Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerandaPeringatan Hari Lahir Pancasila 2026: Meneguhkan Nilai Persatuan dan Ketahanan Bangsa di...

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026: Meneguhkan Nilai Persatuan dan Ketahanan Bangsa di Kecamatan Pada Kembang, Asep Mimbar dan Istri Turut Hadir

Oleh: Wahid MA* korlip*
Lintaspasundannews.com
Tasikmalaya, 1 Juni 2026 – Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 diselenggarakan dengan suasana yang khidmat dan penuh penghayatan di halaman utama Kantor Kecamatan Pada Kembang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga, menghormati, dan menerapkan nilai-nilai luhur dasar negara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara dihadiri oleh jajaran pemerintahan kecamatan, para Kepala Desa beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan berbagai lembaga kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan yang bergerak di wilayah Kecamatan Pada Kembang. Salah satu peserta yang hadir dengan penuh semangat dan kekompakan adalah Kepala Desa Mekarjaya, Asep Mimbar, yang datang mendampingi istri tercintanya. Kehadiran lintas unsur ini, termasuk keikutsertaan langsung Asep Mimbar beserta istri, mencerminkan kebersamaan dan kesatuan tekad untuk terus menempatkan Pancasila sebagai landasan utama dalam setiap langkah pembangunan dan interaksi sosial di daerah ini.

Dalam momen yang penuh makna tersebut, Asep Mimbar menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila yang lugas, mendalam, dan menyentuh hati, mewakili aspirasi masyarakat Desa Mekarjaya yang dipimpinnya.

Baca juga:Gibas Cup Kicau Mania Meriah Digelar di DJ Arena, Dorong Kemajuan Komunitas dan Peternak Burung Tasikmalaya

“Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila bagi seluruh jajaran pemerintah kecamatan, para kepala desa, seluruh perangkat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kecamatan Pada Kembang, khususnya masyarakat Desa Mekarjaya yang saya cintai dan saya banggakan. Mari kita jadikan momen bersejarah ini sebagai pengingat abadi bahwa Pancasila adalah rumah besar kita semua, tempat segala perbedaan suku, agama, dan budaya dapat bertemu, hidup rukun, dan bersatu padu demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Semoga semangat persatuan, gotong royong, dan saling menghargai yang diajarkan oleh kelima sila Pancasila senantiasa tumbuh subur di hati setiap warga, dimulai dari lingkungan keluarga kita masing-masing, agar wilayah Pada Kembang ini tetap damai, aman, tentram, dan penuh kebersamaan yang kokoh,” ucap Asep Mimbar dengan penuh keyakinan di sela-sela mengikuti jalannya upacara.

Lebih jauh, ia mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya pengaruh asing, paham, atau ideologi yang berpotensi menggerus persatuan dan kesatuan bangsa. Segala bentuk pemikiran atau gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi negara harus ditolak secara tegas dan bersama-sama.

“Pancasila bukan sekadar simbol negara yang terpampang di dinding atau dibacakan dalam upacara saja, melainkan sistem nilai yang harus hidup, tumbuh, dan diamalkan dalam setiap sendi kehidupan sehari-hari masyarakat. Di tengah arus perubahan zaman dan tantangan global yang semakin kompleks, kita dituntut untuk menjadikan kelima sila Pancasila sebagai pedoman moral dan etika utama dalam berinteraksi, berkreasi, berkarya, serta membangun lingkungan yang harmonis dan sejahtera bersama,” tambahnya dengan tegas.

Sebagai manifestasi dari pemahaman tersebut, seluruh elemen masyarakat—terutama generasi muda dan para pemuka masyarakat—diajak untuk berperan aktif dalam memajukan potensi daerah, memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh warga, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah. Hal ini dinilai penting agar cita-cita mewujudkan kesejahteraan bersama dapat tercapai sepenuhnya, dengan tetap berpijak pada semangat persatuan yang dijiwai oleh Pancasila.

Secara keseluruhan, rangkaian upacara berlangsung dengan tertib, teratur, khidmat, dan kental dengan nuansa kekeluargaan. Kehadiran Asep Mimbar bersama istri tercintanya turut memperkuat makna kebersamaan, sekaligus menjadi simbol nyata bahwa pengamalan nilai Pancasila dimulai dari lingkungan keluarga, diteruskan ke lingkungan masyarakat, hingga mampu memperkokoh persatuan di tingkat kecamatan. Momen ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan sebuah titik tolak dan pengingat kolektif bagi masyarakat Kecamatan Pada Kembang untuk senantiasa mempertegas kembali komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemajuan daerah tercinta.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga