Tasikmalaya, Lintaspasundan-news – Program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) Tahun 2026 kembali digelar di Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui pendidikan non formal yang berkelanjutan.
Sekoper Cinta mengusung empat pilar utama pembelajaran, yaitu Citra Diri Perempuan untuk membangun rasa percaya diri, pemahaman hak, dan perlindungan diri; Keterampilan Dasar yang mencakup kecakapan hidup, pengelolaan keuangan, serta kewirausahaan; Program Keluarga Bahagia yang berisi edukasi pola asuh anak, pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, dan ketahanan keluarga; serta Pengembangan Minat Diri guna mengasah potensi dan kepedulian sosial sehingga perempuan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, Bdn. Ai Nurohmani, S.ST., M.Kes, yang merupakan salah satu Fasilitator Kabupaten sekaligus menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Cigalontang, mendapat kesempatan menyampaikan materi kepada para peserta.

Dalam sesi pembelajaran tersebut, Bdn. Ai Nurohmani menyampaikan tiga materi penting, yakni Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Sehat, Pengelolaan Penyediaan Pangan dan Sandang Keluarga, serta Pengenalan, Pencegahan, dan Penanggulangan Penyakit.
Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi sangat penting agar perempuan mampu menjaga kesehatan diri dan keluarga melalui perencanaan yang sehat dan bertanggung jawab. Selain itu, kemampuan mengelola kebutuhan pangan dan sandang keluarga menjadi bagian penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi rumah tangga.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit melalui upaya pencegahan sejak dini, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan Sekoper Cinta, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan materi yang diterima dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi perempuan yang mandiri, sehat, produktif, dan berperan aktif dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas serta masyarakat yang lebih sejahtera.
*Aris



