Lintaspasundannews.SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA.(20/04/2026)
BENI pegawai bagian umum di kantor inspektorat sulit ditemui dengan alasan sangat sibuk menerima tamu dari BPKP, berkilah. alasannya disampaikan melalui satpam yang sering disebut Mas pada penulis yang ingin menemui beliau siang tadi pada jam 13.05. WIB.
Pegawai P3K paruh waktu yang baru diangkat beberapa bulan lalu sudah ditempatkan menerima tamu dari BPKP, maka itu bisa dibaca dua kemungkinan: pertama, memang hanya tugas “administratif” atau biasa seperti penerima tamu, pencatatan kedatangan, atau membantu konsumsi seperti petugas office boy; kedua, ada praktik “pajangan birokrasi”, yakni menempatkan orang yang belum matang pengalaman di posisi depan demi citra atau kedekatan internal.
Secara tata kelola, tamu dari BPKP lazimnya diterima pejabat struktural, sekretariat, atau pegawai yang memahami substansi pengawasan karena kunjungan mereka biasanya terkait pembinaan APIP, audit, atau koordinasi kelembagaan. Jadi kalau pegawai baru dijadikan garda depan tanpa kompetensi memadai, publik wajar menilai itu bukan efisiensi, melainkan “AKAL BULUS ADMINISTRASI” atau simbol bahwa penempatan SDM tidak berbasis merit.
IWAN SINGADINATA.
(KONTRIBUTOR BERITA DAERAH)
#PUBLIK,#SEMUAORANG,#AKALBULUS



