Oleh: Wahid MA
Editor: lintaspasundannews.com
Tasikmalaya, 23 September 2026 — Irigasi bukan sekadar saluran yang mengalirkan air; ia adalah fondasi kehidupan agraris sekaligus penjamin keberlanjutan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Di Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, harapan tersebut kini mewujud secara nyata melalui pembangunan Saluran TPT Irigasi Sukahurip — infrastruktur vital yang lahir dari kesepakatan bersama dan dibiayai sepenuhnya melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Sukahurip, Rukun Warga 001/Rukun Tetangga 005 ini, membentang sepanjang 80 meter dengan total anggaran sebesar Rp42.722.400,- (termasuk pajak 13%). Pelaksanaan dikelola oleh Pelaksana Kegiatan Anggaran (PKA). Langkah pemantauan sekaligus evaluasi langsung di lapangan dilakukan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDE) Kecamatan Sukaratu, Harry Ahadiat Wiradjaja, ST., MH., selaku pejabat yang bertugas membina dan mengawasi penyelenggaraan pembangunan di wilayah desa.
Saat ditemui langsung di lokasi kegiatan dalam rangka pemantauan berjalan, Harry Ahadiat Wiradjaja menyampaikan makna mendalam dari pelaksanaan pembangunan tersebut:
“Pembangunan ini bukan sekadar menyusun batu dan semen sepanjang 80 meter. Ia adalah investasi jangka panjang bagi kedaulatan pangan warga. Air yang akan mengalir nanti bukan hanya mengairi hamparan sawah, melainkan menghidupkan harapan setiap keluarga petani, menumbuhkan kesejahteraan yang merata, serta menjaga agar generasi mendatang tetap bangga berdiri di atas tanah kelahirannya. Kehadiran kami di sini bukan semata-mata untuk memeriksa fisik bangunan, melainkan memastikan setiap rupiah dari Dana Desa dikelola dengan jujur, tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.”
Di tempat yang sama, Sukarso selaku pelaksana kegiatan menyampaikan komitmen penuh atas amanah yang diembannya:
“Kami menyadari sepenuhnya, amanah senilai Rp42.722.400,- ini adalah titipan kepercayaan dari seluruh warga Desa Sinagar. Oleh sebab itu, kami bertekad mempertanggungjawabkannya sepenuhnya agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Setiap bahan yang digunakan, setiap tenaga yang terlibat, dan setiap biaya yang dikeluarkan akan kami buktikan secara transparan. Kami memahami betul, saluran ini akan menjadi penentu kesuburan lahan dan peningkatan hasil panen — dan keberhasilannya adalah kebanggaan bersama seluruh warga desa.”
Masih dalam sesi evaluasi di lokasi, Dimas Panji Sujatmoko, Kasi Perencanaan Desa Sinagar, menegaskan bahwa pelaksanaan ini berlandaskan perencanaan yang matang dan berbasis kebutuhan nyata warga:
BacajugaFTBI Kabupaten Tasikmalaya Jadi Upaya Revitalisasi Bahasa Sunda di Kalangan Pelajar
“Alokasi pembangunan irigasi ini telah melalui proses kajian mendalam, pembahasan partisipatif bersama warga, serta penyesuaian cermat terhadap kondisi topografi dan kebutuhan pertanian di lapangan. Tidak ada keputusan yang diambil secara sepihak; segala sesuatu dirancang agar manfaatnya nyata, tahan lama, dan tepat guna. Angka 80 meter beserta anggaran yang ditetapkan adalah hasil perhitungan yang teliti — bukan sekadar rencana tertulis di atas kertas, melainkan jawaban atas kebutuhan paling mendesak yang selama ini dirasakan oleh para petani.”
Senada dengan itu, Jenal Aripin (Jejen), Sekretaris Desa Sinagar, yang turut hadir memantau perkembangan kegiatan, menyampaikan:
“Bagi Pemerintah Desa Sinagar, pembangunan ini bukan sekadar proyek yang selesai setelah bangunan berdiri. Ia adalah awal dari perubahan yang lebih bermartabat. Dana Desa yang digunakan adalah harta kepunyaan rakyat, sehingga pengelolaannya pun harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Setelah saluran ini selesai dibangun, kami akan menjaganya bersama-sama agar air terus mengalir tanpa terputus, lahan tetap subur, dan kehidupan para petani semakin sejahtera menuju kemandirian pangan.”
Pembangunan Saluran TPT Irigasi Sukahurip ini diharapkan rampung tepat waktu, berfungsi secara optimal, dan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang berakar dari aspirasi serta kebutuhan masyarakat akan membawa manfaat abadi bagi generasi kini maupun mendatang.



