Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerandaDi Bawah Arahan H.Ijang Suryana: Kajian Teknis Pastikan Longsor Bukan Akibat Kelalaian,...

Di Bawah Arahan H.Ijang Suryana: Kajian Teknis Pastikan Longsor Bukan Akibat Kelalaian, Warga Tak Dirugikan

Oleh wahid MA * korlip
lintaspasundannews.com*

TASIKMALAYA, 1 Juni 2026 – Peristiwa pergerakan tanah atau longsor yang terjadi di Kampung Kokoncong, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, sempat menjadi sorotan publik dan menimbulkan beragam tafsir informasi yang beredar luas di ruang maya. Menanggapi dinamika tersebut, manajemen CV Putra Dozer Jaya di bawah arahan Dewan Komisaris, H. Ijang Suryana, menyampaikan klarifikasi resmi yang mendalam, berbasis kajian teknis dan data lapangan akurat, guna meluruskan fakta sesungguhnya.

Seluruh penjelasan dan langkah penanganan tersebut berjalan di bawah arahan langsung dan pengawasan ketat H. Ijang Suryana. Beliau turun langsung ke lokasi, memimpin pemantauan, serta memberikan penjelasan komprehensif yang menjadi rujukan utama untuk meluruskan segala persepsi keliru di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil kajian geoteknis serta evaluasi mendalam terhadap struktur tanah yang dilakukan tim ahli di bawah koordinasi manajemen, disimpulkan bahwa longsor bermula dari ketidakstabilan tebing yang berada sepenuhnya di dalam kawasan izin usaha. Data ilmiah menunjukkan curah hujan dengan intensitas tinggi telah turun sejak malam hari, sekitar pukul 03.00 WIB, dan berlangsung hingga menjelang siang. Air yang terus menerus turun tersebut meresap secara mendalam ke dalam lapisan tanah dan batuan. Mengingat karakteristik tanah wilayah tersebut yang mudah menyerap air, kondisi ini menyebabkan tanah menjadi jenuh air, mengubah sifat fisik material, dan akhirnya memicu longsoran yang terjadi pada hari Jumat pukul 15.30 WIB. Faktor alamiah inilah yang menjadi penyebab utama, sama sekali tidak berkaitan dengan modifikasi lahan maupun pola operasional pertambangan.

H. Ijang Suryana: “Kejadian Ini Murni Musibah Alam, Wilayah Pemukiman Tetap Aman”

Dalam pernyataan resminya yang disampaikan dengan penuh ketegasan namun tetap berwawasan luas, H. Ijang Suryana membuka keterangannya dengan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, insan pers, dan pihak pengawas yang senantiasa mengawasi jalannya usaha perusahaan.

“Pengawasan dan masukan dari Bapak/Ibu sekalian adalah hal yang sangat berharga bagi kami agar senantiasa berjalan pada koridor aturan dan ketentuan yang berlaku,” ujar H. Ijang, seraya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan keterangan awal. “Keterlambatan itu bukan bentuk penghindaran, melainkan sepenuhnya fokus kami tercurah untuk penanganan teknis dan pengamanan lokasi demi mencegah dampak yang lebih luas,” tambahnya.

Satu perbaikan fakta krusial yang disampaikan H. Ijang adalah mengenai kronologi waktu kejadian yang akurat. Berdasarkan data lapangan dan laporan teknis yang ia pantau langsung, curah hujan lebat mulai turun sejak malam hari sekitar pukul 03.00 WIB dan berlanjut. Akumulasi air yang meresap terus-menerus selama berjam-jam akhirnya memicu longsor yang terjadi pada hari Jumat sore, tepatnya pukul 15.30 WIB. Ketepatan waktu ini sangat penting untuk memahami hubungan sebab-akibat yang nyata antara durasi curah hujan dan pergerakan tanah yang terjadi belakangan.

Menanggapi rekaman video yang beredar di media sosial dan ditafsirkan sebagai bukti kelalaian, H. Ijang memberikan penjelasan yang meluruskan persepsi publik. “Ada rekaman yang memperlihatkan seolah-olah alat berat tertimbun sepenuhnya, padahal itu hanyalah efek perspektif pengambilan gambar yang terhalang tumpukan material,” ungkapnya.

Bacajuga:2MOMENTPERINGATANYANGDILUPAKN ” Lupa Peringatan, Lupa Nilai: Alarm Keras di Era Milenial “

Terkait akar masalah, beliau menegaskan dengan tegas berlandaskan kajian teknis: “Kejadian ini murni musibah alam. Air yang turun sejak pukul 03.00 dini hari dan terakumulasi terus hingga siang hari meresap ke dalam lapisan tanah dalam jumlah besar, mengubah karakteristik fisik tanah, menyebabkan struktur menjadi tidak stabil dan akhirnya bergerak turun pada pukul 15.30. Ini adalah fenomena alam yang sulit dihindari sepenuhnya, meskipun berbagai langkah mitigasi telah kami terapkan sebaik mungkin.”

Segera setelah kejadian, H. Ijang bersama jajaran manajemen mengambil langkah responsif dan kooperatif. Pada hari Senin berikutnya, tim teknis dan pimpinan telah hadir memenuhi panggilan Inspektur Tambang Kementerian ESDM serta Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat. Sebagai langkah prosedural dan antisipatif, diterbitkan surat peringatan untuk menghentikan sementara aktivitas, yang dipatuhi sepenuhnya oleh perusahaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis mendalam yang dihadiri dan dipantau langsung oleh H. Ijang Suryana selaku Komisaris, jajaran direksi, serta saksi ahli, diperoleh kejelasan mutlak: secara teknis maupun administratif, kejadian ini dinyatakan sebagai musibah yang disebabkan dominansi faktor alam. Meski demikian, H. Ijang menegaskan bahwa pada pagi harinya, tim teknis telah bergerak melakukan reklamasi.

“Tindakan penanganan yang kami lakukan bahkan melebihi standar teknis yang dipersyaratkan dan melampaui instruksi inspektur yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab penuh kami. Semua langkah teknis telah dilaksanakan tuntas, namun memang kekuatan alamlah yang menjadi faktor penentu utama kejadian ini,” tegas beliau.

Satu poin paling mendasar yang ditekankan H. Ijang Suryana demi ketenangan masyarakat adalah aspek dampak wilayah. Berdasarkan pemetaan geografis dan batas wilayah usaha yang akurat, jalur longsoran mulai dari puncak tebing hingga ke hilir, serta jangkauan material longsor, seluruhnya berada di dalam kawasan hak kelola dan aset perusahaan.

“Di sepanjang aliran tersebut hingga ke titik terendah, tidak terdapat satu pun pemukiman warga, tempat tinggal, lahan pertanian produktif, maupun fasilitas umum yang terkena dampak atau mengalami kerugian. Segala kerusakan dan dampak yang timbul murni menimpa aset perusahaan sendiri, dan kami berkomitmen penuh untuk menanggulanginya sepenuhnya tanpa membebani, mencederai, atau merugikan masyarakat sekitar sedikit pun,” pernyataan ini menjadi penegas jaminan keamanan bagi warga sekitar.

H. Ijang juga memastikan bahwa seluruh perizinan, regulasi, serta penerapan kaidah teknis pertambangan dan lingkungan hidup telah dipenuhi sepenuhnya. Saat ini, fokus utama yang diarahkan beliau adalah rekayasa teknis perbaikan sistem saluran air dan pengaliran, baik untuk air permukaan maupun air tanah, agar potensi akumulasi air dapat diantisipasi secara maksimal.

“Insya Allah, dengan program reklamasi dan pemulihan lingkungan yang sedang dipercepat dan ditingkatkan kualitasnya, potensi kejadian serupa dapat ditekan hingga mendekati angka nol,” ujarnya penuh harap.

Di akhir pernyataan, H. Ijang Suryana menyampaikan pesan penting terkait keberlanjutan hubungan perusahaan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Beliau berharap ke depannya seluruh pelaku usaha dapat terus menjalin kemitraan yang konstruktif dengan media, masyarakat, aparat, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Segala masukan, teguran, maupun saran yang membangun adalah koreksi berharga bagi kami untuk terus menyempurnakan penerapan Standar Operasional Prosedur dan tata kelola perusahaan yang lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan,” tutup H. Ijang Suryana.

Komitmen Pemulihan Wilayah Sesuai Arahan Dewan Komisaris

Selaras dengan arahan dan penegasan H. Ijang Suryana, pihak perusahaan kini menjalankan langkah-langkah pemulihan dan pengamanan teknis secara intensif dan terukur. Perbaikan struktur tebing, pengaturan hidrologi wilayah, hingga reklamasi lahan terus dipercepat dengan standar kualitas tertinggi, sepenuhnya berlandaskan ketentuan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dan pertambangan.

Melalui klarifikasi resmi yang berbasis data dan kajian ilmiah ini, serta di bawah kepemimpinan yang tegas dan bertanggung jawab dari Dewan Komisaris H. Ijang Suryana, perusahaan berharap segala narasi publik kembali berpijak pada fakta objektif. Langkah ini diambil guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan usaha yang senantiasa taat aturan dan mengutamakan keselamatan lingkungan serta kesejahteraan warga sekitar.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga