Kamis, April 30, 2026
BerandaBerandaKA HAREUP NGALA SAJEUJEUH KA TUKANG NGALA SALENGKAH.( PEPATAH KARAUHUN SUNDA)

KA HAREUP NGALA SAJEUJEUH KA TUKANG NGALA SALENGKAH.( PEPATAH KARAUHUN SUNDA)

Lintaspasundannews*Geografi tanpa Sejarah sama dengan bangkai dan Sejarah tanpa Geografi sama dengan Gelandangan*.
[Moen,1937,317].

*Sekilas Data Sejarah yang di dokumentasikan,oleh Ki Acep Aan,pemerhati budaya,situs,sejarah*.

Pendataan ditujukan khusus kepada dokumen korporal yaitu peninggalan Sejarah berwujud benda yang bukan tulisan.Belum tentu data yang berhasil direkam dengan lensa kamera itu ada pertalian langsung dengan pereode sejarah yang disajikan namun kehadiran sesuatu peninggalan sejarah disuatu tempat menunjukan pernah adanya kehidupan manusia yang teratur.Logikanya adalah wajar bila dahulu disekitar lokasi situs tersebut pernah berdiri suatu”Organisasi Pemerintahan”,yang untuk mudahnya ,besar atau kecil,kita sebut saja “KERAJAAN”.

Pengamatan membuktikan bahwa suatu Situs yang dapat di katagorikan peninggalan pra-sejarah masih tetap di manfaatkan sebagai Kabuyutan dalam pereode kerajaan.Dibagian kota Bogor yang pernah menjadi lokasi ibukota Kerajaan Pajajaran misalnya lebih banyak kita temui peninggalan sejarah yang berwajah “megalitik”,padahal masyarakat yang pernah menggunakan jelas telah mengenal tulisan.Karena itulah para ahli mengungkapkan tetap adanya “tradisi megalitik”walaupun jaman yang disebut megalitikum-nya itu sendiri telah lama berlalu.

*Sumber Prasasti*

1.Prasasti Tarumanegara(pembacaan Vogel).
2.Prasasti Galunggung(Geger Ha juang).
3.Prasasti Cibadak (pembacaan pleyte).
4.Prasasti Kawali
5.Prasasti Kebantenan
6.Prasti Batutulis(Bogor)
7.Prasasti Pasir Muara.

*Sumber Kropak*
( Naskah Kropak tulisan pada daun nipah)

[1].Kropak 406 (Carita Parahiangan).
[2].Kropak 630(Sanghyang Siksakandang Karesian).[3].Kropak 410 (Carita Ratu Pakuan).
[4].Kropak 632(Ciburuy Garut- dari Bambu buhun).

Melalui prasasti-prasasti itu dapat di ketahui:
*Nama Kerajaan*:Tarumanegara, Sunda,Ruma(n)tak,Kawali,Pakuan Pajajaran.

*Nama Raja*:Rajadiraja Guru,Purnawarman,Haji(raja) Sunda,Srijayabupati,Batari Hyang ,Prabu Raja Wastu(Niskala wastu Kencana),Ningrat Kencana,(Dewa Nuskala),Prabu Guru Dewataprana(Sribaduga Maha Raja).Dll.

Dari Naskah -naskah kropak ,dapat diketahui :
*Nama Kerajaan*:Kendan,Galuh,Galunggung,Saunggalah,kuningan,Pakuan dan kerajaan-kerajaan keci lainnya.

*Nama Raja*:Resi Guru,Dewa Raja,Kandiawan,Wrwtikandayun,Mandiminyak,Sena Purbasora,Sanjaya Harisdarma,Tarusbawa(tohan di Sunda),Demunawan,Manarah /Ciung wanara/Prabu Suratama dan keturunannya,Raja-raja daerah kecil lainnya.

Bacajuga:Milangkala Desa Cijulang yang Ke 211 . Desa cijulang yang berada di Kecamatan Cijulang Kabupaten

*Naskah-Naskah Cirebon*

Naskah-naskah ini hasil pertemuan para “AHLI SEJARAH”dari hampir 90 daerah di Nusantara yang berlangsung dalam tahun 1677M.diKraton Kasepuhan Cirebon.Hasil karya mereka itu ada beberapa ratus judul yang mengenai sejarah kerajaan -kerajaan di Nusantara.Ada 47 jilid yang merupakan gabungan dari sejarah berbagai daerah,yaitu:
*Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara 25 jilid(sarga)*.

*Pustaka Pararatwan 10 jilid*

*Pustaka Nagarakretabhumi 12 jilid*

*Naskah-Naskah Muda*
Kelompok ini paling tua berasal dari pertengahan abad ke-18 dan di beri judul :pustaka serat,kitab atau babad.Lebih menitik beratkan kepada kisah”panji” petualanan pemegang peran Utama contoh Babad Kawasen Banjarsari Ciamis.
Kebanyakan ditulis pada abad 19 dan abad 20.Dari kelompok ini yang ditulis tahun 1850an.ada juga yang disusun bahasa melayu.

Dalam abad 18 masih ada naskah yang ditulis dalam bahasa dan hurup sunda kuno seperti carita Ratu Pakuan dan carita waruga guru (kertas kulit saeh).

Naskah-naskah abad 19 banyak disusun dalam bahasa Jawa,baik hurup jawa atau Arab pegon,bahkan babad Pajajaran tidah hanya berbahasa Sunda dan berbahasa jawa melainkan disusun dalam bentuk pupuh.Naskah ini dapat dijadikan salah satu contoh bagaimana sebuah kisah pantun di panjikan menjadi Babad.

*Gotra Sawala*,abad ke 17 ( 1677-1698).Dikeraton Kasepuhan Cirebon.
Kepanitiaan :
Penanggung Jawab dan tuan rumah: Sultan Sepuh dan Sultan Anom Cirebon.
*Penghulu(Ketua)*,musyawarah dan penulisan:PANGERAN WANGSAKERTA /Abdul Kamil Mohamad Nasrudin.Beliau menjadi penembahan pertama Cirebon,bergelar:Panembahan Toh Pati atau panembahan Ageng Gusti.

Berkat prakarsa dan karyanya kita telah mewarisi “MUTIARA JAWA BARAT”.

*(Peserta dibagi 5 sangga/kelompok)*.

Diantaranya SANGGA/kelompok IV:
=>Sumedang ,Sukapura,Parakan Muncang ,Rancamaya,Galunggung,Ukur,Talaga Sindangkasih,Galuh,Kertabumi,Rajagaluh,Luragung,Inbanagara,Giri,Sendang Duwur

Para pendengar(pangrengeu):dari negara tetangga:
*Mesir,Arab,Sri langka,Campa,Benggala,Cina dan ujung mendini(semenanjung)*.

*Para Penasehat Gotra Sawala*( musyawarah):
1.dharmadyaksa karasulan(ulama Islam)dari Arab.

2.dharmadyaksa kasewan(ulama siwa)dari India.

3.dharmadsaksa kawesnawan (ulama wisnu)dari Jawa Timur.

4.dharmadyaksa kasogatan(Ulama Buda)dari Jawa Tengah.

Kita patut Bangga mempunyai Tokoh Pangeran Wangsakerta(Abdul Kamil Mohamad Nasrudin).Berkat prakarsa dan karya kita telah mewarisi mutiara Jawa Barat yang pernah hilang walau baru sebagian .
*APA YANG DIKEMUKAKANNYA SEOLAH-OLAH MENDAHULUI KIRA-KIRA DUA ABAD TEORI-TEORI DAN PENEMUAN-PENEMUAN PARA AHLI SEJARAH PROFESIONAL YANG KEMUDIAN*.

Saya memberanikan diri mengungkap sekilas peran pangeran Wangsakerta,agar sejarah Nusantara/Indonesia di tiap daerah tetap utuh.Dengan demikian kita berbalas budi dengan berdoa buat beliau atas jerih payah yang telah di curahkan selama puluha tahun.

*[DiSusun:ACEP AAN,S.AG.Koordinator Forum Ekonomi Kreatif Desa Budaya Prov Jawa Barat-Diplomatic Mission internalcultural/Perdamaian Budaya Dunia/WCP*
“Tutugan Galunggung Tasikmalaya,WANCI PASOSORE, September 2025”

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga