Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA (23/12/2025) ~ Para Pengamat mengatakan, Prediksi Indonesia & Arah Politik–Ekonomi 2026 berdasarkan dinamika 2025 :
1. Politik Global 2026.
Dunia makin multipolar, tapi lebih tegang.
• AS: Pemerintahan Trump diperkirakan melanjutkan kebijakan proteksionis (tarif, reshoring industri). Risiko gesekan dagang tetap tinggi, terutama dengan China & Uni Eropa.
• China: Fokus ke stabilitas domestik dan teknologi strategis (AI, semikonduktor). Diplomasi ekonomi ke Global South akan ditingkatkan.
• Eropa: Lebih mandiri di sektor pertahanan & energi, namun rentan perpecahan internal akibat tekanan ekonomi dan politik domestik.
• Global South & BRICS: Peran meningkat dalam perdagangan, pembiayaan alternatif, dan isu tata kelola global.
*Risiko utama: konflik regional berkepanjangan, politik identitas, dan fragmentasi aliansi.
2. Ekonomi Global 2026.
Pemulihan selektif, tidak merata.
• Pertumbuhan global: cenderung moderat (±3%), ditopang Asia & negara berkembang.
• Inflasi: lebih terkendali, tapi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
• Perdagangan dunia: tidak kembali ke era globalisasi penuh; friend-shoring & near-shoring jadi norma.
• AI & otomasi: meningkatkan produktivitas, tapi menekan pasar kerja kelas menengah.
*Pemenang: negara dengan stabilitas politik, pasar domestik besar, dan kesiapan teknologi.
3. Indonesia 2026.
Stabil tapi perlu akselerasi
• Politik: relatif stabil; tantangan utama pada efektivitas kebijakan dan konsolidasi birokrasi.
• Ekonomi:
• Pertumbuhan berpotensi 4,8–5,2%,
• Konsumsi domestik tetap penopang utama,
• Hilirisasi & transisi energi jadi kunci
• Tantangan:
• Daya beli kelas menengah
• Lapangan kerja berkualitas
• Ketergantungan komoditas
*Kunci sukses: investasi manufaktur bernilai tambah, digitalisasi UMKM, dan reformasi regulasi.
4. Skenario 2026 (Ringkas).
• Optimistis: tensi global menurun → perdagangan pulih → Indonesia dorong pertumbuhan >5,3%.
• Moderat (paling mungkin): dunia stagnan terkendali → Indonesia stabil
• Pesimistis: konflik & perang dagang eskalatif → tekanan fiskal & daya beli.
Kesimpulan :
2026 bukan tahun ledakan pertumbuhan, tapi tahun ujian ketahanan.
Negara dan pemimpin yang adaptif, pragmatis, dan fokus ke ekonomi riil akan bertahan dan unggul.
Sumber : berbagai literatur populer & pustaka pribadi.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#DPRRI,#DPRDPROVINSI,#DPRDKABUPATENDANKOTA,#PEMERINTAHINDONESIA,#GUBERNURSELURUHINDONESIA,#BUPATIWALIKOTASELURUHINDONESIA
#INTERNASIONAL,#NASIONAL,#INDONESIANTOPOFTHEWORLD,#BERITAPOPULERTAHUN2025,#PUBLIK,#SOROTANTAJAM,#FYPVIRAL,#SEMUAORANG



