Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(25/12/2025) ~ Natal bagi Nabi Isa ‘alaihissalam (as) dilihat dari perspektif Islam, sekaligus perbedaannya dengan tradisi Kristen.
Nabi Isa as dalam Islam.
Menurut Buya Syakur menegaskan bahwa :
• Nabi Isa as adalah nabi mulia, bukan Tuhan atau anak Tuhan.
• Kelahiran Nabi Isa as adalah mukjizat, dan Islam wajib mengimaninya.
**Allah menciptakan Nabi Isa as melalui perintah “Kun” (Jadilah), sebagaimana Dia menciptakan Nabi Adam as tanpa ayah dan ibu.
“Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berfirman kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.”
(QS. Ali ‘Imran: 59)
• Perbedaan Islam dan Kristen terletak hanya pada akidah, bukan pada penghormatan terhadap Nabi Isa.
2. Natal bukan bagian dari akidah Islam
Menurut beliau :
• Natal adalah perayaan agama Kristen, bukan ibadah Islam.
• Umat Islam tidak diwajibkan dan tidak disunnahkan merayakan Natal.
Namun, tidak semua yang terkait Natal otomatis menjadi syirik, jika tidak dimaksudkan sebagai pengakuan akidah.
3. Mengucapkan “Selamat Natal”
Ini poin yang sering ditekankan Buya Syakur :
Mengucapkan “Selamat Natal” diperbolehkan dalam konteks:
• Muamalah sosial
• Hubungan kemanusiaan
• Menjaga kerukunan dan akhlak
Dengan catatan:
Bacajuga:https:https://lintaspasundannews.com/2025/12/kaleidoskop-indonesia-outlook-politik-ekonomi-2026/24/
• Tidak meyakini Isa sebagai Tuhan
• Tidak ikut ritual ibadah Natal
• Niatnya adalah sopan santun dan penghormatan, bukan pembenaran teologi.
Buya Syakur sering menyampaikan bahwa:
Akidah itu ada di hati, bukan pada ucapan sosial yang bertujuan menjaga persaudaraan.
Pandangan Prof. Buya Syakur Yasin tentang Natal ”
(Islam tidak merayakan Natal, tetapi mengimani kelahiran Nabi Isa as.)
4. Pendekatan Maqashid Syariah
Buya Syakur menggunakan pendekatan:
Maqashid Syariah (tujuan syariat)
Menjaga:
• Kedamaian sosial
• Persatuan bangsa
• Nilai kemanusiaan
Beliau menolak sikap mudah mengkafirkan atau memusuhi atas nama agama.
5. Inti sikap Muslim menurut Buya Syakur.
• Teguh dalam tauhid
• Lapang dalam pergaulan
• Tidak mencampuradukkan akidah, tapi juga tidak memutus silaturahmi.
KESIMPULAN ::
Menurut Prof. Buya Syakur Yasin:
• Natal bukan ibadah Islam
• Nabi Isa as tetap nabi mulia
• Ucapan Selamat Natal boleh secara sosial
• Islam harus tampil ramah, dewasa, dan beradab
Yang dilarang adalah meyakini akidah Kristen atau ikut ritualnya
Islam harus tampil ramah, dewasa, dan beradab.
“UNTUKMU AGAMAMU DAN UNTUKKU AGAMAKU”
(QS. Al-Kafirun: 6)
Sumber : dari berbagai literatur teologie islam & pustaka pribadi
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#PUBLIK,#INDONESIANTOPOFTHEWORLD,#FYPVIRAL,#SEMUAORANG,#UMATJRISTIANI



