUNDA.. MAHKOTA SANGHYANG PAKE BINOKASIH..TIDAK HANYA MENGANGKAT NAMA SUMEDANG DAN SEJARAH KERAJAAN SUMEDANG LARANG TAPI JUGA SELURUH WILAYAH JAWA BARAT KEDALAM LINGKUP NASIONAL DAN INTERNASIONAL*

Mengajak semua kalangan, terutama generasi muda, agar tidak melupakan asal-usul dan budaya sendiri.
– Menghidupkan kembali seni tradisional agar tetap hidup, bergaul, dan berkembang di zaman sekarang.

Makna Semboyan

– Nata Diri: Memperbaiki akhlak, sikap, dan kepribadian sesuai ajaran budi luhur Sunda.
– Nata Rasa: Menjaga kepekaan hati, rasa hormat, dan rasa kasih sayang terhadap sesama dan lingkungan.
– Nata Raga: Menjaga kesehatan, kekuatan, dan ketangkasan tubuh untuk berkarya dan berbakti.Nata Buana: Menjaga kelestarian alam, lingkungan, dan hubungan harmonis manusia dengan alam semesta.

Bidang Kegiatan

– Latihan & pertunjukan: tarian (jaipong, merak, ketuk tilu), musik (gamelan, degung, karinding, suling), sastra (pantun, carita pantun, kawih), dan seni rupa.
– Penelitian, pendokumentasian, dan pembinaan generasi muda di sekolah maupun masyarakat.
– Mengadakan pentas, lomba, dan festival budaya agar seni Sunda tetap terlihat, terdengar, dan dikenal luas.

Intinya: Yayasan ini berdiri sebagai penjaga dan pelanjut napas seni budaya Sunda, agar kata-kata “ulah hilap” (jangan lupa) selalu menjadi pegangan kita semua.

( Ktua Ade RS )

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga