Rabu, Juni 3, 2026
BerandaBerandaTempat Sempit, Harapan Luas: Yayasan Mutiara Galunggung Memohon Perhatian Khusus Pemerintah Kabupaten...

Tempat Sempit, Harapan Luas: Yayasan Mutiara Galunggung Memohon Perhatian Khusus Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya

Oleh wahid MA korwil lintaspasundannews.com
TASIKMALAYA –sabtu 30/ Mei / 2026 Di tengah hamparan nuansa alam Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, tepatnya di Kp. Pasanggrahan RT005/RW001, berdiri tegak sebuah lembaga yang lahir dari benih keikhlasan dan kasih sayang. Bernama Yayasan Mutiara Galunggung, lembaga pendidikan dan sosial ini hadir sebagai wujud nyata kepedulian Ibu Ety Nurhayati dan Bapak Endang Hardiman, dua sosok pendiri yang menitipkan hati dan pemikiran mulia demi merawat masa depan generasi yang terpinggirkan, khususnya anak-anak yatim.

Bergerak di bawah naungan nilai-nilai luhur dan kepercayaan kepada Sang Pemilik Segala Rezeki, yayasan ini tumbuh berkat dukungan tak terhingga dari para dermawan yang dengan tulus hati bersatu padu mendukung setiap langkah perjuangan mulia ini. Demi menjamin kelancaran amanah dan visi lembaga, Yayasan Mutiara Galunggung disokong oleh struktur kepengurusan yang lengkap, tertata, dan profesional. Susunan tersebut diketuai langsung oleh Ibu Ety Nurhayati, dengan Bapak Endang Hardiman selaku Pembina, Wahyu Saeful Ma’arief, S.H. sebagai Pengawas, Melia Eka Putri menjabat Bendahara, serta In Inayatul Hidayah sebagai Sekretaris.Pekerjaan mulia ini terbagi pula ke dalam bidang-bidang kerja yang terfokus dan berdedikasi tinggi. Bidang Keagamaan dipimpin oleh Cucu Burhani, sementara Bidang Pendidikan diamanahkan kepada Tonni, didampingi tenaga pengajar berdedikasi Wiwi Awaliyah dan Dini Wahidah. Di sisi lain, Bidang Sosial digerakkan oleh Hj. Herni / Indra Mulya Prasad bersama Nining Sari. Seluruh elemen ini bersatu dalam satu ikhtiar agung: menjaga kelestarian Al-Qur’an sekaligus memastikan anak-anak yang kurang beruntung tetap mendapatkan haknya untuk tumbuh, berkembang, dan menuntut ilmu dengan layak dan bermartabat.
Sebagai lembaga yang berfokus mencetak generasi Qur’ani, program unggulan Yayasan Mutiara Galunggung adalah pembinaan Tahfidz Al-Qur’an yang terbuka bagi semua tingkatan usia, mulai dari balita, anak usia dini, hingga remaja tingkat Sekolah Menengah Atas. Kegiatan pembinaan dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan setiap hari Kamis sore, serta hari Jumat usai shalat Jumat hingga pukul 21.00 WIB.

Pola pembelajaran tersusun indah dan berjenjang: sore hari diisi dengan kegiatan Tahfidz Sambung, momen bagi para santri untuk memantapkan dan menambah hafalan. Menjelang malam, suasana beralih menjadi kajian Qiroat, wadah memperdalam ilmu-ilmu bacaan Al-Qur’an yang indah. Di setiap penutup kegiatan, senantiasa disempatkan waktu berdoa bersama, memohonkan keberkahan, kelapangan rezeki, dan kemudahan segala urusan bagi seluruh donatur, dermawan, dan pihak yang telah mengulurkan tangan kebaikan.

Bagi Yayasan Mutiara Galunggung, setiap rupiah dan rezeki yang disisihkan para sahabat Muhsinin bukan sekadar angka atau materi semata. Lebih dari itu, sumbangan tersebut adalah sebab lahirnya senyum bahagia, semangat belajar, dan harapan baru bagi anak-anak asuh. Ada makna mendalam di balik setiap kebaikan: harta yang halal yang disalurkan akan kembali menjadi cahaya penerang bagi diri dan keluarga, membawa limpahan keberkahan dunia, serta tercatat rapi sebagai tabungan kebahagiaan abadi di akhirat kelak.

Baca juga:Langkah Taktis Pemkab Tasikmalaya Berantas Pinjaman Berbunga Tinggi Lewat KURDA

Menggantungkan Harapan kepada Pemimpin Negeri
Di tengah perjalanan mengemban amanah mulia ini, hati dan harapan terbesar yayasan tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, di bawah kepemimpinan Bapak H. Cecep Nurul Yakin selaku Bupati, didampingi Wakil Bupati Bapak Asep Sofari Al Ayubi. Lembaga ini meyakini sepenuhnya besarnya perhatian dan kasih sayang pemimpin daerah terhadap anak-anak yatim serta lembaga pendidikan Islam yang menjadi pilar moral masyarakat. Kepemimpinan yang selalu hadir di tengah rakyat dan senantiasa mendorong kemajuan lembaga keagamaan, menjadi kekuatan semangat tersendiri bagi seluruh elemen yayasan.

Salah satu permohonan krusial dan kebutuhan mendasar yang disampaikan Yayasan Mutiara Galunggung adalah dukungan dalam pembangunan bangunan asrama atau tempat mondok yang layak dan permanen. Keberadaan hunian yang memadai adalah syarat utama agar anak-anak yatim dapat tinggal, berlindung, dan menuntut ilmu dengan tenang, aman, dan berkesinambungan. Tanpa tempat tinggal yang terjamin, cita-cita membentuk generasi penghafal Al-Qur’an yang mandiri, kuat, dan berakhlak mulia akan terasa berat untuk diwujudkan sepenuhnya.

“Kami berharap pandangan dan keberkahan hati Bapak Bupati beserta Wakil Bupati senantiasa tertuju kepada kami. Dukungan dan arahan dari pemerintah daerah bukan sekadar bantuan, melainkan pengakuan bahwa anak-anak yatim di Desa Gunungsari ini tidak sendirian. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Kabupaten Tasikmalaya yang dijaga, diperhatikan, dan dibanggakan oleh pemimpinnya,” ujar perwakilan yayasan dengan penuh harap.
Yayasan Mutiara Galunggung senantiasa berikrar untuk terus berdiri tegak dan berkembang menjadi lembaga yang lebih baik, layak, dan bermanfaat. Kepada seluruh pihak yang telah dan akan bersedia membersamai langkah ini, serta menyalurkan sebagian rezekinya, disampaikan ucapan terima kasih setulus hati: Jazakumullooh Khairan Katsiran.

Semoga Allah SWT melipatgandakan setiap kebaikan yang telah dicurahkan, memberikan ganti yang jauh lebih indah dan berlimpah, serta mengabulkan segala doa dan hajat baik para dermawan maupun pemimpin negeri. Sebab, di tangan kebersamaan dan kasih sayang, masa depan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia akan terus tumbuh dan bersinar terang.

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga