Kamis, Juni 4, 2026
BerandaBerandaPengelolaan Aset Desa dan Inovasi Ketahanan Pangan: Wawancara Eksklusif Bersama Kepala Desa...

Pengelolaan Aset Desa dan Inovasi Ketahanan Pangan: Wawancara Eksklusif Bersama Kepala Desa Indrajaya

Oleh WAHID MA.
Tasikmalaya, 10 Mei 2026 – lintaspasundannews.com
Setelah publikasi laporan awal mengenai kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jayadisastra yang dinilai memiliki kemajuan signifikan di bawah arahan direkturnya, Kang Wawan, lintaspasundannews.com kembali menelusuri lebih mendalam mengenai tata kelola aset, arah kebijakan, serta strategi inovasi yang dikembangkan di Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Wawancara eksklusif ini digelar secara langsung di ruang kerja Kepala Desa Indrajaya, Yudi Sutiana, guna menelaah secara komprehensif mekanisme pengelolaan, tantangan yang dihadapi, serta rencana pengembangan potensi wilayah yang kaya akan sumber daya alam, pertanian, dan perkebunan ini.

Dalam sesi dialog yang berlangsung mendalam dan terperinci, Yudi Sutiana memaparkan secara rinci struktur dan fungsi aset utama desa yang sepenuhnya dikelola melalui BUMDes Jayadisastra. Salah satu aset strategis tersebut adalah kawasan lahan di belakang kantor desa, yang dikembangkan menjadi sentra terpadu perikanan dan perkebunan, dilengkapi dengan tujuh unit kolam budidaya ikan yang beroperasi aktif. Ia menegaskan bahwa filosofi pengelolaan aset ini tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi secara komersial, melainkan juga memegang teguh misi sosial sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan warga.

“Sebagai langkah awal pemanfaatan aset, kami pernah menyelenggarakan program pasar murah di bawah izin dan manajemen BUMDes, serta melibatkan unsur Muspika setempat dalam pengawasan dan pelaksanaannya. Secara hitungan keuangan, pendapatan yang diperoleh memang belum mencapai angka optimal, namun nilai keberhasilan yang paling kami banggakan adalah kemampuan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan pasaran umum. Kami tidak mengukur keberhasilan hanya dari untung atau rugi secara hitungan akuntansi ketat; yang terpenting kegiatan ini berjalan aman, tidak merugi, dan manfaat nyata dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan warga,” ungkap Yudi, menjelaskan prinsip dasar pengelolaan yang dianut.

Selain sektor perikanan, Desa Indrajaya juga menempatkan program ketahanan pangan sebagai prioritas utama, yang diwujudkan dalam bentuk pengembangan Kebun Desa. Program ini telah mengalami penataan ulang secara sistematis dan terstruktur sejak beberapa tahun terakhir, di mana dilakukan pergeseran jenis komoditas tanaman — dari sebelumnya kacang tanah — menuju tanaman bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti jeruk, jagung manis, serta beragam jenis sayuran. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki variasi topografi unik, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi, sehingga pemilihan komoditas disesuaikan agar sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Untuk mendukung pelaksanaan program prioritas tahun 2026 ini, Pemerintah Desa Indrajaya telah menyalurkan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta, yang bersumber dari Dana Desa tahap pertama tahun berjalan. Dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk dua kebutuhan pokok: pembangunan dan pembenahan infrastruktur pendukung pertanian, serta penyediaan bibit jagung manis dan pupuk berkualitas yang kini dibudidayakan secara luas di kawasan lahan belakang kantor desa.

Dalam proses pengembangan Kebun Desa, tim pelaksana telah melakukan berbagai uji coba komoditas, termasuk penanaman umbi-umbian jenis Talas Bogor. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan akibat faktor kondisi alam. “Kondisi tanah di kawasan tersebut memiliki tingkat kelembapan yang sangat tinggi dan cenderung tergenang air, sehingga sebagian besar hasil panen talas mengalami pembusukan akar sebelum tiba waktunya dipanen. Berdasarkan pengalaman dan evaluasi mendalam ini, untuk rencana ke depan kami akan menerapkan sistem tanam tumpang sari yang lebih adaptif, dengan memilih jenis tanaman yang memiliki ketahanan tinggi terhadap karakteristik tanah dan iklim wilayah kami,” jelas Yudi, menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan pengalaman lapangan.

Pada sektor perikanan, pemerintah desa sempat merancang konsep inovatif berupa integrasi budidaya ikan dengan pemeliharaan unggas, yakni pembangunan kandang ayam di atas permukaan kolam. Namun, rencana tersebut harus dikaji ulang dan disesuaikan setelah Yudi mengikuti rapat koordinasi daring yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan penjelasan tenaga ahli dan petugas teknis dinas, model tersebut tidak disarankan dan dinilai tidak memenuhi standar kebersihan lingkungan, atau yang dikenal dengan istilah Open Defecation Free (ODF).

“Penjelasan yang kami terima sangat jelas dan beralasan secara ilmiah. Kotoran ayam yang jatuh langsung ke dalam air kolam akan menyebabkan pencemaran kualitas air, menjadi sumber penyebaran bibit penyakit, serta sangat membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup ikan budidaya. Khusus untuk jenis ikan yang diberi pakan pelet, persyaratan utamanya adalah kualitas air dan lingkungan budidaya yang harus benar-benar steril dan terjaga kebersihannya. Oleh karena itu, kami segera mengubah desain rencana: pemeliharaan ayam kampung akan kami lakukan di lahan darat yang berada di sekitar kawasan, terpisah jarak aman dari kolam perikanan, agar kedua sektor ini tetap berjalan baik tanpa saling mengganggu,” tambahnya, menunjukkan keterbukaan terhadap masukan teknis dan kepatuhan terhadap standar pengelolaan yang benar.

Berbagai tantangan juga masih dihadapi, salah satu yang paling serius adalah dampak fenomena cuaca ekstrem yang belakangan ini sering melanda wilayah, yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap usaha budidaya. Berbagai jenis ikan unggulan seperti nila, mas, dan gurami tercatat mengalami tingkat kematian yang cukup tinggi akibat perubahan suhu dan kualitas air yang fluktuatif. Dampaknya, jadwal panen yang semula direncanakan pada awal tahun ini terpaksa harus ditunda hingga bulan Juni mendatang.

“Target produksi yang kami tetapkan untuk panen bulan Juni nanti adalah mencapai total 300 kilogram dari keseluruhan tujuh unit kolam. Jika kami memaksakan melakukan panen saat ini, jumlah dan kualitas hasilnya tidak akan memenuhi target, dan justru akan merugikan keberlanjutan usaha jangka panjang. Ini memang menjadi tantangan besar bagi kami, namun semangat dan komitmen tetap kami pegang teguh. Bersama seluruh pengurus dan pengelola BUMDes, kami memilih untuk bersabar dan memelihara stok ikan dengan perawatan ekstra hingga benar-benar siap panen dengan hasil maksimal,” ungkap Yudi dengan nada bicara tegas, namun tetap memancarkan kewibawaan dan ketenangan.

Bacajuga:Nyi HYANG SUKMA AYU,TAMPIL KARISMATIK,DIACARA KIRAB MAHKOTA BINOKASIH SUMRDANG

Dalam aspek pengelolaan keuangan desa, Yudi menekankan penerapan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat serta akuntabilitas publik dalam setiap penggunaan Dana Desa. Meskipun seluruh alokasi anggaran ditujukan semata-mata untuk program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi, setiap rencana pengeluaran harus didasarkan pada perencanaan yang matang, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum. Salah satu bentuk pemberdayaan nyata yang telah berjalan adalah penyerapan tenaga kerja lokal, di mana warga desa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk bekerja dan berperan aktif, baik dalam kegiatan pemeliharaan kolam, penanaman, hingga pemeliharaan kebun desa.

Kinerja pengelolaan BUMDes serta kualitas potensi desa yang dikembangkan ternyata telah membawa nama baik Desa Indrajaya di tingkat kabupaten. Pada tahun 2025 lalu, hasil panen dan produk unggulan desa turut berperan penting dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, Desa Indrajaya dipercaya sebagai perwakilan resmi Kecamatan Sukaratu untuk mengikuti serangkaian lomba dan pameran potensi desa dalam rangkaian acara tersebut — sebuah bukti nyata bahwa konsep dan pelaksanaan program ketahanan pangan yang dibangun telah mendapatkan pengakuan kualitas dan keunggulan dari pemerintah kabupaten.

Menyangkut keberlanjutan program dan masa jabatan kepemimpinan, Yudi menyampaikan keputusan pribadinya untuk tidak lagi mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala desa yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 mendatang. “Sebagai pemimpin, saya merasa sudah cukup lama berbakti dan mencurahkan tenaga serta pikiran bagi desa ini, dan usia pun kini sudah tidak lagi muda. Saya sangat percaya bahwa regenerasi kepemimpinan adalah keniscayaan yang sangat diperlukan agar desa dapat terus berkembang dengan gagasan-gagasan baru, perspektif segar, dan semangat yang baru pula. Harapan utama saya di sisa masa jabatan tahun 2026 ini adalah seluruh program ketahanan pangan berjalan sukses sesuai rencana. Saya pun berjanji akan tetap bertanggung jawab penuh, baik secara moral maupun administratif, mengawasi setiap tahapan kegiatan agar berjalan sesuai harapan masyarakat. Seluruh keuntungan usaha maupun hasil panen dari BUMDes selalu kami alokasikan dan salurkan, khususnya bagi warga yang tergolong kurang mampu, agar manfaatnya benar-benar terasa hingga ke lapisan masyarakat paling bawah,” tegasnya.
Di penghujung sesi wawancara, Yudi memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh jajaran pengurus BUMDes Jayadisastra, khususnya direkturnya, Kang Wawan. “Saya merasa sangat bangga memiliki direktur dan tim pengelola yang luar biasa dedikasinya. Dengan modal bantuan stimulan dari desa yang jumlahnya sangat terbatas, mereka mampu memperluas jangkauan usaha melalui kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak. Bahkan biaya sewa tempat usaha yang mencapai angka Rp7 juta per tahun semuanya mampu diselesaikan dan ditanggung sepenuhnya berkat

kemampuan dan inisiatif mandiri mereka. Saat ini, memang kemampuan pemerintah desa belum dapat memberikan tambahan bantuan dana lagi, namun saya memiliki keyakinan penuh bahwa dengan semangat dan kemampuan yang dimiliki, BUMDes Jayadisastra akan terus berinovasi, berkembang, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan Desa Indrajaya serta kesejahteraan seluruh warganya,” pungkas Yudi Sutiana, mengakhiri percakapan yang mendalam dan penuh makna tersebut.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga