Lintaspasundan-news, Tasikmalaya – STKIP Pancakarya Tasikmalaya resmi menggelar Diklat dan Pembukaan Kuliah Pengabdian Pada Masyarakat (KPPM) Tahun Akademik 2025/2026 di Aula STKIP Pancakarya, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai desa untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 157 mahasiswa mengikuti program KPPM tahun ini, Seluruh peserta dibagi ke dalam 8 kelompok, masing-masing beranggotakan sekitar 19 orang dengan struktur organisasi yang wajib terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.
Acara pembukaan dihadiri jajaran pimpinan kampus, dosen pembimbing lapangan, panitia KPPM, serta para mahasiswa peserta. Kegiatan diawali dengan pembekalan dan pengarahan guna mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai tantangan selama berada di tengah masyarakat.

Ketua STKIP Pancakarya Tasikmalaya masa bakti 2023–2027, Dr. H. Ii Sumantri, S.Ag., S.IP., M.Ag., M.Si, yang juga menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa KPPM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program yang terukur dan sesuai kebutuhan desa.
“Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi. Pengabdian ini bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi sarana belajar langsung bersama masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia KPPM STKIP Pancakarya Tasikmalaya, Dr. Muhammad Indanus, S.H., M.H., menekankan pentingnya disiplin organisasi dan koordinasi selama pelaksanaan KPPM.

Ia menjelaskan bahwa setiap kelompok wajib menjalankan program sesuai arahan kampus dan tidak diperkenankan membuat kebijakan sendiri tanpa koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
“Jangan membuat kebijakan sendiri. Semua program dan kegiatan harus dikoordinasikan dengan DPL agar pelaksanaan KPPM berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Adapun lokasi penempatan mahasiswa KPPM tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya Desa Sukasukur dan Desa Margajaya di Kecamatan Mangunreja, Desa Cibalong Kecamatan Cibalong, Desa Lewibudah dan Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja, Desa Sirnasari dan Desa Linggasirna Kecamatan Sariwangi, serta Desa Raksajaya Kecamatan Sodonghilir.
Desa-desa tersebut akan menjadi lokasi pengabdian mahasiswa selama satu bulan ke depan. Selama berada di lokasi, mahasiswa ditugaskan untuk menyusun data demografis desa sekaligus melaksanakan program kerja yang berfokus pada lima bidang utama, yakni kepemerintahan, keagamaan, pendidikan, olahraga, dan kepemudaan.

Selain itu, mahasiswa juga diminta menjaga kondusivitas lingkungan masyarakat selama bulan Agustus, terutama di tengah berbagai kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kehadiran mahasiswa harus menjadi perekat sosial di masyarakat. Jangan sampai terlibat atau menjadi bagian dari konflik yang dapat mengganggu ketertiban dan keharmonisan warga. Mahasiswa harus membawa manfaat, menjaga persatuan, serta memberikan teladan yang baik selama berada di lokasi KPPM,”tambah Dr. Muhammad Indanus.
Melalui tema “Bersama Masyarakat Berkarya Nyata”, STKIP Pancakarya Tasikmalaya berharap seluruh peserta KPPM mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di lokasi pengabdian. Dengan demikian, KPPM tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga sarana membentuk karakter mahasiswa yang peduli, bertanggung jawab, dan siap mengabdi untuk bangsa dan daerah.
*Aris



