Jumat, September 11, 2026
BerandaBerandaPagelaran Wayang Golek Giri Medal Kancana: Karang Taruna Manunggal Rahayu Lestarikan Budaya,...

Pagelaran Wayang Golek Giri Medal Kancana: Karang Taruna Manunggal Rahayu Lestarikan Budaya, Semarakkan HUT RI ke‑81

Oleh: Wahid MA
Editor Lintas Pasundan News com
Tasikmalaya, 21 Agustus 2026 – Meski tanggal sakral Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke‑81 telah berlalu, semangat syukur tulus dan kecintaan mendalam kepada tanah air terus bersemi lembut namun kokoh di sanubari warga Kampung Sukaratu. Karang Taruna Manunggal Rahayu tampil menggelar pagelaran seni agung bertajuk Wayang Golek Giri Medal Kancana dengan lakon Praharap Pringgandani, terselenggara khidmat dan memukau pada Jumat malam, 21 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB, di halaman Kampung Sukaratu RT 001 RW 003, Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Gagasan luhur ini bukanlah peristiwa yang muncul begitu saja, melainkan buah matang dari persatuan tekad bulat dan semangat gotong royong yang terjalin erat bagai anyaman tak terpisahkan. Seluruh pengurus Karang Taruna Manunggal Rahayu bersatu bahu‑membahu bersama segenap lapisan warga: mulai merancang konsep, menyiapkan sarana pendukung, merawat kebutuhan pelaksanaan hingga saat pertunjukan berlangsung, semuanya dilalui dengan keikhlasan berbagi tenaga, pikiran dan doa—cerminan hidup persaudaraan yang senantiasa menjadi fondasi kekuatan bangsa Indonesia. Pertunjukan seni Sunda yang mempesona ini dihadirkan oleh Nayaga Giri Medal Kancana, dengan dalang utama Angga Bhatara didampingi Ridwan Tjahyo serta Lili A.S yang menyajikan lakon sarat pesan kebijaksanaan, keberanian membela kebenaran dan persatuan abadi.

Ketua Karang Taruna Manunggal Rahayu, Indra Senjaya Unggara, menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus ucapan terima kasih tulus kepada setiap elemen yang telah mewujudkan acara istimewa ini menjadi kenyataan indah. “Pagelaran yang kami selenggarakan bukanlah sekadar pertunjukan seni atau hiburan sesaat semata, melainkan ungkapan syukur tulus kami generasi muda atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan tetesan air mata dan darah para pahlawan terdahulu; sekaligus janji setia kami untuk senantiasa merawat,

melestarikan dan mewariskan keindahan warisan leluhur ini tetap bersemi di tengah perubahan zaman,” ucapnya lembut namun tegas penuh keyakinan. Beliau juga memberikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada para mitra yang turut hadir membantu mewujudkan cita‑cita mulia: NGA Aluminium, Apotek Makmur Jaya, dan PM, yang telah membuktikan kepedulian nyata mendukung kemajuan generasi muda sekaligus pelestarian kekayaan budaya daerah yang tak ternilai harganya.
Ketua Panitia Pelaksana,

BacajugaDana Desa 2026, Pemdes CiBiUK KALER Bangun TPT di Kampung Pulo karang Desa Cibiuk Kaler Hampir rampung

Haris, menambahkan dengan penuh haru bahwa terselenggaranya pagelaran agung ini sepenuhnya bersumber dari keikhlasan bersama: dana swadaya masyarakat, sumbangan sukarela warga yang tulus ikut berbagi, kas organisasi kepemudaan serta dukungan tulus dari para donatur yang peduli lingkungan sekitar. Hal istimewa ini menjadikan keberhasilan acara terasa jauh lebih berharga dan menyentuh hati: lahir dari kesadaran sukarela tanpa paksaan sedikitpun, membuktikan persatuan dan kebersamaan warga Kampung Sukaratu senantiasa terjaga erat dan kokoh bersemi dalam kehidupan sehari‑hari.

Suasana malam itu terasa hangat berpadu kesakralan yang lembut, dihadiri warga lintas usia tanpa sekat—generasi lanjut usia yang kembali terobati kerinduannya mendengar kisah penuh nasihat kehidupan, hingga generasi muda yang kini berkesempatan mengenal lebih dekat kehalusan budi pekerti serta keindahan seni khas tanah Sunda yang patut dibanggakan. Setiap adegan yang tergelap diiringi irama gamelan lembut menyisipkan pesan luhur: persatuan yang kokoh, cinta tanah air yang tulus, keberanian memegang teguh kebenaran dan keadilan—nilai‑nilai mulia yang senantiasa selaras dengan jiwa kemerdekaan yang terus kita pelihara dan hargai sepanjang masa.
Pagelaran Wayang Golek Giri Medal Kancana yang digagas Karang Taruna Manunggal Rahayu ini menjadi bukti nyata menyentuh hati: peringatan hari kemerdekaan tidak harus selalu dilaksanakan dengan upacara seremonial belaka. Lewat pertunjukan seni budaya yang memikat mata sekaligus meresap ke sanubari, semangat kemerdekaan dapat terus bersemi abadi, dihayati maknanya setiap hari dan diteruskan ke generasi mendatang; sekaligus menegaskan tekad teguh bahwa pemuda Manunggal Rahayu senantiasa bersedia menjadi pelopor persatuan, penjaga keutuhan lingkungan serta pelindung setia warisan budaya bangsa yang mulia dan agung.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga