TASIKMALAYA Lintaspaaundannews.(27/9/2026) ~ Hari Bhakti Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) diperingati setiap 27 September. Peringatan ini penting bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan bagaimana layanan komunikasi dan informasi menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Makna utamanya adalah mengenang perjuangan para insan PTT yang pada masa awal kemerdekaan mengambil alih dan mempertahankan sarana komunikasi strategis dari pemerintahan kolonial. Komunikasi melalui pos, telegraf, dan telepon ketika itu bukan hanya urusan pelayanan publik, tetapi juga berkaitan dengan kedaulatan negara, penyebaran informasi, serta kelancaran pemerintahan.
Dalam konteks sekarang, ketika masyarakat telah memasuki era internet, telepon pintar, media sosial, dan kecerdasan buatan, nilai perjuangan tersebut justru semakin relevan. Teknologi komunikasi boleh berubah sangat cepat, tetapi prinsip dasarnya tetap sama: informasi harus dapat menjangkau masyarakat secara cepat, tepat, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hari Bhakti PTT dan tantangan zaman digital
Peringatan Hari Bhakti PTT juga dapat menjadi momentum untuk melihat kembali perkembangan ekosistem komunikasi Indonesia. Dari telegram dan surat, kemudian telepon, radio, televisi, hingga internet dan komunikasi digital, semuanya menunjukkan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kemampuan mengelola informasi dan teknologi komunikasi.
Bacajuga:Karang Taruna Manonjaya Gelar Penyisihan Pasanggiri Jaipongan Se-Jawa Barat
Karena itu, peringatan ini jangan berhenti pada seremoni. Pemerintah, penyelenggara layanan telekomunikasi, maupun masyarakat perlu mengambil pelajaran bahwa pembangunan infrastruktur komunikasi harus diikuti dengan pemerataan akses digital, perlindungan data, literasi digital, serta kualitas informasi yang sehat.
Pada akhirnya, Hari Bhakti PTT merupakan pengingat bahwa teknologi komunikasi bukan sekadar alat untuk berbicara atau bertukar pesan. Ia adalah bagian dari infrastruktur kehidupan berbangsa. Dulu telegraf menjadi salah satu urat nadi komunikasi negara; hari ini jaringan digital menjalankan fungsi yang jauh lebih luas. Tantangannya adalah memastikan kemajuan teknologi benar-benar memperkuat pelayanan publik dan mempersempit kesenjangan informasi, bukan justru menciptakan kesenjangan baru.
(IWAN SINGADINATA/ERVAN PRADESA)
TAG (#)
#POSTELEKOMUNIKASADANTELEGRAF #PUBLIK #SEMUAORANG #FYP #VIRAL



