Kabupaten Tasikmalaya Lintaspasundanews Sejarah Asaluaul Singamarana Menjadi sejarah momen adalah penjelasannya:
1. Asal Usul Nama Singaparna
Ada beberapa versi mengenai asal nama ini:
Versi Tokoh Sejarah: Nama ini diambil dari nama seorang ulama besar, Eyang Singaparna, yang merupakan murid Sunan Gunung Jati. Beliau datang ke wilayah ini untuk menyebarkan agama Islam dan menetap di sekitar kawasan Kampung Naga. Namanya kemudian diabadikan menjadi nama wilayah.
Versi Bahasa Sunda:- Kata “Singa” berarti singa atau bisa juga bermakna pahlawan/kesatria.
Kata “Parna” dalam bahasa Sunda kuno atau dialek lokal bisa berarti “bernaung” atau tempat berlindung”.
Jadi, Singaparna bisa diartikan sebagai Tempat berlindung para kesatria” atau “Singa yang bernaung”.
Ada juga versi lain yang menyebutkan “Parna” berarti sakit, sehingga “Singa Sakit”, namun versi ini kurang populer dibanding yang lain.
2. Mengapa Berubah dari Singamarana?
– Pergeseran Bunyi (Fonetik): Dalam sejarah penamaan daerah, sering terjadi perubahan pelafalan karena lidah masyarakat setempat. Kata “Marana” pelan-pelan bergeser menjadi “Parna” karena lebih mudah diucapkan dan lebih enak didengar.
– Penyederhanaan Nama: Nama “Singamarana” dianggap terlalu panjang atau rumit, sehingga disederhanakan menjadi Singaparna yang lebih singkat dan mudah diingat.
– Pengaruh Budaya: Seiring berkembangnya wilayah dan masuknya pengaruh kebudayaan serta agama, nama tersebut disesuaikan agar lebih memiliki makna yang baik dan sesuai dengan kondisi sosial saat itu.
3. Peran Penting Singaparna
Singaparna kini merupakan salah satu kecamatan penting di Kabupaten Tasikmalaya dan pernah menjadi pusat pemerintahan (ibukota kabupaten) sebelum akhirnya dipindahkan. Wilayah ini juga terkenal karena adanya Kampung Naga, sebuah perkampungan adat yang masih sangat menjaga tradisi leluhur.
Jadi, perubahan nama tersebut adalah proses alami yang mencerminkan perjalanan sejarah dan budaya masyarakat Tasikmalaya dari masa ke masa.Pungasnya
(Red Ade S )



