Minggu, Juni 21, 2026
BerandaBerandaPARIWISATA BERKELANJUTAN: GALUNGGUNG TRAILRUN SEBAGAI MEDIA DIPLOMASI OLAHRAGA DAN BUDAYA

PARIWISATA BERKELANJUTAN: GALUNGGUNG TRAILRUN SEBAGAI MEDIA DIPLOMASI OLAHRAGA DAN BUDAYA

TASIKMALAYA, 19 April 2026 – lintaspasundanews.com **Penyelenggaraan Galunggung Trailrun (GTR) yang merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Memory of Galunggung (MOG), hadir bukan sekadar sebagai ajang kompetisi, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, komunitas, dan sektor swasta. Inisiatif yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Tasikmalaya ini sukses dilaksanakan di kawasan Bukit Nangre, sebuah destinasi ekowisata yang dikelola secara profesional oleh PT Palawi.

Dudung Suhaeri, Manager Klaster Wisata Priangan, menegaskan bahwa pelaksanaan event tahun ini berjalan sangat kondusif dan menuai apresiasi luas. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah menjadi bukti kuat bahwa daya tarik event ini sangat besar. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kesuksesan ini didukung oleh dukungan penuh Walikota Tasikmalaya, Bapak Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA, serta kehadiran perwakilan Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Bapak Asep Ropi, beserta jajaran Forkopimcam Kecamatan Suka Ratu dan Danramil 1207 Cisayong,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dinamika Partisipasi dan Ekspansi Jangkauan Pasar

Secara kuantitatif, capaian kehadiran menunjukkan angka yang signifikan. Dari target 300 pendaftar, tercatat sebanyak 272 atlet hadir memadati lokasi. Pencapaian ini semakin membanggakan melihat sebaran partisipan yang tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah menjangkau skala nasional. Representasi peserta datang dari wilayah Jabodetabek, kawasan timur seperti Solo, Surabaya, Majenang, Bumi Ayu, Banyumas, serta berbagai kota di Jawa Barat termasuk Bandung, Majalengka, Kuningan, hingga wilayah strategis seperti Ciamis dan Pangandaran. Hal ini menegaskan bahwa GTR telah berhasil menembus batas-batas administratif dan menjadi magnet wisatawan mancanegara provinsi.

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, GTR dimaknai sebagai instrumen diplomasi budaya dan sejarah. “Event ini memiliki nilai ganda. Selain sebagai bentuk penghormatan historis terhadap peristiwa meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1982, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media promosi strategis yang menempatkan kawasan ini sebagai destinasi unggulan,” papar Dudung.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama PT Palawi, Teddy Sumarto, kegiatan ini diposisikan sebagai event prestisius yang berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi kreatif dan perputaran roda ekonomi masyarakat lokal.

Optimalisasi Potensi Lokal dan Dukungan Kebijakan

Bacajuga:Kunjungan Wapres Gibran ke Cipasung Diwarnai Penolakan Wartawan, PWRI Soroti Dugaan Pembatasan Pers

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Tasikmalaya, Bapak Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA, juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi dan promosi produk unggulan daerah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Madu Khas Perhutani, produk binaan UMKM yang didukung penuh oleh PT Palawi.

Produk ini dinilai memiliki nilai strategis, mengingat kandungan nutrisinya yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan stamina, khususnya bagi para atlet dan penggemar olahraga. Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi yang tidak hanya berfokus pada event, tetapi juga pada upaya memberdayakan potensi ekonomi lokal secara komprehensif.

Visi Jangka Panjang: Keberlanjutan dan Inovasi Digital

Meninjau aspek keberlanjutan, manajemen memformulasikan visi jangka panjang agar GTR tidak bersifat insidental, melainkan dapat diinstitusionalisasikan menjadi agenda tahunan yang rutin mulai tahun 2027 mendatang.

“GTR merupakan manifestasi dari semangat kolektif dan eksotisme alam Tasikmalaya yang dipayungi oleh megahnya Gunung Galunggung. Melalui platform ini, kami berupaya mengangkat citra daerah di kancah nasional maupun internasional,” tegasnya.

Aspek inovasi juga ditunjukkan melalui integrasi transformasi digital dalam pelayanan pariwisata melalui program Econique Trip. Aplikasi yang dapat diakses melalui platform digital ini dirancang untuk memberikan efisiensi layanan, mulai dari penyediaan informasi geografis, transparansi tarif, hingga sistem transaksi elektronik yang bertujuan meminimalisir asimetri informasi dan antrean.

“Kami berkomitmen pada prinsip pelayanan prima. Pariwisata yang berkelanjutan tidak hanya mengandalkan daya tarik alam semata, tetapi juga kenyamanan dan kemudahan akses. Aplikasi ini juga menjadi ruang umpan balik konstruktif untuk evaluasi berkelanjutan,” jelasnya.

Selain dimensi pariwisata dan teknologi, GTR juga difungsikan sebagai wahana inkubasi bakat olahraga. Berdasarkan data yang dihimpun, atlet lari asal daerah telah menunjukkan kapabilitas yang kompetitif di tingkat internasional. Oleh karena itu, event ini diharapkan menjadi katalisator bagi regenerasi atlet muda yang berpotensi mengharumkan nama bangsa di masa mendatang.

Penyelenggaraan ini menegaskan dedikasi PT Palawi bersama pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi, menjaga konektivitas informasi, dan memaksimalkan potensi daerah melalui pendekatan yang profesional dan berkelanjutan.

Kordinator lintas Pasundan News. Com ** wahid MA *

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga