Oleh wahid MA
Editor lintaspasundannews.com
Tasikmalaya –Kamis 20 Agustus 2026 Semangat melahirkan cara bertani yang lebih ringkas, hemat tenaga sekaligus meningkatkan mutu hasil panen terus digelorakan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukaratu. Kini terobosan nyata itu diwujudkan melalui pelaksanaan uji coba penerapan Metode PM A.AS dengan memanfaatkan alat Drum Seeder yang telah mengalami penyempurnaan fungsi dan bentuknya, dilaksanakan bersama Kelompok Tani Pelita Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.
Langkah kemajuan yang membawa angin segar bagi dunia pertanian ini lahir dari pemikiran mendalam, kesabaran menguji coba berulang kali serta kerja keras bersatu seluruh pegawai BPP Kecamatan Sukaratu, digerakkan penuh dedikasi oleh Koordinator BPP Bapak Wahyu, didampingi setia rekan sejawatnya Bapak Asep beserta jajaran staf lainnya. Bapak Wahyu dikenal luas sebagai sosok pemimpin yang cekatan, tangguh dan tak pernah merasa lelah; senantiasa berpikir dan merancang pembaharuan agar petani di wilayah binaannya dapat menjalankan usaha tani lebih ringan beban fisiknya, pekerjaan cepat selesai namun hasil yang diperoleh tetap unggul kualitasnya.
Bacajuga:Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Gebyar 17-an dan Gerak Jalan Kerukunan
Selama puluhan tahun kebiasaan menanam padi dengan cara tandur menuntut petani membungkuk berjam-jam setiap harinya, menguras tenaga hingga sering kali punggung terasa pegal nyeri, memerlukan waktu lama serta butuh banyak orang untuk menyelesaikannya tepat waktu saat musim tanam tiba. Melalui penyempurnaan Drum Seeder yang disesuaikan khusus mendukung Metode PM A.AS ini, proses penanaman bibit padi berjalan lancar berurutan, jarak tanam tersusun rapi merata sesuai ukuran yang disarankan, pertumbuhan tanaman nanti dapat menerima sinar matahari dan air seimbang, pekerjaan selesai dalam waktu jauh lebih singkat dan tidak lagi membebani fisik petani seperti kebiasaan lama.
Lebih berharga dari alat yang diciptakan adalah keteladanan kegigihan yang terus dipancarkan Bapak Wahyu bersama Bapak Asep. Bukan hanya hadir sesaat saat pelaksanaan uji coba hari ini saja, keduanya sudah lama dikenal senantiasa turun langsung melangkah ke hamparan sawah yang berlumpur, menyambangi satu demi satu kelompok tani yang tersebar terpencil di seluruh pelosok desa wilayah Kecamatan Sukaratu. Di kala petani menghadapi kesulitan serangan hama, kekeringan, atau harga hasil panen yang belum memuaskan, merekalah yang pertama kali hadir membawa penjelasan, jalan keluar serta kata-kata penyemangat tulus; tidak pernah membeda-bedakan, tidak pernah mengeluh meski harus menempuh perjalanan jauh dan panas terik matahari demi mendatangi warga tani.
Ketekunan, kesabaran dan kehadiran yang konsisten tanpa kenal lelah ini akhirnya membuahkan penghargaan tulus yang mengalir dari hati para petani. Banyak anggota kelompok tani mengungkapkan rasa syukur dan kekaguman mendalam, menyatakan bahwa jarang sekali menemui pembimbing yang benar-benar merasakan kesulitan petani seolah kesulitan itu miliknya sendiri, terus berjuang merancang kemudahan praktis yang murah biayanya dan mudah diterapkan, bukan hanya sekadar menyampaikan petunjuk dari balik meja kantor. “Beliau berdua gigih sekali, berkali-kali datang mengawasi, membimbing sabar hingga kami paham dan berani mencoba cara baru ini, sungguh pelayanan yang luar biasa patut kami puji dan teladani,” ungkap perwakilan petani dengan nada terharu.
Seluruh pegawai BPP juga turut mendampingi penuh antusias, bekerja sama menjelaskan keunggulan penggunaan Drum Seeder secara rinci dan sabar agar mudah dipahami dan diterapkan oleh setiap anggota Kelompok Tani Pelita. Harapan tulus yang disampaikan bersama, apabila hasil uji coba dinilai berhasil dan berjalan lancar hingga panen nanti tiba, inovasi unggul serta semangat pelayanan tulus ini segera dapat dikembangkan dan disebarluaskan secara luas ke kelompok tani lainnya di seluruh kecamatan, membawa manfaat melimpah dan kesejahteraan yang makin nyata bagi seluruh keluarga petani wilayah Sukaratu.



