Lintaspasundan-news, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya — Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan, SMP Negeri 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar program Kegiatan Ramadhan (KURMA) yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini diisi dengan berbagai perlombaan Islami serta bakti sosial bagi siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Kamis (12/03/2026)
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Singaparna, Rini Sriogartina, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan KURMA tahun ini dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan para siswa kelas VII dan VIII.
“Dalam kegiatan KURMA ini ada dua agenda utama. Yang pertama adalah lomba-lomba yang dilaksanakan selama dua hari, di antaranya lomba adzan dan lomba Islamic of Ramadhan berupa menggambar dengan nuansa Islami. Pesertanya adalah siswa kelas VII dan VIII,” ujar Rini.
Selain perlombaan, pihak sekolah juga menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) yang diperuntukkan bagi siswa yatim piatu serta siswa kurang mampu di lingkungan sekolah.
Menurut Rini, berdasarkan data yang dihimpun dari para wali kelas, terdapat 85 siswa yang menerima bantuan sosial tersebut.
“Alhamdulillah para wali kelas telah menyetorkan data siswa yang berhak menerima bantuan, jumlahnya sekitar 85 siswa yang terdiri dari anak yatim piatu dan siswa kurang mampu di SMPN 1 Singaparna,” jelasnya.
Tidak hanya bagi siswa, kegiatan sosial tersebut juga menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Bantuan yang diberikan berupa beras dan uang tunai kepada warga yang membutuhkan.
Data penerima bantuan dari masyarakat tercatat sebanyak 150 orang yang berasal dari satu wilayah RW di sekitar sekolah. Penyaluran bantuan dilakukan dengan sistem kupon yang telah dibagikan sebelumnya oleh pihak sekolah.
“InsyaAllah pembagian bantuan kepada masyarakat dilaksanakan hari ini sekitar pukul 10.00 WIB. Warga dapat menukarkan kupon yang telah diberikan oleh pihak sekolah untuk menerima bantuan beras dan uang,” tambahnya.
Rini berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta mempererat hubungan antara pihak sekolah dengan masyarakat sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kepedulian antara siswa, guru, dan masyarakat. Sekolah juga ingin membangun rasa memiliki dari masyarakat terhadap sekolah, sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung atau simbiosis mutualisme,” ungkapnya.
Meski bantuan yang diberikan tidak terlalu besar, pihak sekolah menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.
**Aris



