Sabtu, September 12, 2026
BerandaBerandaPenyaluran Bantuan Beras Bulog di Desa Rancapaku: Tepat Sasaran Desil 1–4, Meringankan...

Penyaluran Bantuan Beras Bulog di Desa Rancapaku: Tepat Sasaran Desil 1–4, Meringankan Beban Warga di Tengah Musim Kemarau

Oleh wahid MA

Editor: lintas Pasundan news. Com

Tasikmalaya, 12 September 2026 — Ketahanan pangan di tingkat akar rumput menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat, terlebih di tengah tekanan iklim yang semakin nyata. Musim kemarau yang berkepanjangan kini mulai menyisakan tantangan nyata bagi para petani, di mana banyak lahan persawahan mengalami penurunan hasil panen bahkan kegagalan panen. Di tengah situasi yang membutuhkan ketahanan ekonomi keluarga, kehadiran bantuan pangan yang tepat waktu, tepat sasaran, dan berkualitas menjadi penyangga yang sangat berarti bagi warga.

Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, melaksanakan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berupa beras yang disalurkan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) pada hari yang telah ditentukan, berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh rasa syukur dari seluruh warga penerima manfaat.

*Pemerintah Desa Rancapaku: Penyaluran Berjalan Kondusif, Kualitas Baik

Mewakili Kepala Desa Rancapaku, Operator SIka-Ng, Usep Abdul Rahmat, S.H., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya penyaluran bantuan ini.

“Atas nama Pemerintah Desa Rancapaku, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, yang telah menyalurkan bantuan beras pangan nasional melalui Bulog. Alhamdulillah, penyaluran di Desa Rancapaku berjalan dalam keadaan baik, kondusif, dan diterima oleh masyarakat dengan penuh rasa syukur.” — ungkapnya.

Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesra) Desa Rancapaku, Nisa Nurpaujiah, merinci jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tercatat di desanya: sebanyak 1.465 KPM, yang tersebar di lima kepunduhan (wilayah dusun) di Desa Rancapaku. Setiap keluarga menerima jatah tiga bulan sekaligus, yakni 30 kilogram beras per KPM. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penerima manfaat yang sejak pagi hari telah hadir dengan tertib dan sabar menanti demi menerima haknya — sebuah kesabaran yang mencerminkan kesadaran sosial warga.

Salah satu warga penerima manfaat, Kang Nunu, yang ditemui di lokasi penyaluran menyampaikan rasa syukurnya kepada pemerintah. Menurutnya, bantuan ini sangat meringankan beban keluarga, terlebih saat ini banyak petani mengalami gagal panen akibat musim kemarau. Terkait kualitas beras yang diterima, beliau menilai sangat baik: beras berwarna putih bersih, tidak berbau, dan layak dikonsumsi — hal yang membuat warga merasa dihargai dan diperhatikan dengan tulus.

*Perwakilan Bulog: Tetap Menjaga Kualitas Meski di Tengah Tantangan Musim

Perwakilan Bulog yang bertugas sebagai pengawas sekaligus penyalur beras menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme dan kepuasan warga atas kualitas beras yang disalurkan. Beliau menegaskan bahwa meskipun sedang dilanda musim kemarau, pihak Bulog tetap berupaya maksimal agar beras yang sampai ke tangan masyarakat tetap layak konsumsi, bersih, dan bermutu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan masyarakat. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi keluarga penerima, terutama di masa sulit seperti sekarang. Ke depannya, kami akan terus berupaya menjaga bahkan meningkatkan kualitas beras yang kami salurkan.” — ujar perwakilan Bulog.

*Camat Padakembang Dadan Hamdani, S.K.M., M.S.I.: Pastikan Kepatuhan Agar Bantuan Tetap Berkelanjutan

Dalam keterangannya yang disampaikan melalui pesan WhatsApp, Camat Padakembang, Dadan Hamdani, S.K.M., M.S.I., menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan penting terkait ketepatan sasaran dan keberlanjutan bantuan sosial.

 “Penerima manfaat di Desa Rancapaku ini telah tercatat sebagai KPM yang berkategori Desil 1 hingga Desil 4. Data tersebut telah melalui proses verifikasi di tingkat kecamatan, sehingga dapat dipastikan bantuan ini tergolong tepat sasaran.”

Terkait kebijakan penangguhan bantuan bagi penerima yang terindikasi keterkaitan dengan perjudian daring, Camat menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berlaku untuk program bantuan beras ini, melainkan hanya berlaku untuk dua program lain, yaitu PKH dan BPNT. Namun demikian, beliau memberikan himbauan yang mendalam dan serius kepada seluruh masyarakat di lima desa binaannya:

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat di lima desa di Kecamatan Padakembang, agar dengan adanya pengawasan dari pusat, kita semua jangan mencoba melakukan hal-hal yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan aturan penerima bansos. Mari kita jaga kelayakan kita sebagai penerima manfaat, agar bantuan yang sangat dibutuhkan ini dapat terus berlanjut dan dirasakan oleh mereka yang benar-benar membutuhkannya.”

Penyaluran bantuan pangan nasional di Desa Rancapaku ini bukan sekadar penyerahan beras dari tangan pemerintah ke masyarakat, melainkan bukti nyata kepedulian negara yang hadir di tengah tekanan alam dan tantangan ekonomi. Dengan data yang terverifikasi, kualitas yang terjaga, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga aturan, sinergi antara pemerintah pusat, Bulog, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berjalan harmonis — demi terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan yang merata, berkelanjutan, dan bermartabat bagi seluruh warga. Semoga ke depan, bantuan ini terus berlanjut dan semakin tepat sasaran, hingga tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam perjuangan memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

 

 

Artikel Lainya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Baca Juga