TASIKMALAYA Lintaspasundannews.(1/10/2026) ~ Hari Kopi Internasional, Hari Musik Internasional dan Hari Vegetarian Sedunia yang hadir setiap 1 Oktober semestinya menjadi momentum evaluasi: apakah kekayaan kultur dan kreativitas masyarakat Kabupaten Tasikmalaya benar-benar sedang dikembangkan, atau sekadar disebut dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan?
Peringatan internasional sering kali mudah berubah menjadi seremoni. Ada ucapan resmi, unggahan media sosial, spanduk dan kegiatan sesaat. Setelah itu, semuanya kembali seperti semula.
Padahal di balik setiap peringatan terdapat persoalan nyata masyarakat.
Kopi: petani jangan hanya menjadi penonton
Hari Kopi Internasional semestinya menjadi kesempatan bagi Dinas Pertanian untuk membuka kembali pertanyaan tentang posisi petani kopi daerah dalam rantai ekonomi.
Berapa produksi kopi daerah? Berapa banyak yang sudah diolah menjadi produk bernilai tambah? Berapa banyak pelaku UMKM kopi yang mampu menembus pasar nasional? Dan yang paling penting, berapa besar manfaat ekonomi yang benar-benar kembali kepada petani?
Jangan sampai petani menghasilkan komoditas, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati mata rantai perdagangan setelah produk meninggalkan wilayah produksi.
Jika pemerintah daerah serius berbicara tentang hilirisasi, maka kopi merupakan salah satu contoh yang dapat diuji secara konkret.
Potensi bukan prestasi. Potensi baru menjadi prestasi ketika mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Musik: apakah pemerintah daerah menyediakan ruang?
Pertanyaan serupa layak diberikan kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora).
Di tengah pertumbuhan industri kreatif digital, bagaimana pemerintah daerah memberikan ruang kepada musisi dan komunitas seni lokal?
Apakah tersedia panggung yang berkelanjutan? Apakah ada pembinaan manajemen pertunjukan? Apakah musisi lokal dilibatkan dalam agenda daerah? Apakah karya mereka dipromosikan sebagai bagian dari identitas Tasikmalaya?
Bacajuga:Ketua PWRI Tasikmalaya Soroti Video Imbauan Kalapas Usai Temuan Ombudsman di Cibinong
Jangan sampai kegiatan seni hanya muncul ketika ada perayaan hari besar atau agenda pemerintah.
Generasi muda tidak hanya membutuhkan nasihat agar kreatif. Mereka membutuhkan ruang untuk membuktikan kreativitasnya.
Pangan lokal: jangan kalah oleh tren dari luar
Hari Vegetarian Sedunia juga dapat menjadi momentum bagi Dinas Pertanian dan perangkat daerah yang menangani perdagangan serta UMKM untuk melihat kembali kekayaan pangan daerah.
Sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan dan berbagai pangan lokal sebenarnya memiliki peluang dikembangkan menjadi produk modern.
Pertanyaannya, apakah pemerintah daerah sudah memiliki strategi yang terintegrasi dari petani, pengolahan, pengemasan, sertifikasi, pemasaran hingga promosi?
Jika belum, maka slogan tentang ketahanan pangan dan ekonomi kreatif perlu diterjemahkan kembali menjadi program yang dapat diukur hasilnya.
Disparpora jangan hanya menjadi penyelenggara kegiatan
Khusus kepada Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, momentum 1 Oktober juga layak menjadi bahan evaluasi.
Pariwisata dan kebudayaan tidak cukup dibangun melalui jumlah kegiatan. Ukurannya harus lebih jauh: apakah kunjungan meningkat, apakah pelaku usaha memperoleh manfaat, apakah komunitas lokal berkembang dan apakah identitas budaya daerah semakin dikenal?
Jika setiap tahun program berjalan tetapi persoalan yang sama terus berulang, masyarakat berhak mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut.
Kegiatan bukan berarti perkembangan. Banyak kegiatan belum tentu menghasilkan ekosistem.
Dinas Pertanian: dari produksi menuju nilai tambah
Dinas Pertanian juga menghadapi tantangan yang sama.
Pembangunan pertanian tidak cukup berhenti pada produksi. Petani membutuhkan akses teknologi, pasar, pengolahan dan kepastian nilai ekonomi.
Kopi hanyalah salah satu contoh.
Jika sebuah daerah memiliki komoditas unggulan tetapi sebagian besar nilai tambah justru tercipta di luar daerah, maka pembangunan ekonomi lokal belum sepenuhnya selesai.
Karena itu, pemerintah perlu menunjukkan data dan hasil, bukan hanya narasi keberhasilan.
Diskopukmindag dan pertanyaan tentang UMKM
Kepada perangkat daerah yang menangani koperasi, UMKM dan perdagangan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana produk lokal dibawa naik kelas.
Berapa UMKM yang sudah memiliki legalitas? Berapa yang telah memiliki sertifikasi yang diperlukan? Berapa yang masuk platform perdagangan digital? Berapa yang mampu menjual produk ke luar daerah?
Data seperti inilah yang jauh lebih bermakna daripada sekadar menyebut jumlah UMKM secara keseluruhan.
Sebab masyarakat membutuhkan UMKM yang tumbuh, bukan sekadar UMKM yang tercatat.
Dari kalender menuju perubahan
Pada akhirnya, Hari Kopi, Hari Musik dan Hari Vegetarian bukan persoalan siapa yang paling meriah memperingatinya.
Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah tanggal 1 Oktober berlalu.
Apakah petani mendapatkan akses pasar yang lebih baik?
Apakah musisi mendapatkan ruang yang lebih luas?
Apakah pangan lokal memperoleh nilai tambah?
Apakah generasi muda memperoleh kesempatan?
Dan apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan ekonomi kreatif dan kebudayaan?
Jika jawabannya belum jelas, maka 1 Oktober seharusnya bukan hanya menjadi hari peringatan, tetapi hari untuk bertanya dan melakukan evaluasi.
Catatan kecil
Kabupaten Tasikmalaya tidak kekurangan potensi. Yang harus terus diuji adalah kemampuan pemerintah mengubah potensi menjadi prestasi yang terukur dan dirasakan masyarakat.
Sebab masyarakat tidak hidup dari slogan tentang potensi. Petani membutuhkan pendapatan, seniman membutuhkan ruang, pelaku UMKM membutuhkan pasar, dan generasi muda membutuhkan masa depan.
Peringatan internasional akan benar-benar bermakna ketika pesan global mampu diterjemahkan menjadi perubahan lokal. Dari Tasikmalaya, kultur masyarakat seharusnya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan agar mampu berbicara kepada Indonesia dan dunia.
(IWAN SINGADINATA/ERVAN PRADESA)
TAG (#)
#BUPATITASIKMALAYA #WAKILBUPATI #SEKDA #PARAKEPALASKPD #HUMAS #SETDA #DISKOMINFO #PUBLIK #SOROTAN #SEMUAORANG #FYP #VIRAL



