Sabtu, Juni 20, 2026
BerandaBerandaCerita Trendibg Topik~Kisah Pria Punya Selera Semakin Tua Semakin Menjadi") Sebuah Cerita...

Cerita Trendibg Topik~Kisah Pria Punya Selera Semakin Tua Semakin Menjadi”) Sebuah Cerita Fiksi-:BagI )

Lintaspasundannews.Sebenarnya RK sendiri tahu dan mendengar, banyak bisik-bisik yang beredar di lorong kekuasaan: RK dikelilingi wanita-wanita muda, senyum mereka segar, mata mereka penuh harap. Tapi yang mereka dekati bukan sekadar lelaki matang dengan nama besar, melainkan prinsip tua yang menolak mati—prinsip yang melekat di dadanya, berdenyut bersama darah pemuda tempo dulu. Di usia ketika banyak orang memilih jinak, RK justru semakin menyala: romantis dalam keyakinan, politis dalam sikap, dan berbahaya karena ia tak lagi punya apa-apa untuk ditakuti. Tua-tua keladi, kata orang. Namun pada RK, usia bukan kemunduran—ia adalah pernyataan.

Rupanya RK memiliki prinsip lama yang masih hidup di dadanya—mengalir dari masa muda ke usia matang. Benarlah kata orang: tua-tua keladi, bukan layu, tapi RK kian menjadi.

Bacajuga:https://lintaspasundannews.com/2025/12/keberhasilan-kabupaten-tasikmalaya-selama-bupati-h-cecep-nurul-yakin-wakil-asep-sopari-alyubi-memimpin-dalam-perjalanan-tahun-2025/28/

Tak ada yang benar-benar terkejut ketika nama RK kembali beredar di antara bisik-bisik kekuasaan. Yang mengejutkan justru caranya: tenang, nyaris santai, seolah politik hanyalah ruang tamu yang telah ia tinggali terlalu lama untuk membuatnya gentar. Di gedung-gedung berlapis kaca tempat keputusan dijual sebagai konsensus, RK datang membawa sesuatu yang dianggap usang—prinsip. Dan seperti semua hal yang tak bisa dibeli, prinsip itu menjadi ancaman.

Perempuan-perempuan muda mendekatinya, bukan dengan kepolosan, melainkan rasa ingin tahu yang berbahaya. Mereka tumbuh di zaman citra dan algoritma, tapi pada RK mereka mencium aroma lain: darah pemuda tempo dulu, keras dan ideologis, yang menolak tunduk pada kesepakatan sunyi.
RK memahami tatapan-tatapan itu—sebagian kekaguman, sebagian strategi. Dalam politik, bahkan ketertarikan pun bisa menjadi alat.

Ia sering diejek: tua-tua keladi. Lelaki yang seharusnya tahu kapan berhenti. Tapi justru di usia inilah RK berhenti berpura-pura. Ia tak lagi merayu kekuasaan; ia menantangnya. Setiap langkahnya memancing cinta diam-diam dan kebencian terbuka. Dan ketika ia berdiri di ambang pertarungan baru, satu hal menjadi jelas bagi mereka yang cukup jeli membaca tanda: ini bukan kisah tentang seorang lelaki yang menolak menua—ini kisah tentang kekuasaan yang lupa bagaimana rasanya diperjuangkan.(BERSAMBUNG)

IWAN SINGADINATA.(27/12/25)
DIBAWAH TUGU LAM-ALIF KOMPLEK GEBU
SINGAPARNA
#PUBLIK,#SEMUAORANG,#FYPVIRAL,#CERITAVIRALDIUJUNGTAHUN2025

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga