Lintaspasundan-news, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya — Kegiatan Pentas Seni dan Kreativitas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Singaparna resmi usai digelar. Ajang ini menjadi langkah strategis panitia untuk menghindari benturan jadwal dengan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI.
Ketua panitia, Tete Suherman, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 29 Sekolah Dasar dari seluruh wilayah Kecamatan Singaparna, dengan peserta dari kelas 1 hingga kelas 5. Sementara itu, siswa kelas 6 tidak dilibatkan agar dapat fokus menghadapi ujian akhir.
Beragam cabang lomba dipertandingkan dalam ajang ini, di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), kaligrafi, praktik ibadah salat, azan, Lomba Cerdas Cermat (LCC), pildacil (pidato dakwah cilik), serta qosidah, yang masing-masing dibagi dalam kategori putra dan putri.
Para juara pertama dari setiap cabang lomba akan mewakili Kecamatan Singaparna ke tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Mei 2026 di Sukarame.
Berikut daftar peserta yang berhasil melaju ke tingkat kabupaten:
- MTQ Putra: Muhammad Ziyad Nur Siddiq
- MTQ Putri: Khalida Luthfiani Muthmainnah
- MHQ Putra: M. Rafa Zaidan Nurrahman
- MHQ Putri: Raisya Anindya Anugrah
- Dai Putra: M. Yasir Hayy Bil Hifdzi
- Dai Putri: Vhirza Aurel Fazria Putri
- Kaligrafi Putra: Muhammad Arkan Alfatih
- Kaligrafi Putri: Mahira Khansa Putri
- Azan: Fauzi Shaki Azmi
- Praktik Salat: Satria Putra P., Haikal Azmi Hail, Zenahara Suryani
- Qasidah: SDN Sukasenang
- LCC: SDN Margamulya
Menurut panitia, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, tidak hanya dalam aspek pengetahuan, tetapi juga kreativitas serta implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pesannya, Tete Suherman menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan agar para siswa tetap meluruskan niat karena Allah, menjaga ketenangan, serta percaya diri.
“Kamu sudah hebat sampai di tingkat kecamatan. Niat lillahi ta’ala, tarik napas, dan tersenyum. Menang adalah bentuk syukur, belum menang adalah pengalaman,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta telah memberikan yang terbaik dan pulang dengan membawa kebanggaan, baik dalam bentuk prestasi maupun pengalaman berharga.
*Red



