- Kabupaten Tasikmalaya Lintaspasundannews –Semboyan: Nata Diri, Nata Rasa, Nata Raga, Nata Buana
Artinya: memperbaiki diri, memurnikan rasa, menata raga, melestarikan alam dan semesta — landasan untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seluruh seni budaya Sunda yang ada di Tatar Sunda, agar tidak hilang dan tetap lestari selamanya.
Tujuan & Misi
Menggali, merawat, dan mengembangkan warisan leluhur: seni musik, tari, sastra, teater, adat, bahasa, dan nilai hidup Sunda .
Menjadikan budaya sebagai identitas, jati diri, dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Mengajak semua kalangan, terutama generasi muda, agar tidak melupakan asal-usul dan budaya sendiri.
– Menghidupkan kembali seni tradisional agar tetap hidup, bergaul, dan berkembang di zaman sekarang.
Makna Semboyan
– Nata Diri: Memperbaiki akhlak, sikap, dan kepribadian sesuai ajaran budi luhur Sunda.
– Nata Rasa: Menjaga kepekaan hati, rasa hormat, dan rasa kasih sayang terhadap sesama dan lingkungan.
– Nata Raga: Menjaga kesehatan, kekuatan, dan ketangkasan tubuh untuk berkarya dan berbakti.
Nata Buana: Menjaga kelestarian alam, lingkungan, dan hubungan harmonis manusia dengan alam semesta.
Bidang Kegiatan
– Latihan & pertunjukan: tarian (jaipong, merak, ketuk tilu), musik (gamelan, degung, karinding, suling), sastra (pantun, carita pantun, kawih), dan seni rupa.
– Penelitian, pendokumentasian, dan pembinaan generasi muda di sekolah maupun masyarakat.
– Mengadakan pentas, lomba, dan festival budaya agar seni Sunda tetap terlihat, terdengar, dan dikenal luas.
Intinya: Yayasan ini berdiri sebagai penjaga dan pelanjut napas seni budaya Sunda, agar kata-kata “ulah hilap” (jangan lupa) selalu menjadi pegangan kita semua.
( Ktua Ade RS )



