Lintaspasundan-news, Tasikmalaya – SDN Patilaksana, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, tengah melaksanakan revitalisasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Rabu 15/7/2026.
Berdasarkan papan informasi proyek, dana konstruksi revitalisasi tersebut sebesar Rp1.314.494.072 dengan waktu pelaksanaan selama 147 hari kalender.
Program revitalisasi meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, dan satu ruang administrasi. Selain itu, juga dilakukan pembangunan satu unit WC baru serta rehabilitasi satu unit WC guna menunjang kenyamanan warga sekolah.
Kepala SDN Patilaksana, Sukirman, S.Pd., mengatakan proses belajar mengajar tetap berlangsung meski pembangunan sedang berjalan. Untuk sementara, para siswa belajar di beberapa lokasi yang berada di sekitar sekolah.
“Kelas III dan V belajar di rumah guru di Kampung Rahong dengan memanfaatkan dua ruang garasi. Kelas IV dan VI menggunakan dua ruangan Madrasah Rahong, sedangkan kelas I dan II juga belajar di rumah guru di Kampung Rahong. Alhamdulillah lokasinya masih dekat dengan sekolah sehingga kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kondisi bangunan sekolah memang sudah lama membutuhkan perbaikan. Empat ruang kelas dan satu ruang perpustakaan terakhir direhabilitasi pada tahun 2008, sehingga revitalisasi yang sedang dilaksanakan menjadi kebutuhan mendesak demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak.
Sukirman menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi yang diberikan kepada SDN Patilaksana.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak sehingga pembangunan di SDN Patilaksana dapat berjalan lancar. Tanpa bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan, tentu akan sulit mewujudkan pembangunan ini,” katanya.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga siswa dapat kembali belajar di gedung sekolah yang lebih representatif.
“Harapan kami bangunannya menjadi bagus sesuai harapan pemerintah dan masyarakat. Sebagai pengguna, tentu kami menginginkan fasilitas yang terbaik sehingga proses pembelajaran menjadi lebih nyaman, aman, dan semakin meningkatkan semangat belajar peserta didik,” pungkas Sukirman.
*Aris



