Sabtu, September 12, 2026
BerandaBerandaPantai Sindangkerta: Antara Anugerah Alam, Ancaman Abrasi, dan Harapan Pemulihan

Pantai Sindangkerta: Antara Anugerah Alam, Ancaman Abrasi, dan Harapan Pemulihan

Penulis wahid MA
Editor lintaspasundannews.com
Tasikmalaya rabu tgl 12/8/2026
Pantai Sindangkerta di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu potensi pariwisata andalan yang tak hanya menyuguhkan keindahan alam, melainkan juga menjadi sumber kehidupan dan harapan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keberadaannya telah menumbuhkan geliat usaha mikro dan tata kehidupan warga yang bertumpu pada limpahan rezeki dari laut, sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah yang tak sedikit. Namun di balik pesonanya, tersimpan persoalan mendasar yang terus menanti perhatian serius: dari pemerintah Kabupaten tasikmalaya.maupun dari provinsi Jawa Barat kerusakan struktur pelindung pantai yang tak kunjung terselesaikan sejak lama.

Demikian disampaikan Dede Nurjaman, pengelola Pantai Sindangkerta, saat menyampaikan gambaran kondisi terkini. “Cuaca hari ini sangat bersahabat, ombak relatif tenang, dan pantai aman dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang hendak berenang. Namun keadaan tenang ini tak sepenuhnya menggambarkan kondisi sesungguhnya,” ujarnya dengan nada prihatin.

Kendati hari ini pantai tampak ramah, baru selasa kemarin wilayah ini dilanda pasang air laut atau rob. Meski pemukiman warga selamat dan air hanya mencapai deretan kios wisata tanpa menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menyisakan kekhawatiran mendalam. Hampir seluruh bangunan penahan abrasi yang ada kini rusak parah. Struktur pelindung yang seharusnya menjaga pantai dari gempuran ombak nyatanya tak lagi berfungsi layaknya semestinya. Jika pasang air laut terjadi kembali, bukan mustahil seluruh fasilitas penunjang wisata maupun pepohonan peneduh yang menjadi ikon kenyamanan pantai ini akan musnah tersapu gelombang.

Bacajuga:JEJAK PENDAPAT MASYARAKAT LIMBANGAN* *TENTANG PENETAPAN LIMBANGAN SEBAGAI KOTA SEJARAH, BUDAYA, DAN PUSAT PENDIDIKAN BERBASIS INDUSTRI*

Kondisi memprihatinan ini ternyata bukan persoalan baru. Sejak tahun 2006 hingga saat ini, struktur penahan abrasi tersebut belum pernah mengalami pemugaran atau pembaharuan yang berarti. Padahal seiring berjalannya waktu, gempuran ombak dan perubahan karakter garis pantai terus berlangsung tanpa henti. Ketiadaan pemulihan menjadikan bahaya semakin nyata: bukan hanya kerugian harta benda yang dikhawatirkan, melainkan pula keselamatan nyawa para pengunjung yang datang beramai-ramai. Dikhawatirkan struktur yang rapuh sewaktu-waktu dapat runtuh dan menimpa siapa saja yang berada di dekatnya.Di sinilah letak pertanyaan yang patut direnungkan bersama: di tengah potensi ekonomi dan sumbangan Pendapatan Asli Daerah yang terbilang baik, serta berkembangnya usaha mikro yang menghidupi masyarakat setempat, mengapa pelindung nyawa dan aset berharga ini belum mendapatkan perhatian yang setimpal? Harapan masyarakat sederhana saja: agar segera dilakukan pemugaran menyeluruh terhadap bangunan penahan abrasi. Bukan sekadar demi kelangsungan pariwisata, melainkan di atas segalanya — demi keselamatan jiwa pengunjung dan keberlangsungan kehidupan masyarakat yang selama ini bersandar pada keindahan pantai Sindangkerta.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga